Sains Perilaku
Sains Perilaku Panduan belajar mandiri
Peta Sains Perilaku
Dua belas bahan kajian dikelompokkan menjadi lima blok, dengan satu bagian yang tidak ada di silabus tetapi menentukan cara membaca sisanya, yaitu bagaimana menilai klaim ilmu perilaku setelah sebagian temuan klasiknya gugur.
Bagian A
Cara membaca silabus ini
Dua belas bahan kajian pada silabus tidak disusun menurut urutan yang paling mudah dipelajari. Bila dikelompokkan ulang, keduabelasnya jatuh ke dalam lima blok yang masing-masing menjawab pertanyaan berbeda, dan mengetahui pengelompokan itu membuat bacaan Anda jauh lebih terarah.
Blok fondasi menjawab pertanyaan apa sebenarnya ilmu perilaku dan mengapa pemerintah serta perusahaan mulai memakainya. Blok manusia memeriksa apa yang membentuk perilaku seseorang, mulai dari cara otak bekerja, budaya tempat ia dibesarkan, sampai nilai yang ia pegang. Blok organisasi memindahkan pertanyaan yang sama ke tingkat kelompok dan kelembagaan. Blok keputusan membahas apa yang terjadi ketika orang harus memilih, dan bagaimana pilihan itu dapat dipengaruhi. Blok teknologi memeriksa apa yang berubah ketika yang mempengaruhi bukan lagi manusia melainkan sistem.
Ada satu hal yang tidak tercantum dalam silabus tetapi menentukan cara membaca seluruh isinya. Sebagian besar temuan yang biasa dikutip dalam ilmu perilaku berasal dari eksperimen laboratorium yang belakangan gagal direplikasi, dan sebagian lagi berasal dari penelitian yang datanya terbukti dipalsukan. Karena itu Bagian C pada panduan ini membahas cara menilai klaim sebelum Anda mulai memakainya. Tanpa bagian itu, seluruh sisa materi berisiko Anda pelajari sebagai kumpulan temuan yang sebagian sudah tidak berlaku.
Bagian B
Enam kompetensi dan bukti pencapaiannya
Silabus menetapkan enam capaian pembelajaran, dan keenamnya tidak setara. Tiga yang pertama menyangkut penguasaan, tiga berikutnya menyangkut kemampuan menghasilkan sesuatu yang baru. Bentuk penilaiannya juga berbeda, sehingga mengetahui pasangannya menghemat banyak tenaga.
| Capaian | Wujud nyata | Diuji lewat |
|---|---|---|
| CPMK 1 Memahami teori lanjutan di bidang ilmu manajemen | Anda dapat menyebutkan mekanisme yang diusulkan sebuah teori perilaku, bukan sekadar namanya dan temuannya | Ujian tengah semester |
| CPMK 2 Memahami secara filosofis metode kuantitatif, kualitatif, dan kontemporer | Anda dapat menyatakan klaim apa yang boleh dan tidak boleh diajukan oleh sebuah eksperimen, survei, atau etnografi | Ujian tengah dan akhir semester |
| CPMK 3 Berpikir konseptual untuk mensintesis dan mengevaluasi teori | Anda dapat menempatkan dua teori yang bersaing pada satu fenomena dan menunjukkan bukti yang memisahkannya | Ringkasan buku dan presentasi |
| CPMK 4 Memetakan perkembangan mutakhir bidang ini | Anda dapat menyatakan mana temuan yang bertahan setelah diuji ulang dan mana yang tidak, beserta alasannya | Tugas individu |
| CPMK 5 Mengembangkan kebaruan penelitian dan kontribusi | Anda dapat merumuskan satu pertanyaan yang jawabannya belum diketahui dan penting bagi bidang ini | Ujian akhir semester |
| CPMK 6 Mengadopsi metode penelitian inovatif | Anda dapat memilih rancangan yang sesuai dengan klaim yang hendak diajukan, termasuk rancangan lapangan dan pra-registrasi | Tugas individu dan ujian akhir |
Perhatikan bahwa capaian keempat menuntut sesuatu yang tidak dapat dipenuhi dengan membaca buku teks. Buku teks memuat temuan yang dianggap mapan pada saat buku itu ditulis, dan pada bidang ini sebagian di antaranya sudah tidak bertahan. Untuk memenuhi capaian tersebut Anda perlu terbiasa menelusuri apakah suatu temuan pernah diuji ulang dan apa hasilnya.
Ringkasan buku pada jenjang doktoral bukan rangkuman bab per bab. Yang dinilai adalah kemampuan Anda merekonstruksi argumen utama penulis, menunjukkan bukti yang ia andalkan, dan menyatakan pada titik mana bukti itu kuat atau lemah. Ringkasan yang baik biasanya memuat satu paragraf yang menyebutkan klaim mana dalam buku tersebut yang kini sudah dipersoalkan, dan bagaimana hal itu mempengaruhi sisa argumennya.
Bagian C
Cara menilai klaim ilmu perilaku sebelum memakainya
Bagian ini tidak tercantum dalam silabus. Saya letakkan di depan karena tanpa bagian ini seluruh materi berikutnya berisiko dipelajari sebagai kumpulan temuan yang sebagian besar sudah tidak berlaku.
Pada 2015, Open Science Collaboration menerbitkan hasil upaya mereplikasi sembilan puluh tujuh penelitian psikologi yang hasilnya bermakna secara statistik. Hanya sekitar sepertiga yang menghasilkan hasil bermakna ketika diulang, dan besar efeknya rata-rata separuh dari yang dilaporkan semula. Pada 2018, Camerer dan rekan mereplikasi dua puluh satu eksperimen ilmu sosial yang terbit di Nature dan Science, dan tiga belas di antaranya bertahan, itu pun dengan efek yang jauh lebih kecil.
Beberapa temuan yang paling terkenal termasuk yang tidak bertahan. Gagasan bahwa kemauan bekerja seperti otot yang kehabisan tenaga tidak lolos replikasi berskala besar. Gagasan bahwa berdiri dalam pose tertentu selama dua menit mengubah hormon dan keberanian mengambil risiko ditarik dukungannya oleh salah satu penulis aslinya. Bahkan Daniel Kahneman, pada 2017, menyatakan secara terbuka bahwa bab tentang efek pemaparan bawah sadar dalam bukunya bersandar pada bukti yang terlalu lemah.
Ada persoalan kedua yang berbeda jenis dan lebih serius. Sejumlah penelitian berpengaruh tentang kejujuran dan etika ternyata memuat data yang dipalsukan. Pada Mei 2025, Harvard mencabut jabatan guru besar Francesca Gino, yang karyanya banyak dikutip dalam literatur perilaku organisasi, setelah penyelidikan atas manipulasi data. Gugatan pencemaran nama yang ia ajukan terhadap para penyelidik ditolak pengadilan. Ironi bahwa penelitian tentang ketidakjujuran ternyata memuat data tidak jujur adalah bahan diskusi yang hampir pasti muncul di kelas.
Persoalan ketiga menyangkut jarak antara laboratorium dan lapangan, dan inilah yang paling penting bagi Anda yang bekerja di ranah kebijakan. Stefano DellaVigna dan Elizabeth Linos pada 2022 di Econometrica memeriksa seluruh uji acak yang pernah dijalankan dua unit perilaku pemerintah terbesar di Amerika Serikat, mencakup seratus dua puluh enam percobaan pada dua puluh tiga juta orang. Rata-rata dampaknya 1,4 poin persentase. Pada jurnal akademik, rata-rata dampak intervensi sejenis dilaporkan 8,7 poin persentase. Menurut analisis mereka, sekitar tujuh puluh persen selisih itu berasal dari penerbitan selektif, yaitu kecenderungan jurnal memuat hasil yang besar dan mengabaikan yang kecil, diperparah oleh penelitian yang kekuatan statistiknya rendah.
Perdebatan sejenis terjadi pada meta-analisis. Mertens dan rekan pada 2022 menyimpulkan bahwa intervensi arsitektur pilihan secara umum berhasil dengan besar efek sedang. Maier dan rekan menanggapi pada jurnal yang sama dengan judul yang menyatakan bahwa setelah penerbitan selektif dikoreksi, tidak tersisa bukti yang meyakinkan. Kedua pihak memakai data yang sama. Yang berbeda adalah asumsi tentang seberapa besar koreksi yang perlu diterapkan. Perdebatan ini belum selesai, dan Anda sebaiknya mengetahui bahwa ia ada sebelum mengutip salah satu sisinya.
Pertama, apakah temuan ini pernah diuji ulang oleh tim lain, dan apa hasilnya. Kedua, berapa jumlah pesertanya, sebab eksperimen dengan lima puluh mahasiswa jarang cukup untuk mendeteksi efek berukuran wajar. Ketiga, apakah pesertanya menyerupai populasi yang hendak Anda pengaruhi. Keempat, apakah yang diukur adalah perilaku nyata atau hanya pernyataan niat. Kelima, apakah rancangannya didaftarkan sebelum data dikumpulkan, sebab pra-registrasi menutup kemungkinan hipotesis disusun setelah hasilnya terlihat.
