On Growing

Menerapkan PRISMA Dalam Telaah Pustaka

Menerapkan PRISMA Dalam Telaah Pustaka
Diagram PRISMA menunjukkan proses identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan penetapan literatur yang digunakan dalam penelitian.
TutorialPRISMA Protocol

Tutorial ini memandu langkah demi langkah cara menerapkan PRISMA, panduan pelaporan yang menjadi standar dalam tinjauan sistematis. Isinya diagram rinci tiap tahap, kompetensi yang bisa dicapai, tips belajar yang efektif dan efisien, serta latihan dan uji pemahaman yang semuanya sudah disertai jawaban.

Apa itu PRISMA?

PRISMA adalah singkatan dari Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses. Ia adalah panduan pelaporan tinjauan sistematis. Fokusnya pada keterbukaan, yaitu memastikan pembaca dapat melihat bagaimana sebuah tinjauan dikerjakan, mulai dari pencarian sampai studi yang akhirnya dipakai.

Perlu ditegaskan sejak awal, PRISMA tidak menggantikan proses mencari dan menilai jurnal. Ia mengatur cara melaporkannya agar rapi, lengkap, dan dapat ditelusuri ulang oleh orang lain. Versi yang berlaku saat ini adalah PRISMA 2020, pembaruan dari versi 2009. Isinya dua bagian utama, yaitu sebuah diagram alir dan sebuah checklist berisi 27 butir.

PRISMA juga memiliki beberapa pelengkap. Ada PRISMA-P untuk menuliskan protokol, PRISMA-S untuk melaporkan strategi pencarian, dan ekstensi lain seperti PRISMA-ScR untuk scoping review. Untuk memulai, cukup fokus lebih dulu pada dua hal, yaitu diagram alir dan checklist 27 butir. Sisanya bisa dipelajari setelah keduanya terasa nyaman.

Sebelum masuk ke detail, ada baiknya mengenali kerangka besarnya. Diagram alir PRISMA bergerak dalam tiga fase yang mengalir dari atas ke bawah.

Tiga Fase Diagram Alir PRISMA Kerangka besar sebelum masuk ke detail IDENTIFIKASI / Identification Mengumpulkan semua rekaman dari basis data dan sumber lain, lalu membuang duplikat. PENYARINGAN / Screening Menyaring judul dan abstrak, menilai teks lengkap, mencatat tiap pengeluaran. TERMASUK / Included Studi yang lolos semua tahap dan benar-benar dipakai dalam tinjauan.
Gambar 1. Tiga fase besar diagram alir PRISMA.

Membaca Diagram Alir, Kotak demi Kotak

Inilah jantung PRISMA. Diagram alir memperlihatkan perjalanan angka, dari ratusan rekaman yang ditemukan sampai segelintir studi yang benar-benar dipakai. Ada satu aturan emas yang perlu dipegang, yaitu setiap rekaman yang keluar harus disertai angka dan alasannya. Tidak boleh ada rekaman yang hilang tanpa penjelasan.

Diagram Alir PRISMA 2020 (versi ringkas) Setiap angka yang keluar selalu punya alasan (angka ilustrasi) Duplikat dihapus n = 320 Dikeluarkan saat skrining n = 760 Teks lengkap tak diperoleh n = 12 Dikeluarkan dengan alasan (populasi 40, bukan studi empiris 52, bahasa 28) n = 120 IDENTIFIKASI Rekaman ditemukan dari basis data n = 1.240 PENYARINGAN Rekaman disaring (judul & abstrak) n = 920 Laporan dicari teks lengkapnya n = 160 Laporan dinilai kelayakannya n = 148 TERMASUK Studi yang termasuk dalam tinjauan n = 28
Gambar 2. Diagram alir PRISMA 2020 versi ringkas. Angka bersifat ilustrasi.