Menyusun proposal disertasi di atas satu temuan laboratorium yang terkenal tanpa memeriksa nasib replikasinya. Bila temuan itu ternyata sudah gugur, seluruh kerangka Anda runtuh pada saat ujian, dan waktu yang hilang tidak dapat diganti. Pemeriksaan ini memakan waktu satu jam dan menyelamatkan satu tahun.
- Krisis replikasi
- replication crisis
- Penerbitan selektif
- publication bias
- Kekuatan statistik
- statistical power
- Pra-registrasi
- preregistration
- Derajat kebebasan peneliti
- researcher degrees of freedom, p-hacking
- Sampel WEIRD
- WEIRD samples
Bahan kajian 1
Memahami ilmu perilaku
Ilmu perilaku bukan satu disiplin melainkan wilayah tempat beberapa disiplin bertemu pada satu objek yang sama, yaitu perilaku manusia yang dapat diamati. Psikologi menyumbang teori tentang proses mental, ekonomi menyumbang kerangka tentang pilihan di bawah kendala, sosiologi menyumbang penjelasan tentang pengaruh struktur sosial, dan antropologi menyumbang cara memahami makna dalam konteks budaya.
Yang membedakan ilmu perilaku dari ekonomi arus utama adalah penolakannya terhadap asumsi bahwa manusia memilih secara konsisten untuk memaksimalkan kepentingan sendiri. Herbert Simon merumuskan bantahan pertama yang berpengaruh melalui gagasan rasionalitas terbatas, yaitu bahwa manusia mengambil keputusan dengan informasi, waktu, dan kemampuan pengolahan yang terbatas, sehingga yang dicari bukan pilihan terbaik melainkan pilihan yang cukup memuaskan.
Daniel Kahneman dan Amos Tversky memperluas bantahan itu dengan menunjukkan bahwa penyimpangan dari model rasional bukan acak melainkan sistematis dan dapat diramalkan. Teori prospek yang mereka terbitkan pada 1979 menunjukkan bahwa orang menilai hasil sebagai keuntungan atau kerugian dari suatu titik acuan, bukan sebagai tingkat kekayaan akhir, dan bahwa kerugian terasa lebih besar daripada keuntungan bernilai sama.
Perlu ditegaskan satu hal yang sering hilang dalam penyederhanaan populer. Menunjukkan bahwa manusia menyimpang dari model rasional bukanlah menunjukkan bahwa manusia irasional. Gerd Gigerenzer berargumen bahwa banyak penyimpangan yang disebut bias sebenarnya merupakan strategi yang bekerja baik pada lingkungan tempat strategi itu terbentuk, dan hanya tampak keliru ketika diuji dalam soal laboratorium yang tidak menyerupai lingkungan mana pun.
- Rasionalitas terbatas
- bounded rationality
- Mencukupkan
- satisficing
- Teori prospek
- prospect theory
- Keengganan rugi
- loss aversion
- Titik acuan
- reference point
- Rasionalitas ekologis
- ecological rationality
Bahan kajian 2
Peran ilmu perilaku di dunia bisnis dan pemerintahan
Penerapan ilmu perilaku pada kebijakan publik bergerak cepat setelah terbitnya Nudge oleh Richard Thaler dan Cass Sunstein pada 2008. Gagasan pokoknya adalah bahwa cara suatu pilihan disajikan mempengaruhi keputusan orang, sehingga penyusun kebijakan tidak pernah benar-benar netral. Karena arsitektur pilihan selalu ada, pertanyaannya bukan apakah akan mempengaruhi, melainkan ke arah mana.
Unit perilaku pemerintah pertama dibentuk di Inggris pada 2010, dan kini terdapat ratusan unit sejenis di berbagai negara serta lembaga internasional. Dua kerangka kerja praktis yang paling banyak dipakai adalah MINDSPACE dan EAST. Kerangka EAST paling mudah diingat karena hanya memuat empat anjuran, yaitu buat mudah, buat menarik, buat bersifat sosial, dan buat tepat waktu.
| Anjuran EAST | Wujud penerapan | Contoh pada layanan publik |
|---|---|---|
| Mudah | Kurangi langkah, sederhanakan bahasa, tetapkan pilihan bawaan yang wajar | Formulir yang sudah terisi sebagian dengan data yang sudah dimiliki instansi |
| Menarik | Buat pesan menonjol dan sesuaikan dengan penerimanya | Surat pemberitahuan yang menyebut nama dan nomor izin secara spesifik |
| Sosial | Tunjukkan apa yang dilakukan mayoritas orang sejenis | Pemberitahuan bahwa sebagian besar pelaku usaha sejenis sudah melaporkan tepat waktu |
| Tepat waktu | Sampaikan pada saat orang paling mungkin bertindak | Pengingat dikirim beberapa hari sebelum tenggat, bukan sesudahnya |
Dua keberatan perlu Anda kuasai karena hampir pasti muncul dalam diskusi. Keberatan pertama bersifat etis, yaitu bahwa mempengaruhi orang tanpa mereka sadari mengurangi otonomi mereka, meskipun tujuannya baik. Thaler dan Sunstein menjawabnya dengan gagasan paternalisme libertarian, yaitu bahwa intervensi dapat dibenarkan sepanjang pilihan lain tetap tersedia dan biayanya untuk memilih berbeda tetap rendah. Jawaban ini tidak memuaskan semua pihak, terutama ketika pilihan bawaan sulit diubah dalam praktik.
Keberatan kedua bersifat empiris dan sudah dibahas pada Bagian C, yaitu bahwa besar dampaknya di lapangan jauh lebih kecil daripada yang dilaporkan jurnal. Sikap yang paling dapat dipertahankan adalah menerima bahwa intervensi perilaku bermanfaat karena biayanya rendah, bukan karena dampaknya besar, dan menolak memakainya sebagai pengganti perbaikan struktural yang sesungguhnya diperlukan.
Memakai intervensi perilaku untuk menutupi persoalan yang sebenarnya bersifat struktural. Bila pelaku usaha tidak melapor karena sistemnya sering gagal dan petunjuknya bertentangan antarinstansi, mengirim pesan pengingat berbasis norma sosial tidak akan menyelesaikan apa pun, dan kegagalannya nanti akan dibaca sebagai kegagalan ilmu perilaku, padahal yang keliru adalah diagnosisnya.
- Arsitektur pilihan
- choice architecture
- Dorongan halus
- nudge
- Paternalisme libertarian
- libertarian paternalism
- Pilihan bawaan
- default option
- Norma sosial deskriptif
- descriptive social norm
- Gesekan administratif
- sludge, administrative burden
Bahan kajian 4
Kekuatan otak dan model mental
Model mental adalah gambaran ringkas tentang cara sesuatu bekerja, yang kita pakai untuk menduga apa yang akan terjadi berikutnya. Model semacam ini diperlukan karena tidak mungkin memproses seluruh informasi yang tersedia, dan justru karena bersifat ringkas, ia selalu menghilangkan sesuatu.
Kerangka yang paling berguna untuk keperluan organisasi datang dari Chris Argyris dan Donald Schön. Mereka membedakan teori yang dianut, yaitu penjelasan yang orang berikan tentang mengapa mereka bertindak, dari teori yang dipakai, yaitu aturan yang sesungguhnya menggerakkan tindakan mereka. Keduanya kerap berbeda tanpa disadari orangnya sendiri. Seorang pimpinan dapat sungguh-sungguh meyakini bahwa ia terbuka terhadap kritik, sementara perilakunya secara konsisten menghukum orang yang menyampaikannya.
Dari pembedaan itu muncul konsep pembelajaran satu putaran dan dua putaran. Pembelajaran satu putaran memperbaiki tindakan agar hasilnya sesuai target, tanpa menyentuh asumsi yang melahirkan target itu. Pembelajaran dua putaran memeriksa asumsinya sendiri. Sebagian besar pelatihan dan evaluasi di organisasi berhenti pada putaran pertama, dan itulah sebabnya persoalan yang sama muncul berulang dengan wajah berbeda.
Klaim populer tentang otak sering jauh melampaui buktinya. Gagasan bahwa orang belajar lebih baik bila diajar sesuai gaya belajarnya tidak didukung bukti eksperimental yang memadai, meski masih banyak dipakai dalam pelatihan. Pembagian tegas antara otak kiri yang analitis dan otak kanan yang kreatif juga tidak sesuai dengan temuan neurosains. Gambar pindaian otak yang menyertai suatu klaim tidak dengan sendirinya membuat klaim itu lebih benar.