Mari kita baca dari atas. Pada fase identifikasi, semua rekaman yang ditemukan dari basis data dihitung lebih dulu, lalu yang duplikat dibuang. Pada fase penyaringan, sisanya disaring melalui judul dan abstrak, dan yang tidak sesuai dikeluarkan. Rekaman yang lolos dicari teks lengkapnya, dan jika ada yang tidak bisa diperoleh, itu pun dicatat. Teks lengkap yang berhasil didapat kemudian dinilai kelayakannya, dan yang dikeluarkan harus disertai alasan yang jelas, misalnya populasi tidak sesuai atau bukan studi empiris. Yang tersisa pada fase termasuk adalah studi yang benar-benar dipakai.

Contoh di atas memakai satu basis data agar mudah dipahami. Dalam PRISMA 2020 yang lengkap, diagram juga menampung sumber lain, seperti register dan penelusuran manual dari daftar pustaka. Prinsipnya tetap sama, yaitu angka yang masuk dan keluar harus selalu seimbang dan beralasan.

Enam Langkah Menerapkannya

Diagram alir adalah hasil akhir yang dilaporkan. Untuk sampai ke sana, ada enam langkah yang ditempuh dari awal sampai akhir.

Enam Langkah Menerapkan PRISMA Dari menulis protokol sampai melaporkan hasil 1 Tulis & daftarkan protokol Susun protokol memakai PRISMA-P, lalu daftarkan lebih dulu (misalnya di PROSPERO) agar rencana terkunci sejak awal. 2 Tetapkan kriteria kelayakan Tentukan kriteria inklusi dan eksklusi yang jelas, biasanya dibantu kerangka PICO, sebelum mencari. 3 Rancang & jalankan pencarian Bangun string pencarian dengan operator Boolean, jalankan di beberapa basis data, dan catat lengkap (mengikuti PRISMA-S). 4 Saring dua penilai independen Dua orang menyaring judul/abstrak lalu teks penuh secara terpisah, dan menyelesaikan setiap perbedaan pendapat. 5 Ekstraksi data & nilai risiko bias Catat data penting tiap studi ke tabel, lalu nilai risiko bias dengan alat yang sesuai (misalnya RoB 2 atau ROBINS-I). 6 Laporkan sesuai PRISMA Lengkapi diagram alir PRISMA dan checklist 27 butir sehingga seluruh proses terbuka dan dapat ditelusuri ulang.
Gambar 3. Enam langkah menerapkan PRISMA, dari protokol sampai pelaporan.

Langkah pertama sering diremehkan, padahal paling menentukan. Menuliskan protokol dengan panduan PRISMA-P dan mendaftarkannya di PROSPERO membuat rencana terkunci sejak awal, sehingga tidak mudah berubah di tengah jalan. Setelah itu, kriteria kelayakan ditetapkan, pencarian dirancang dan didokumentasikan, penyaringan dikerjakan dua penilai agar lebih tepercaya, data diekstraksi sambil menilai risiko bias, dan akhirnya semuanya dilaporkan melalui diagram alir dan checklist 27 butir.

Checklist

Checklist PRISMA 2020: 27 Butir

Inilah daftar 27 butir yang disebut di depan, disajikan dwibahasa (Indonesia dan Inggris). Pakai sebagai gerbang akhir sebelum tinjauan dianggap selesai, lalu centang satu per satu. Klik tombol Contoh (EN) di tiap butir untuk melihat contoh penulisannya dalam bahasa Inggris. Rumusan resmi berbahasa Inggris tersedia di situs PRISMA (prisma-statement.org).