- Model mental
- mental model
- Teori yang dianut dan yang dipakai
- espoused theory, theory-in-use
- Pembelajaran satu dan dua putaran
- single-loop, double-loop learning
- Beban kognitif
- cognitive load
- Neuromitos
- neuromyths
Bahan kajian 7
Kontribusi antropologi
Antropologi menyumbang sesuatu yang tidak dapat diberikan eksperimen maupun survei, yaitu kemampuan memahami perilaku dari dalam kerangka makna pelakunya sendiri. Clifford Geertz menyebutnya pemerian tebal, yaitu uraian yang tidak berhenti pada apa yang dilakukan orang tetapi menjelaskan apa arti tindakan itu bagi mereka.
Sumbangan kedua bersifat korektif, dan ini yang paling penting bagi peneliti Indonesia. Joseph Henrich, Steven Heine, dan Ara Norenzayan pada 2010 menunjukkan bahwa sebagian besar temuan psikologi berasal dari peserta yang berasal dari masyarakat Barat, terdidik, industrial, kaya, dan demokratis. Kelompok itu hanya sebagian kecil populasi dunia, dan pada banyak ukuran justru merupakan kelompok yang paling tidak mewakili manusia pada umumnya. Konsekuensinya langsung: temuan tentang keadilan, persepsi visual, penalaran moral, dan gaya berpikir tidak dapat diasumsikan berlaku di Indonesia tanpa pengujian.
Antropologi terapan pada dunia usaha memakai pengamatan terlibat untuk menemukan hal yang tidak muncul dalam survei. Alasannya sederhana, yaitu orang tidak selalu tahu mengapa mereka melakukan sesuatu, dan bahkan ketika tahu, mereka tidak selalu mengatakannya kepada peneliti. Selisih antara apa yang orang katakan dan apa yang orang lakukan adalah wilayah kerja utama metode ini.
Pilih metode ini ketika Anda belum tahu pertanyaan yang tepat. Survei mengandaikan Anda sudah mengetahui kategori jawaban yang mungkin, sebab kategori itu harus dituliskan lebih dahulu. Bila kecurigaan Anda adalah bahwa kategorinya sendiri keliru, survei tidak akan pernah menunjukkannya.
- Pemerian tebal
- thick description
- Pengamatan terlibat
- participant observation
- Sudut pandang pelaku dan pengamat
- emic and etic perspective
- Sampel WEIRD
- WEIRD samples
- Relativisme budaya
- cultural relativism
Bahan kajian 8
Individu dan konsep sistem nilai
Nilai adalah keyakinan tentang apa yang penting yang melintasi berbagai situasi dan bertindak sebagai penuntun dalam memilih. Kerangka yang paling banyak diuji lintas negara berasal dari Shalom Schwartz, yang menemukan sepuluh nilai dasar yang tersusun dalam lingkaran, sehingga nilai yang berdekatan saling mendukung dan nilai yang berseberangan saling menegang.
Struktur melingkar inilah yang membuat kerangka Schwartz lebih berguna daripada sekadar daftar. Ia meramalkan bahwa mengejar satu nilai secara kuat akan menekan nilai di seberangnya, sehingga konflik nilai dapat diperkirakan sebelum terjadi.
Kerangka lain yang hampir pasti dibahas di kelas adalah dimensi budaya Geert Hofstede. Kerangka ini berguna sebagai bahasa bersama, tetapi kritiknya perlu Anda kuasai karena kuat dan sudah lama berdiri. Brendan McSweeney pada 2002 mempersoalkan bahwa datanya berasal dari karyawan satu perusahaan pada rentang tahun tertentu, bahwa negara diperlakukan seolah setara dengan budaya, dan bahwa keragaman di dalam satu negara diabaikan.
Menyimpulkan sifat seseorang dari skor budaya negaranya. Skor Hofstede adalah rata-rata pada tingkat negara, dan memakainya untuk menduga perilaku individu adalah kekeliruan penarikan kesimpulan lintas tingkat. Pernyataan bahwa suatu bangsa berjarak kuasa tinggi tidak memberi tahu apa pun tentang seorang manajer tertentu yang sedang Anda hadapi.
- Nilai dasar
- basic human values
- Struktur melingkar
- circumplex structure
- Kekeliruan lintas tingkat
- ecological fallacy
- Jarak kuasa
- power distance
- Kesesuaian nilai individu dan organisasi
- person-organisation fit
Bahan kajian 3
Ilmu perilaku dan perilaku organisasi
Perilaku organisasi mempelajari perilaku manusia dalam konteks kelembagaan, dan bekerja pada tiga tingkat yang berbeda satuan pengamatannya. Membedakan ketiga tingkat itu penting karena kesalahan yang paling sering terjadi dalam penelitian bidang ini adalah mengukur pada satu tingkat lalu mengajukan klaim pada tingkat lain.
Satu perkembangan penting yang layak Anda kenali adalah gagasan pembuatan makna dari Karl Weick. Menurutnya orang dalam organisasi tidak lebih dahulu memahami situasi lalu bertindak, melainkan bertindak lebih dahulu lalu menyusun penjelasan yang masuk akal atas tindakannya. Gagasan ini membalik urutan yang biasa diandaikan dalam model pengambilan keputusan, dan berguna untuk menjelaskan mengapa organisasi kerap gagal mengenali tanda bahaya yang kemudian tampak jelas setelah kejadian.
- Pembuatan makna
- sensemaking
- Iklim dan budaya organisasi
- organisational climate and culture
- Perilaku kewargaan organisasi
- organisational citizenship behaviour
- Keamanan psikologis
- psychological safety
- Analisis lintas tingkat
- multilevel analysis
Bahan kajian 5
Organisasi pembelajar dan manajemen pengetahuan
Dua tradisi bertemu pada bahan kajian ini. Tradisi pertama adalah organisasi pembelajar, dengan Peter Senge sebagai penulis yang paling banyak dibaca dan Argyris serta Schön sebagai landasan teoretisnya. Tradisi kedua adalah manajemen pengetahuan, dengan Ikujiro Nonaka dan Hirotaka Takeuchi sebagai rujukan utamanya.
Sumbangan Nonaka yang paling berpengaruh adalah pembedaan antara pengetahuan tersurat, yang dapat dituliskan dan dipindahkan lewat dokumen, dan pengetahuan tersirat, yang melekat pada pengalaman dan sulit dinyatakan dengan kata. Gagasan ini berasal dari Michael Polanyi, yang merumuskannya dalam kalimat bahwa kita mengetahui lebih banyak daripada yang dapat kita katakan. Dari pembedaan itu Nonaka menyusun empat cara perpindahan pengetahuan yang bergerak melingkar.
Menyamakan pelatihan dengan pembelajaran organisasi. Pelatihan memindahkan pengetahuan kepada individu. Pembelajaran organisasi terjadi ketika rutinitas kerja organisasi itu sendiri berubah, dan perubahan itu bertahan meski orangnya berganti. Evaluasi pelatihan yang hanya mengukur kepuasan peserta dan penambahan pengetahuan tidak menyentuh persoalan ini sama sekali.
- Pengetahuan tersirat dan tersurat
- tacit and explicit knowledge
- Empat cara perpindahan
- SECI model
- Organisasi pembelajar
- learning organisation
- Daya serap
- absorptive capacity
- Rutinitas organisasi
- organisational routines
Bahan kajian 9
Kepemimpinan dan perubahan
Kajian kepemimpinan bergerak melalui beberapa gelombang yang masing-masing meninggalkan jejak dalam praktik. Gelombang sifat mencari ciri bawaan pemimpin dan sebagian besar gagal. Gelombang perilaku memindahkan perhatian pada apa yang dilakukan pemimpin. Gelombang kontingensi menyatakan bahwa keefektifan bergantung pada situasi. Gelombang transformasional, yang paling banyak dikutip sejak dekade 1980-an, menyoroti kemampuan menggerakkan orang melampaui kepentingan diri.
Kritik terhadap gelombang terakhir perlu Anda kuasai. Alat ukur kepemimpinan transformasional kerap tumpang tindih dengan ukuran hasil yang hendak dijelaskannya, sehingga hubungan yang ditemukan sebagian bersifat definisional dan bukan kausal. Selain itu, penilaian atas kepemimpinan biasanya dikumpulkan dari bawahan yang sudah mengetahui hasil kinerja unitnya, sehingga penilaian mereka terwarnai oleh hasil tersebut.
Pada sisi perubahan, model delapan langkah John Kotter adalah yang paling banyak dipakai di dunia praktik dan paling lemah dasar empirisnya. Model itu disusun dari pengamatan atas kasus, bukan dari pengujian sistematis, dan sejauh ini tidak ada bukti kuat bahwa menjalankan kedelapan langkah secara berurutan menghasilkan keberhasilan yang lebih tinggi. Ini bukan alasan untuk membuangnya, melainkan alasan untuk menyebutnya sebagai kerangka praktik dan bukan sebagai teori yang teruji.
Kerangka yang lebih dapat dipertanggungjawabkan secara akademik datang dari Karl Weick dan Robert Quinn, yang membedakan perubahan episodik dari perubahan berkelanjutan. Perubahan episodik bersifat jarang, terputus, dan disengaja, sehingga kiasan yang tepat adalah mencairkan lalu membekukan kembali. Perubahan berkelanjutan bersifat terus-menerus dan berkembang dari penyesuaian kecil sehari-hari, sehingga kiasannya justru terbalik, yaitu membekukan sejenak agar polanya terlihat, lalu mencairkan lagi.
- Kepemimpinan transformasional
- transformational leadership
- Perubahan episodik dan berkelanjutan
- episodic and continuous change
- Penularan afek
- affective contagion
- Ketumpangtindihan konstruk
- construct contamination
- Bias hasil pada penilaian
- outcome bias in ratings
Bahan kajian 10
Ilmu perilaku dalam pengambilan keputusan
Program heuristik dan bias yang dirintis Kahneman dan Tversky menunjukkan bahwa orang memakai jalan pintas mental yang umumnya berguna tetapi menghasilkan penyimpangan yang dapat diramalkan. Jalan pintas ketersediaan membuat kejadian yang mudah diingat terasa lebih sering daripada kenyataannya. Jalan pintas keterwakilan membuat orang menilai kemungkinan dari kemiripan dengan gambaran khas, sambil mengabaikan seberapa sering hal itu sebenarnya terjadi. Penjangkaran membuat angka pertama yang muncul menarik perkiraan berikutnya ke arahnya.
Kahneman kemudian merangkum program ini melalui gambaran dua sistem berpikir, yaitu satu yang cepat dan otomatis, dan satu yang lambat dan menuntut usaha. Perlu diketahui bahwa Kahneman sendiri menyatakan gambaran dua sistem itu sebagai alat bantu penjelasan, bukan sebagai klaim bahwa terdapat dua sistem terpisah di dalam otak.
Kritik yang paling serius terhadap program ini datang dari Gerd Gigerenzer, dan Anda perlu menguasainya karena hampir pasti muncul dalam diskusi kelas. Menurut Gigerenzer, banyak jalan pintas yang disebut bias sebenarnya bekerja sangat baik pada lingkungan tempat ia terbentuk, dan hanya tampak keliru ketika diuji pada soal laboratorium yang tidak menyerupai lingkungan mana pun. Ia menunjukkan bahwa aturan sederhana kerap mengungguli model rumit ketika informasinya terbatas dan ketidakpastiannya tinggi.
Titik temu kedua kubu dirumuskan Kahneman bersama Gary Klein pada 2009 dalam artikel yang mereka beri judul sebagai kegagalan untuk berselisih. Keduanya sepakat bahwa penilaian intuitif dapat dipercaya hanya bila dua syarat terpenuhi, yaitu lingkungannya cukup teratur sehingga terdapat pola yang dapat dipelajari, dan orang tersebut memperoleh umpan balik yang cepat dan jelas atas keputusannya selama bertahun-tahun.
- Jalan pintas dan penyimpangan
- heuristics and biases
- Ketersediaan dan keterwakilan
- availability, representativeness
- Penjangkaran
- anchoring
- Pengabaian tingkat dasar
- base rate neglect
- Pengambilan keputusan alamiah
- naturalistic decision making
- Pandangan dari luar
- outside view, reference class forecasting
Bahan kajian 11
Mempengaruhi dan negosiasi
Robert Cialdini merumuskan tujuh asas pengaruh yang paling banyak dipakai, yaitu timbal balik, komitmen dan konsistensi, bukti sosial, otoritas, rasa suka, kelangkaan, dan kesatuan. Sebagian di antaranya bertahan baik dalam pengujian ulang, terutama bukti sosial dan timbal balik. Sebagian lain lebih rapuh, dan besar efeknya di lapangan biasanya jauh lebih kecil daripada di laboratorium.
Pada negosiasi, kerangka dasar yang paling terpakai berasal dari Roger Fisher dan William Ury, yang memisahkan orang dari persoalan, memusatkan perhatian pada kepentingan alih-alih posisi, mencari pilihan yang menguntungkan kedua pihak, dan memakai ukuran yang objektif. Konsep yang paling menentukan hasil nyata adalah alternatif terbaik apabila kesepakatan tidak tercapai, sebab kekuatan tawar seseorang hampir seluruhnya ditentukan oleh seberapa baik pilihannya bila ia pergi dari meja.
Sebagian temuan yang paling sering dikutip tentang keunggulan mengajukan tawaran pertama dan tentang efek penjangkaran dalam negosiasi berasal dari eksperimen dengan mahasiswa dalam permainan bernilai rendah. Pada negosiasi nyata yang berlangsung berbulan-bulan, melibatkan banyak pihak, dan menyangkut hubungan jangka panjang, kekuatan efek itu jauh berkurang dan kadang berbalik arah.
Bahan kajian 6
Ilmu perilaku dalam pemasaran dan periklanan
Bidang ini adalah tempat ilmu perilaku paling awal diterapkan secara komersial dan sekaligus tempat klaimnya paling sering dilebih-lebihkan. Sejumlah gagasan populer tentang pemaparan bawah sadar berasal dari penelitian yang tidak bertahan dalam pengujian ulang, dan sebagian bahkan berasal dari klaim yang pengarangnya sendiri kemudian mengaku mengarangnya.
Tantangan yang paling serius terhadap cara berpikir pemasaran arus utama justru datang dari dalam, yaitu dari Byron Sharp dan Ehrenberg-Bass Institute. Berdasarkan pola pembelian yang berulang di banyak kategori dan negara, mereka berargumen bahwa pertumbuhan merek terutama berasal dari menjangkau banyak pembeli ringan, bukan dari membangun kesetiaan pada pembeli berat, dan bahwa pembedaan merek yang halus jauh kurang penting daripada kemudahan merek itu dikenali dan diingat.
Bagi keperluan penelitian, bidang ini menyediakan pelajaran metodologis yang berharga. Sebagian besar riset pemasaran mengukur niat membeli, padahal jarak antara niat dan perilaku nyata sangat lebar dan tidak tetap. Peneliti yang menyimpulkan dampak sebuah kampanye dari pernyataan niat sedang mengukur sesuatu yang berbeda dari yang ia klaim.
- Jarak niat dan perilaku
- intention-behaviour gap
- Ketersediaan mental
- mental availability
- Aset merek khas
- distinctive brand assets
- Pembingkaian
- framing
- Perhatian dan penonjolan
- attention and salience
Bahan kajian 12
Manusia, teknologi, dan kecerdasan buatan
Bahan kajian ini menutup silabus dan mengubah seluruh pembahasan sebelumnya. Selama ini yang dibahas adalah manusia mempengaruhi manusia. Di sini yang mempengaruhi adalah sistem yang belajar dari perilaku orang yang dipengaruhinya, dan menyesuaikan diri lebih cepat daripada kemampuan orang itu menyadarinya.
Perbedaan pokoknya dapat dinyatakan secara ringkas. Dorongan halus dalam pengertian klasik bersifat sama untuk semua orang, tetap sepanjang waktu, dan pada prinsipnya dapat diperiksa siapa saja. Dorongan yang digerakkan algoritma bersifat berbeda untuk tiap orang, berubah setiap saat, dan tidak dapat diperiksa dari luar karena tidak ada dua orang yang melihat hal yang sama. Karen Yeung menyebutnya dorongan berlipat.
Persoalan kedua menyangkut ketergantungan pada saran mesin. Ketika sistem memberi rekomendasi yang umumnya benar, orang cenderung menerima juga rekomendasi yang keliru, dan kecenderungan ini menguat seiring waktu karena pengalaman sebelumnya membangun kepercayaan. Bagi penelitian perilaku, hal ini membuka pertanyaan baru tentang bagaimana keahlian manusia terpelihara atau justru merosot ketika sebagian besar keputusan rutin diambil alih sistem.
- Dorongan berlipat
- hypernudge
- Teknologi persuasif
- persuasive technology
- Corak gelap antarmuka
- dark patterns
- Kepatuhan berlebih pada mesin
- automation bias
- Perilaku mesin
- machine behaviour
Latihan 1
Diagnostik pilihan ganda
Kerjakan seluruhnya sebelum membuka satu pun kunci. Pengecohnya diambil dari kekeliruan yang paling sering muncul ketika ilmu perilaku dipakai untuk merancang kebijakan atau pelatihan.