Kemajuan pemeriksaan0 / 27 tercentang
Judul
1
EN. Title. Identify the report as a systematic review.
Contoh (EN)
A systematic review of the effect of social media use on adolescent anxiety.
Abstrak
2
EN. Abstract. Report a structured abstract following the PRISMA 2020 for Abstracts checklist.
Contoh (EN)
Structured abstract with: Background, Objectives, Methods (eligibility, sources, risk of bias, synthesis), Results, Discussion, and Registration.
Pendahuluan
3
EN. Rationale. Describe the rationale for the review in the context of existing knowledge.
Contoh (EN)
Prior reviews predate short-form video platforms and reached mixed conclusions, so an updated synthesis is warranted.
4
EN. Objectives. Provide an explicit statement of the objective(s) or question(s) the review addresses.
Contoh (EN)
To determine whether higher social media use is associated with increased anxiety among adolescents aged 13-18.
Metode
5
EN. Eligibility criteria. Specify inclusion and exclusion criteria and how studies were grouped for the syntheses.
Contoh (EN)
Included: empirical studies, 2015-2025, English/Indonesian, participants aged 13-18. Excluded: editorials, non-empirical papers, adult-only samples.
6
EN. Information sources. Specify all sources searched and the date each was last searched.
Contoh (EN)
Scopus, Web of Science, PubMed and PsycINFO were searched on 15 March 2025; reference lists of included studies were also screened.
7
EN. Search strategy. Present the full search strategies for all sources, including any filters and limits.
Contoh (EN)
Scopus: TITLE-ABS-KEY(("social media" OR "media sosial") AND (anxiety OR "mental health") AND (adolescent* OR teenager*)) AND PUBYEAR > 2014.
8
EN. Selection process. Specify the methods to decide eligibility, how many reviewers screened each record, whether independently, and any automation tools.
Contoh (EN)
Two reviewers independently screened titles/abstracts then full texts; disagreements were resolved by discussion or a third reviewer. Rayyan was used.
9
EN. Data collection process. Specify how data were collected, by how many reviewers, whether independently, and how missing data were obtained.
Contoh (EN)
Two reviewers independently extracted data using a piloted form; study authors were contacted for missing information.
10
EN. Data items. (a) List and define all outcomes; (b) list all other variables and any assumptions about missing or unclear information.
Contoh (EN)
Outcomes: anxiety scores (e.g., GAD-7). Other variables: age, sample size, country, study design, and funding source.
11
EN. Study risk of bias assessment. Specify the tools used, how many reviewers assessed each study, and whether independently.
Contoh (EN)
Risk of bias was assessed independently by two reviewers using ROBINS-I for non-randomized studies.
12
EN. Effect measures. Specify the effect measure(s) used for each outcome.
Contoh (EN)
The standardized mean difference (SMD) was used for continuous anxiety outcomes.
13
EN. Synthesis methods. Describe how studies were grouped, data prepared, results displayed, synthesized (incl. meta-analysis model), and heterogeneity and sensitivity explored.
Contoh (EN)
Studies were grouped by design; a random-effects meta-analysis (DerSimonian-Laird) was run; heterogeneity via I-squared; subgroup by age; sensitivity by risk of bias. Software: R (metafor).
14
EN. Reporting bias assessment. Describe methods to assess risk of bias due to missing results.
Contoh (EN)
Publication bias was assessed using funnel plots and Egger's test.
15
EN. Certainty assessment. Describe methods to assess certainty in the body of evidence for each outcome.
Contoh (EN)
Certainty of evidence was rated using the GRADE approach.
Hasil
16
EN. Study selection. (a) Report the search and selection results, ideally with a flow diagram; (b) cite excluded near-misses with reasons.
Contoh (EN)
The search yielded 1,240 records; after removing 320 duplicates, 920 were screened and 28 studies were included (see PRISMA flow diagram). Excluded near-misses are listed with reasons in Appendix B.
17
EN. Study characteristics. Cite each included study and present its characteristics.
Contoh (EN)
Table 1 summarizes each study's country, design, sample size, and outcome measures.
18
EN. Risk of bias in studies. Present risk-of-bias assessments for each included study.
Contoh (EN)
Figure 2 presents the risk-of-bias judgments per domain for each included study.
19
EN. Results of individual studies. For each outcome, present per-study summary statistics and an effect estimate with its precision.
Contoh (EN)
For each study, group means (SD) and effect estimates with 95% CI are shown in a forest plot.
20
EN. Results of syntheses. (a) Summarize contributing studies; (b) present each synthesis with summary estimate, precision and heterogeneity; (c) causes of heterogeneity; (d) sensitivity analyses.
Contoh (EN)
Pooled SMD = 0.34 (95% CI 0.21-0.47), I-squared = 62%; subgroup and sensitivity analyses are reported in Table 3.
21
EN. Reporting biases. Present assessments of risk of bias due to missing results for each synthesis.
Contoh (EN)
Funnel plot asymmetry suggested possible small-study effects (Egger's test p = 0.03).
22
EN. Certainty of evidence. Present certainty assessments for each outcome.
Contoh (EN)
Certainty was rated moderate, downgraded for risk of bias and inconsistency.
Diskusi
23
EN. Discussion. (a) Interpret results in context; (b) limitations of the evidence; (c) limitations of the review process; (d) implications for practice, policy and future research.
Contoh (EN)
Findings align with prior reviews; limitations include observational designs and a language restriction; implications for schools and future longitudinal research are discussed.
Informasi Lain
24
EN. Registration and protocol. (a) Give registration info or state not registered; (b) where the protocol can be accessed; (c) explain any amendments.
Contoh (EN)
The review was registered in PROSPERO (CRD42025XXXXXX); the protocol is available at the registry. No amendments were made.
25
EN. Support. Describe sources of support and the role of funders.
Contoh (EN)
This review received no external funding.
26
EN. Competing interests. Declare any competing interests.
Contoh (EN)
The authors declare no competing interests.
27
EN. Availability of data, code and materials. Report which materials are publicly available and where.
Contoh (EN)
Data extraction forms, extracted data, and analysis code are available on the Open Science Framework (OSF) at the project link.
Kompetensi