DellaVigna dan Linos menemukan rata-rata dampak intervensi perilaku di dua unit pemerintah sebesar 1,4 poin persentase, sementara jurnal akademik melaporkan 8,7 poin persentase untuk intervensi sejenis. Penjelasan utama selisih itu adalah:
- Unit pemerintah kurang terampil merancang intervensi
- Penerbitan selektif pada jurnal, diperparah kekuatan statistik yang rendah
- Populasi yang dilayani pemerintah lebih sulit dipengaruhi
- Intervensi pemerintah dijalankan dengan anggaran lebih kecil
Buka kunci dan pembahasan
Jawaban: b. Menurut analisis mereka, sekitar tujuh puluh persen selisih berasal dari penerbitan selektif dan kekuatan statistik yang rendah, sedangkan sisanya sebagian besar dari perbedaan sifat intervensinya. Perhatikan implikasinya untuk pekerjaan Anda. Angka yang terbit di jurnal bukan perkiraan jujur atas apa yang akan terjadi bila intervensi dijalankan pada populasi nyata, melainkan angka terbaik dari sekumpulan percobaan yang tidak seluruhnya sampai ke penerbitan.
Sebuah instansi mengukur budaya organisasinya dengan kuesioner Hofstede, memperoleh skor jarak kuasa yang tinggi, lalu menyimpulkan bahwa seorang kepala seksi tertentu kemungkinan besar enggan menyampaikan pendapat kepada atasannya. Kekeliruan yang terjadi adalah:
- Ukuran sampel terlalu kecil
- Kuesioner tidak diterjemahkan dengan baik
- Menyimpulkan sifat individu dari data tingkat kelompok
- Tidak menguji reliabilitas instrumen
Buka kunci dan pembahasan
Jawaban: c. Ini kekeliruan lintas tingkat. Skor jarak kuasa adalah rata-rata pada tingkat kelompok, dan sebaran di dalam kelompok bisa sangat lebar sehingga banyak individu berada jauh dari rata-rata itu. Pilihan a, b, dan d menyangkut mutu pengukuran dan tetap tidak akan menyelamatkan kesimpulannya, sebab persoalannya bukan pada ketepatan angka melainkan pada tingkat mana angka itu boleh dipakai.
Menurut Argyris dan Schön, pembelajaran dua putaran terjadi ketika:
- Pelatihan diulang dua kali dalam setahun
- Organisasi memeriksa asumsi yang melahirkan target, bukan hanya memperbaiki tindakan agar target tercapai
- Evaluasi dilakukan oleh pihak internal dan eksternal
- Umpan balik dikumpulkan dari atasan dan bawahan
Buka kunci dan pembahasan
Jawaban: b. Putaran pertama memperbaiki tindakan tanpa menyentuh asumsi. Putaran kedua menjangkau lebih ke belakang, ke pertanyaan apakah target dan asumsinya sendiri masih layak dipertahankan. Pilihan c dan d adalah variasi teknis evaluasi yang seluruhnya masih berada pada putaran pertama selama asumsi dasarnya tidak dipersoalkan.
Menurut syarat yang dirumuskan Kahneman dan Klein, penilaian intuitif seorang ahli dapat dipercaya bila:
- Ia memiliki pengalaman lebih dari sepuluh tahun
- Ia memiliki jabatan senior dan reputasi baik
- Lingkungannya cukup teratur sehingga ada pola yang dapat dipelajari, dan ia memperoleh umpan balik yang cepat dan jelas
- Ia merasa yakin terhadap penilaiannya
Buka kunci dan pembahasan
Jawaban: c. Lama pengalaman saja tidak cukup, sebab pengalaman hanya membentuk keahlian bila lingkungannya menyediakan pola dan umpan balik yang memungkinkan pola itu terpelajari. Pilihan d justru berbahaya karena rasa yakin tumbuh seiring pengalaman bahkan pada bidang yang tidak menyediakan kedua syarat tersebut. Sebagian besar keputusan kebijakan berada pada keadaan yang polanya ada tetapi umpan baliknya tiba bertahun kemudian, sehingga di sana intuisi perlu dibantu prosedur.
Temuan Henrich, Heine, dan Norenzayan tentang sampel WEIRD paling tepat dipakai untuk:
- Menolak seluruh temuan psikologi Barat sebagai tidak berlaku
- Memperlakukan keberlakuan temuan di Indonesia sebagai pertanyaan empiris yang harus diuji, bukan sebagai asumsi
- Membuktikan bahwa budaya Indonesia unik dan tidak dapat dibandingkan
- Menunjukkan bahwa penelitian lintas budaya tidak mungkin dilakukan
Buka kunci dan pembahasan
Jawaban: b. Pilihan a dan c sama-sama berlebihan dan justru menutup penelitian. Argumen mereka bersifat metodologis, yaitu bahwa keumuman suatu temuan tidak boleh diandaikan melainkan harus ditunjukkan. Ini justru membuka peluang kontribusi, sebab menguji ulang temuan mapan pada populasi yang berbeda dan menemukan mekanismenya bekerja berbeda merupakan sumbangan yang sah pada batas keberlakuan teori.
Dalam model perpindahan pengetahuan Nonaka, kuadran yang paling sulit dan paling sering dilewati organisasi adalah:
- Kombinasi, yaitu menggabungkan dokumen menjadi dokumen baru
- Eksternalisasi, yaitu menuliskan pengetahuan yang selama ini hanya ada di kepala
- Internalisasi, yaitu mempraktikkan sampai menjadi kebiasaan
- Sosialisasi, yaitu belajar dengan mengamati
Buka kunci dan pembahasan
Jawaban: b. Eksternalisasi menuntut orang menyatakan sesuatu yang menurut Polanyi memang sulit dinyatakan, sebab kita mengetahui lebih banyak daripada yang dapat kita katakan. Sebagian besar program manajemen pengetahuan berhenti pada kuadran kombinasi karena kuadran itu yang paling mudah dikerjakan dan paling mudah dilaporkan, yaitu menyusun dokumen dari dokumen. Hasilnya adalah repositori yang lengkap tetapi tidak memuat pengetahuan yang sesungguhnya menentukan hasil kerja.
Kritik utama Gigerenzer terhadap program heuristik dan bias adalah:
- Eksperimennya tidak pernah direplikasi
- Banyak jalan pintas yang disebut bias sebenarnya bekerja baik pada lingkungan tempat ia terbentuk, dan hanya tampak keliru pada soal laboratorium
- Manusia sebenarnya sepenuhnya rasional
- Kahneman dan Tversky tidak menggunakan metode statistik yang tepat
Buka kunci dan pembahasan
Jawaban: b. Gigerenzer tidak menyatakan bahwa manusia rasional dalam pengertian model ekonomi klasik, sehingga pilihan c keliru. Argumennya adalah bahwa rasionalitas harus dinilai relatif terhadap lingkungan, dan bahwa aturan sederhana kerap mengungguli model rumit ketika informasi terbatas dan ketidakpastian tinggi. Titik temu kedua kubu terletak pada syarat Kahneman dan Klein tentang kapan intuisi dapat dipercaya.
Perbedaan pokok antara dorongan halus klasik dan dorongan yang digerakkan algoritma adalah:
- Yang kedua memakai teknologi yang lebih canggih
- Yang kedua lebih efektif dalam segala keadaan
- Yang kedua dipersonalisasi dan berubah terus, sehingga tidak ada rancangan tunggal yang dapat diperiksa dari luar
- Yang kedua tidak melibatkan arsitektur pilihan
Buka kunci dan pembahasan
Jawaban: c. Perbedaannya bersifat kelembagaan dan etis, bukan sekadar teknis. Dorongan klasik dapat diperiksa siapa saja karena semua orang melihat rancangan yang sama. Ketika tiap orang melihat tampilan berbeda yang disusun dari riwayat perilakunya sendiri dan berubah mengikuti reaksinya, pengawas kehilangan objek yang dapat diperiksa, dan peneliti kehilangan kelompok pembanding alami.
Model delapan langkah Kotter tentang perubahan organisasi paling tepat diperlakukan sebagai:
- Teori yang telah diuji secara empiris dan terbukti meningkatkan keberhasilan
- Kerangka praktik yang berguna untuk menyusun tindakan, tetapi tidak memiliki dasar pengujian sistematis
- Model yang telah digantikan sepenuhnya oleh pendekatan lain
- Teori yang hanya berlaku pada perusahaan Amerika
Buka kunci dan pembahasan
Jawaban: b. Model itu disusun dari pengamatan atas kasus, bukan dari pengujian sistematis, dan sejauh ini tidak ada bukti kuat bahwa menjalankan kedelapan langkah secara berurutan menghasilkan tingkat keberhasilan lebih tinggi. Hal ini bukan alasan membuangnya, sebab kerangka praktik tetap berguna untuk menyusun tindakan. Yang keliru adalah menyebutnya teori dalam tulisan akademik, sebab pada saat itulah penguji akan menanyakan bukti pengujiannya.
Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa kampanye iklan berhasil karena delapan puluh persen responden menyatakan berniat membeli produknya. Kelemahan pokoknya adalah:
- Persentasenya terlalu tinggi sehingga mencurigakan
- Responden tidak dipilih secara acak
- Yang diukur adalah pernyataan niat, bukan perilaku, dan jarak antara keduanya lebar serta tidak tetap
- Tidak ada kelompok pembanding
Buka kunci dan pembahasan
Jawaban: c. Pilihan d juga merupakan kelemahan nyata dan layak disebutkan, tetapi pilihan c lebih mendasar sebab ia menyangkut kesesuaian antara yang diukur dan yang diklaim. Bahkan dengan kelompok pembanding dan pemilihan acak yang sempurna, penelitian itu tetap hanya dapat menyimpulkan sesuatu tentang niat yang dinyatakan. Menyimpulkan keberhasilan kampanye menuntut ukuran perilaku, misalnya data penjualan atau pencatatan tindakan nyata.
Latihan 2
Esai singkat
Jawablah masing-masing dalam tiga sampai lima kalimat, dalam bentuk rangkaian sebab akibat.
Jelaskan mengapa krisis replikasi mengubah cara seorang kandidat doktor menyusun kerangka teoretisnya.
Buka jawaban model
Sebelumnya, sebuah temuan yang terbit di jurnal bereputasi dan banyak dikutip dapat diperlakukan sebagai landasan yang aman. Upaya replikasi berskala besar menunjukkan bahwa sebagian besar temuan semacam itu tidak bertahan ketika diulang, dan bahwa banyaknya kutipan tidak berkorelasi dengan keberhasilan replikasi. Akibatnya, memilih landasan teoretis kini menuntut langkah tambahan, yaitu menelusuri apakah temuan tersebut pernah diuji ulang oleh tim lain dan apa hasilnya. Langkah ini memakan waktu singkat tetapi menentukan, sebab kerangka yang dibangun di atas temuan yang kemudian gugur akan runtuh pada saat ujian, dan waktu yang hilang tidak dapat diganti.
Mengapa selisih antara hasil jurnal dan hasil lapangan tidak berarti bahwa intervensi perilaku tidak berguna?
Buka jawaban model
Besar dampak dan nilai manfaat adalah dua hal berbeda. Dampak sebesar 1,4 poin persentase memang jauh lebih kecil daripada yang dilaporkan jurnal, tetapi ketika diterapkan pada puluhan juta orang, jumlah orang yang perilakunya berubah tetap besar dalam angka mutlak. Biayanya juga sangat rendah, sebab mengubah kalimat pada surat pemberitahuan hampir tidak menambah anggaran. Dengan demikian rasio manfaat terhadap biayanya dapat tetap sangat baik meski efeknya kecil. Yang keliru bukan memakai intervensi perilaku, melainkan memakai angka jurnal sebagai dasar perhitungan manfaat, dan memakai intervensi semacam itu sebagai pengganti perbaikan struktural yang sebenarnya diperlukan.
Apa yang dimaksud kekeliruan lintas tingkat, dan mengapa ia sering terjadi dalam penelitian perilaku organisasi?
Buka jawaban model
Kekeliruan lintas tingkat terjadi ketika kesimpulan pada satu tingkat analisis ditarik dari data yang dikumpulkan pada tingkat lain. Bentuk yang paling umum adalah menyimpulkan sifat individu dari rata-rata kelompok, misalnya menduga perilaku seorang pegawai dari skor budaya instansinya. Kekeliruan ini sering terjadi pada perilaku organisasi karena datanya hampir selalu dikumpulkan dari individu melalui kuesioner, lalu dirata-ratakan untuk mewakili unit atau organisasi, sehingga perpindahan tingkat terjadi tanpa disadari. Untuk mengesahkan perpindahan itu diperlukan pengujian bahwa jawaban individu memang cukup seragam sehingga rata-ratanya bermakna, dan pengujian tersebut justru sering dilewati.
Jelaskan mengapa metode etnografis dapat menemukan hal yang tidak akan pernah muncul dalam survei.
Buka jawaban model
Survei menuntut peneliti menuliskan pertanyaan dan pilihan jawaban sebelum data dikumpulkan, sehingga kategori yang tersedia sudah ditentukan oleh pemahaman awal peneliti. Bila pemahaman awal itu keliru, survei tetap akan menghasilkan data yang rapi dan dapat dianalisis, tetapi seluruhnya berada di dalam kerangka yang salah. Metode etnografis tidak menetapkan kategori di muka, melainkan membentuknya dari pengamatan atas apa yang benar-benar dilakukan orang dan apa arti tindakan itu bagi mereka. Metode ini juga menjangkau selisih antara yang dikatakan dan yang dilakukan, yaitu wilayah yang tidak terjangkau kuesioner karena kuesioner hanya merekam pernyataan. Karena itu metode ini paling tepat dipakai ketika peneliti belum yakin bahwa ia sudah memiliki pertanyaan yang benar.
Mengapa pelatihan yang berhasil belum tentu menghasilkan pembelajaran organisasi?
Buka jawaban model
Pelatihan memindahkan pengetahuan kepada individu, sehingga keberhasilannya diukur dari perubahan pada diri peserta. Pembelajaran organisasi terjadi ketika rutinitas kerja organisasi itu sendiri berubah, dan perubahan itu bertahan meski orangnya berganti. Peserta dapat kembali ke unit kerjanya dengan pengetahuan baru namun menghadapi prosedur, insentif, dan kebiasaan atasan yang tidak berubah, sehingga pengetahuan itu tidak pernah dipakai. Dalam istilah Argyris dan Schön, yang berubah adalah teori yang dianut peserta, sementara teori yang dipakai organisasi tetap sama. Karena itu evaluasi yang berhenti pada kepuasan peserta dan penambahan pengetahuan tidak menyentuh persoalan ini sama sekali.
Dalam kondisi apa intuisi seorang pengambil kebijakan senior sebaiknya tidak dipercaya, dan apa penggantinya?
Buka jawaban model
Intuisi tidak dapat diandalkan ketika salah satu dari dua syarat pembentuk keahlian tidak terpenuhi, yaitu keteraturan lingkungan dan ketersediaan umpan balik yang cepat serta jelas. Sebagian besar keputusan kebijakan berada pada keadaan tempat pola mungkin ada tetapi akibat keputusan baru terlihat bertahun kemudian, sering setelah pejabatnya berganti, sehingga umpan balik yang diperlukan tidak pernah tiba. Dalam keadaan itu, rasa yakin yang tumbuh seiring lama bertugas bukan tanda keahlian melainkan tanda bahwa koreksi tidak pernah terjadi. Penggantinya bukan menolak penilaian manusia, melainkan menopangnya dengan prosedur, misalnya membandingkan rencana dengan kelas kasus serupa di masa lalu, menetapkan kriteria penilaian sebelum melihat data, dan mencatat prediksi secara tertulis agar dapat diperiksa kemudian.
Apa yang secara mendasar berubah dalam etika mempengaruhi ketika yang mempengaruhi adalah sistem yang belajar?
Buka jawaban model
Pembelaan klasik atas dorongan halus bersandar pada dua syarat, yaitu bahwa pilihan lain tetap tersedia dan bahwa rancangannya pada prinsipnya dapat diketahui dan diperiksa. Syarat kedua runtuh ketika sistem menyusun tampilan yang berbeda bagi tiap orang berdasarkan riwayat perilakunya dan mengubahnya terus-menerus. Tidak ada satu rancangan yang dapat diperiksa pengawas, dan tidak ada dua orang yang mengalami hal yang sama sehingga pembandingan pun sulit dilakukan. Selain itu, sistem semacam ini mengoptimalkan sasaran yang ditetapkan pemiliknya, bukan kepentingan penggunanya, sehingga syarat pertama pun melemah ketika biaya untuk memilih berbeda dinaikkan secara halus. Akibatnya, pengawasan tidak lagi dapat bersandar pada pemeriksaan rancangan dan harus bergeser ke pemeriksaan hasil serta akses terhadap data.
Anda hendak menguji apakah suatu temuan perilaku dari literatur internasional berlaku pada konteks Indonesia. Bagaimana merumuskan kontribusinya agar tidak sekadar pengulangan?
Buka jawaban model
Pengujian ulang pada konteks baru merupakan kontribusi pada batas keberlakuan, dan itu sah tetapi lemah bila berhenti sebagai pengulangan. Kontribusinya menguat ketika Anda merumuskan lebih dahulu mekanisme mana dalam temuan asli yang diduga bekerja berbeda, dan mengapa. Sebagai contoh, bila temuan asli bersandar pada rasa malu terhadap perbandingan sosial, dan konteks yang Anda teliti memiliki struktur kelompok rujukan yang berbeda, maka prediksi Anda seharusnya berbeda dari prediksi teori asli, bukan sekadar lebih lemah atau lebih kuat. Rancangan yang paling informatif adalah yang hasilnya berbeda menurut kedua kemungkinan tersebut, sehingga apa pun hasilnya, sesuatu dipelajari. Dengan cara ini kontribusinya bukan lagi bahwa temuan itu berlaku atau tidak di Indonesia, melainkan bahwa mekanismenya bergantung pada kondisi tertentu yang sebelumnya tidak dikenali.
Latihan 3
Studi kasus
Pengingat yang diharapkan menyelesaikan segalanya. Sebuah instansi menghadapi tingkat kepatuhan pelaporan berkala yang rendah. Seorang pejabat mengusulkan pengiriman pesan pengingat yang mencantumkan bahwa sebagian besar pelaku usaha sejenis sudah melaporkan tepat waktu, dengan merujuk satu eksperimen terkenal yang melaporkan kenaikan kepatuhan sebesar lima belas poin persentase. Ia mengusulkan agar program ini menggantikan rencana perbaikan sistem pelaporan yang biayanya jauh lebih besar.
Nilai usulan tersebut, dan sebutkan apa yang perlu dilakukan sebelum keputusan diambil.
Buka pembahasan
Persoalan pertama, angka yang dipakai. Lima belas poin persentase berasal dari literatur akademik, dan menurut DellaVigna dan Linos angka semacam itu rata-rata enam kali lebih besar daripada hasil unit perilaku pemerintah pada uji lapangan. Perkiraan yang lebih jujur untuk perencanaan berada di kisaran satu sampai dua poin persentase. Perhitungan manfaat yang memakai angka jurnal akan gagal memenuhi janjinya, dan kegagalan itu nanti akan dibaca sebagai kegagalan ilmu perilaku.
Persoalan kedua, diagnosis yang belum dilakukan. Intervensi berbasis norma sosial mengandaikan bahwa orang mampu melapor tetapi lalai. Bila kenyataannya orang tidak melapor karena sistemnya sering gagal, petunjuknya berubah-ubah, atau syaratnya tidak dipahami, maka mekanisme yang diandaikan tidak ada, dan intervensi itu tidak akan bekerja sekuat apa pun pesannya. Langkah pertama yang benar adalah mencari tahu penyebabnya, dan untuk itu wawancara mendalam pada sejumlah kecil pelaku usaha akan lebih berguna daripada survei.
Persoalan ketiga, penggantian yang tidak sah. Menjadikan intervensi perilaku sebagai pengganti perbaikan struktural adalah pemakaian yang keliru. Keduanya menjawab hambatan yang berbeda, dan intervensi perilaku bekerja paling baik justru setelah hambatan struktural dikurangi.
Yang perlu dilakukan. Jalankan diagnosis penyebab lebih dahulu. Bila hambatan kelalaian memang terbukti ada, uji intervensi tersebut sebagai uji acak dengan kelompok pembanding pada sebagian penerima, tetapkan ukuran keberhasilan berupa perilaku pelaporan nyata dan bukan pernyataan niat, dan pastikan jumlah pesertanya cukup untuk mendeteksi kenaikan sebesar satu sampai dua poin persentase. Perbaikan sistem tetap dijalankan sebagai jalur terpisah.
Pelatihan yang tidak mengubah apa pun. Sebuah lembaga menyelenggarakan pelatihan pelayanan prima selama tiga hari untuk dua ratus pegawai. Evaluasi menunjukkan kepuasan peserta 4,6 dari 5 dan kenaikan skor tes pengetahuan yang bermakna secara statistik. Enam bulan kemudian, keluhan masyarakat atas kualitas layanan tidak berubah sama sekali. Pimpinan menyimpulkan bahwa pesertanya kurang berkomitmen dan mengusulkan pelatihan penyegaran.
Diagnosis apa yang lebih masuk akal, dan bagaimana seharusnya evaluasi dirancang?
Buka pembahasan
Yang sebenarnya diukur. Kepuasan peserta mengukur pengalaman selama pelatihan, dan skor tes mengukur pengetahuan pada saat pelatihan berakhir. Tidak satu pun dari keduanya mengukur perilaku di tempat kerja, apalagi hasil bagi masyarakat. Kesimpulan bahwa pelatihannya berhasil karena kedua angka itu tinggi adalah kesimpulan tentang hal yang berbeda dari yang diklaim.
Diagnosis yang lebih masuk akal. Kemungkinan terbesar bukan kurangnya komitmen peserta, melainkan bahwa lingkungan kerja tidak mendukung perilaku baru. Dalam istilah Argyris dan Schön, teori yang dianut berubah pada diri peserta, sementara teori yang dipakai organisasi tetap sama. Bila prosedur, beban kerja, kewenangan, dan cara atasan menilai kinerja tidak berubah, perilaku lama akan kembali dalam hitungan minggu, dan itu terjadi bukan karena orangnya melainkan karena sistemnya.
Mengapa pelatihan penyegaran tidak akan menolong. Mengulangi hal yang sama dengan harapan hasil berbeda adalah pembelajaran satu putaran pada tingkat kelembagaan. Putaran kedua menuntut pertanyaan yang tidak nyaman, yaitu apakah pelatihan memang alat yang tepat untuk persoalan ini.
Rancangan evaluasi yang lebih baik. Tetapkan ukuran perilaku yang dapat diamati di tempat kerja dan kumpulkan sebelum serta sesudah pelatihan, misalnya waktu tanggap, kelengkapan penjelasan, atau proporsi pengaduan berulang. Sertakan unit pembanding yang belum mengikuti pelatihan agar perubahan dapat dipisahkan dari tren umum. Kumpulkan juga data tentang hambatan penerapan lewat wawancara pada peserta beberapa bulan setelahnya, sebab dari situlah akan terlihat unsur sistem mana yang menghalangi.
Sistem yang belajar dari penggunanya. Sebuah layanan publik daring hendak menambahkan mesin rekomendasi yang menampilkan urutan menu dan pesan berbeda bagi tiap pengguna, disesuaikan dari riwayat perilakunya, dengan sasaran meningkatkan penyelesaian pengajuan. Tim teknis menyatakan bahwa hal ini setara dengan penerapan dorongan halus yang sudah lazim di banyak negara.
Apakah penyetaraan itu tepat, dan pengaman apa yang perlu ditambahkan?
Buka pembahasan
Penyetaraan itu tidak tepat. Dorongan halus klasik bersifat sama bagi semua orang dan tetap sepanjang waktu, sehingga rancangannya dapat diperiksa siapa saja, termasuk pengawas dan peneliti independen. Sistem yang menyesuaikan diri bagi tiap orang menghilangkan objek yang dapat diperiksa itu. Tidak ada satu rancangan yang dapat dinilai, dan tidak ada dua pengguna yang mengalami hal yang sama.
Persoalan sasaran. Sistem akan mengoptimalkan apa pun yang ditetapkan sebagai sasaran. Bila sasarannya penyelesaian pengajuan, sistem dapat belajar menekan tampilan pilihan yang sah tetapi memperlambat penyelesaian, misalnya tautan bantuan atau pilihan menunda. Perilaku semacam itu tidak dirancang siapa pun, melainkan muncul dari sasaran yang ditetapkan, dan tidak akan terdeteksi kecuali dicari secara sengaja.
Persoalan keadilan. Personalisasi berarti kelompok pengguna yang berbeda menerima perlakuan yang berbeda. Pada layanan komersial hal itu mungkin dapat diterima. Pada layanan publik, perbedaan perlakuan yang sistematis antarkelompok warga menyentuh asas kesetaraan pelayanan dan tidak dapat diserahkan pada keputusan sistem.
Pengaman yang perlu ditambahkan. Pertama, catat dan simpan tampilan yang diterima tiap pengguna sehingga pemeriksaan sesudah kejadian tetap mungkin dilakukan. Kedua, tetapkan sebagian pengguna sebagai kelompok pembanding yang menerima tampilan seragam, karena tanpa itu dampak sistem tidak dapat diukur. Ketiga, tetapkan ukuran yang dipantau selain sasaran utama, khususnya kesetaraan hasil antarkelompok dan tingkat keberhasilan pengguna yang paling tidak melek teknologi. Keempat, batasi ruang yang boleh dipersonalisasi, misalnya urutan tampilan boleh berbeda tetapi ketersediaan dan keterlihatan pilihan tidak boleh.
Latihan 4
Audit atas rancangan intervensi perilaku Anda sendiri
Ambil satu rencana intervensi atau satu rencana penelitian perilaku yang sedang Anda kerjakan, lalu jawab kesembilan pertanyaan berikut secara tertulis. Pertanyaan yang tidak dapat Anda jawab menandai titik lemah yang akan ditemukan penguji.
- Perilaku apa persisnya yang hendak saya ubah, dinyatakan sebagai tindakan yang dapat diamati dan dihitung, bukan sebagai sikap atau kesadaran?
- Apa penyebab perilaku sekarang, dan dari mana saya tahu, sebab intervensi yang menyasar penyebab yang keliru tidak akan bekerja sebaik apa pun rancangannya?
- Apakah hambatannya berupa kelalaian, ketidaktahuan, ketidakmampuan, atau ketidakpercayaan, sebab keempatnya menuntut penanganan yang berbeda?
- Temuan mana yang saya jadikan landasan, apakah pernah diuji ulang oleh tim lain, dan apa hasilnya?
- Apakah peserta pada penelitian asli menyerupai orang yang hendak saya pengaruhi, terutama dalam hal yang menggerakkan mekanismenya?
- Berapa besar dampak yang realistis saya harapkan bila saya memakai angka lapangan dan bukan angka jurnal, dan apakah jumlah peserta saya cukup untuk mendeteksi dampak sebesar itu?
- Apa kelompok pembandingnya, dan bila tidak ada, bagaimana saya memisahkan pengaruh intervensi dari tren yang berjalan dengan sendirinya?
- Ukuran keberhasilan mana yang merupakan perilaku nyata, dan mana yang hanya pernyataan niat atau sikap?
- Apa akibat yang tidak saya inginkan tetapi mungkin terjadi, dan ukuran apa yang akan saya pantau untuk mendeteksinya?
Pertanyaan kedua dan keempat yang paling menentukan. Bila pertanyaan kedua tidak terjawab, Anda merancang obat sebelum mendiagnosis penyakit. Bila pertanyaan keempat tidak terjawab, Anda berisiko membangun seluruh rancangan di atas temuan yang sudah gugur.
Persiapan
Persiapan pertemuan dan pemilihan buku untuk diringkas
Bacaan yang paling berdampak bila waktunya terbatas
Bila hanya ada beberapa jam, bacalah tulisan Henrich, Heine, dan Norenzayan tentang sampel WEIRD, lalu bagian pembuka artikel DellaVigna dan Linos. Keduanya pendek dan keduanya akan mengubah cara Anda membaca semua bacaan berikutnya. Setelah itu, bab pembuka Nudge memberi gambaran yang cukup untuk mengikuti diskusi pertemuan awal.
Memilih buku untuk tugas ringkasan
Pilih buku yang memiliki argumen tunggal yang dapat diperdebatkan, bukan buku yang berisi kumpulan temuan menarik. Buku jenis kedua sulit diringkas pada jenjang doktoral karena tidak ada argumen yang dapat direkonstruksi dan dinilai. Beberapa pilihan yang memenuhi syarat itu beserta apa yang dapat Anda persoalkan darinya:
| Buku | Argumen tunggalnya | Yang dapat Anda persoalkan |
|---|---|---|
| Thaler dan Sunstein Nudge | Arsitektur pilihan selalu ada, sehingga pertanyaannya bukan apakah mempengaruhi melainkan ke arah mana | Besar dampak nyata di lapangan, dan apakah paternalisme libertarian benar-benar menjaga otonomi |
| Kahneman Thinking, Fast and Slow | Penyimpangan dari model rasional bersifat sistematis dan dapat diramalkan | Bab tentang pemaparan bawah sadar yang penulisnya sendiri nyatakan bersandar bukti terlalu lemah |
| Gigerenzer Gut Feelings atau Rationality for Mortals | Aturan sederhana kerap mengungguli model rumit pada lingkungan yang tepat | Sejauh mana klaim ini dapat diuji, dan bagaimana menentukan lingkungan mana yang tepat sebelum kejadian |
| Henrich The WEIRDest People in the World | Ciri psikologis masyarakat Barat terbentuk oleh sejarah kelembagaan tertentu | Kekuatan bukti sejarah yang dipakai untuk menopang klaim kausal berskala besar |
| Sharp How Brands Grow | Pertumbuhan merek berasal dari menjangkau pembeli ringan, bukan dari kesetiaan | Sejauh mana pola empirisnya berlaku di luar kategori barang konsumsi yang ia teliti |
Yang perlu Anda kuasai secara aktif
- Menyebutkan tiga tingkat analisis perilaku organisasi dan satu contoh kekeliruan lintas tingkat
- Menjelaskan selisih antara hasil jurnal dan hasil lapangan beserta penyebabnya
- Membedakan teori yang dianut dari teori yang dipakai dengan satu contoh dari tempat kerja Anda
- Menyebutkan dua syarat agar intuisi ahli dapat dipercaya
- Menyatakan perbedaan pokok antara dorongan halus klasik dan dorongan algoritmik
Pertanyaan yang layak diajukan di kelas
- Bila sepertiga temuan psikologi tidak bertahan saat direplikasi, atas dasar apa kita memutuskan temuan mana yang layak dijadikan landasan disertasi?
- Apakah intervensi perilaku pada layanan publik yang bersifat wajib masih dapat disebut dorongan halus, mengingat pilihan untuk tidak patuh sebenarnya tidak tersedia?
- Bagaimana menguji kesahihan kerangka nilai yang disusun di Barat pada konteks Indonesia tanpa sekadar menerjemahkan kuesionernya?
- Bila sebagian besar keputusan kebijakan berada pada keadaan yang umpan baliknya tidak pernah tiba tepat waktu, prosedur apa yang paling realistis untuk menopang penilaian pejabat?
Jawaban biasa menyebutkan temuan dan menerapkannya. Jawaban baik menyebutkan temuan, menyatakan seberapa kuat buktinya, lalu menerapkannya dengan kehati-hatian yang sesuai dengan kekuatan bukti tersebut. Pada bidang ini, kemampuan menakar kekuatan bukti lebih menentukan daripada banyaknya temuan yang Anda hafal.
Rujukan
Argyris, C., & Schön, D. A. (1978). Organizational Learning: A Theory of Action Perspective. Addison-Wesley.
Camerer, C. F., dkk. (2018). Evaluating the Replicability of Social Science Experiments in Nature and Science between 2010 and 2015. Nature Human Behaviour, 2, 637 sampai 644.
Cialdini, R. B. (2021). Influence: The Psychology of Persuasion (edisi baru dan diperluas). Harper Business.
DellaVigna, S., & Linos, E. (2022). RCTs to Scale: Comprehensive Evidence from Two Nudge Units. Econometrica, 90(1), 81 sampai 116.
Fisher, R., & Ury, W. (2011). Getting to Yes: Negotiating Agreement Without Giving In (edisi ke-3). Penguin.
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. Basic Books.
Gigerenzer, G. (2008). Rationality for Mortals: How People Cope with Uncertainty. Oxford University Press.
Henrich, J., Heine, S. J., & Norenzayan, A. (2010). The Weirdest People in the World? Behavioral and Brain Sciences, 33(2 dan 3), 61 sampai 83.
Hofstede, G. (2001). Culture's Consequences (edisi ke-2). Sage.
Kahneman, D. (2011). Thinking, Fast and Slow. Farrar, Straus and Giroux.
Kahneman, D., & Klein, G. (2009). Conditions for Intuitive Expertise: A Failure to Disagree. American Psychologist, 64(6), 515 sampai 526.
Kahneman, D., & Tversky, A. (1979). Prospect Theory: An Analysis of Decision under Risk. Econometrica, 47(2), 263 sampai 291.
Kotter, J. P. (1996). Leading Change. Harvard Business School Press.
Maier, M., dkk. (2022). No Evidence for Nudging after Adjusting for Publication Bias. Proceedings of the National Academy of Sciences, 119(31).
McSweeney, B. (2002). Hofstede's Model of National Cultural Differences and Their Consequences: A Triumph of Faith, a Failure of Analysis. Human Relations, 55(1), 89 sampai 118.
Mertens, S., dkk. (2022). The Effectiveness of Nudging: A Meta-analysis of Choice Architecture Interventions across Behavioral Domains. Proceedings of the National Academy of Sciences, 119(1).
Nonaka, I., & Takeuchi, H. (1995). The Knowledge-Creating Company. Oxford University Press.
Open Science Collaboration. (2015). Estimating the Reproducibility of Psychological Science. Science, 349(6251).
Polanyi, M. (1966). The Tacit Dimension. Routledge.
Schwartz, S. H. (2012). An Overview of the Schwartz Theory of Basic Values. Online Readings in Psychology and Culture, 2(1).
Senge, P. M. (1990). The Fifth Discipline. Doubleday.
Sharp, B. (2010). How Brands Grow. Oxford University Press.
Simon, H. A. (1955). A Behavioral Model of Rational Choice. Quarterly Journal of Economics, 69(1), 99 sampai 118.
Thaler, R. H., & Sunstein, C. R. (2008). Nudge: Improving Decisions About Health, Wealth, and Happiness. Yale University Press.
Tversky, A., & Kahneman, D. (1974). Judgment under Uncertainty: Heuristics and Biases. Science, 185(4157), 1124 sampai 1131.
Weick, K. E. (1995). Sensemaking in Organizations. Sage.
Weick, K. E., & Quinn, R. E. (1999). Organizational Change and Development. Annual Review of Psychology, 50, 361 sampai 386.
Yeung, K. (2017). Hypernudge: Big Data as a Mode of Regulation by Design. Information, Communication & Society, 20(1), 118 sampai 136.
Behavioural Insights Team. (2014). EAST: Four Simple Ways to Apply Behavioural Insights. London.