Kompetensi yang Dapat Dicapai

Setelah menuntaskan tutorial dan latihannya, kita diharapkan mampu:

  • Menjelaskan apa itu PRISMA dan mengapa ia soal cara melaporkan, bukan sekadar mencari jurnal.
  • Membaca dan mengisi diagram alir PRISMA 2020 dengan angka yang konsisten dan beralasan.
  • Menyusun dan mendaftarkan protokol tinjauan memakai PRISMA-P dan PROSPERO.
  • Menetapkan kriteria kelayakan serta strategi pencarian yang terdokumentasi (PRISMA-S).
  • Menjalankan penyaringan dua penilai independen dan menyelesaikan perbedaan pendapat.
  • Melengkapi checklist 27 butir sebagai pemeriksaan akhir sebelum tinjauan dianggap selesai.
Tips Belajar

Cara Mencapai Kompetensi secara Efektif dan Efisien

Enam kebiasaan berikut menghemat banyak waktu dan mencegah kesalahan yang paling sering terjadi.

1
Mulai dari template resmi. Unduh diagram alir dan checklist langsung dari situs PRISMA (prisma-statement.org). Jangan menggambar dari nol.
2
Daftarkan protokol lebih dulu. Mendaftar di PROSPERO memaksa rencana matang sejak awal dan menghemat revisi di kemudian hari.
3
Isi diagram alir sambil berjalan. Catat angka tiap tahap begitu ada rekaman yang dikeluarkan, bukan menunggu akhir, supaya tidak ada angka yang hilang.
4
Pakai alat penyaring gratis. Rayyan memudahkan dua penilai bekerja terpisah lalu membandingkan hasil, sehingga penyaringan lebih cepat dan tepercaya.
5
Simpan satu berkas log pencarian. Tanggal, basis data, string, dan jumlah hasil. Inilah yang diminta PRISMA-S dan yang paling sering lupa dicatat.
6
Jadikan checklist 27 butir sebagai gerbang akhir. Sebelum menganggap tinjauan selesai, centang satu per satu. Butir yang belum tercentang menandai bagian yang masih perlu diperbaiki.
Tips · Scopus

Serba-serbi Scopus

Banyak pembaca menanyakan hal yang sama tentang Scopus. Berikut jawaban ringkas untuk pertanyaan yang paling sering muncul. Klik tiap pertanyaan untuk membukanya.

Apa itu Scopus?

Scopus adalah basis data abstrak dan sitasi milik Elsevier yang memuat literatur ilmiah yang sudah ditelaah sejawat (peer-reviewed), meliputi jurnal, prosiding konferensi, dan buku. Dua kegunaan utamanya adalah menemukan literatur untuk tinjauan, dan mengukur reputasi lewat metrik seperti CiteScore dan kuartil SJR (Q1 sampai Q4). Sebuah jurnal yang disebut "terindeks Scopus" berarti telah lolos seleksi tim Scopus dan masuk dalam basis data itu.

Bagaimana mencari jurnal di Scopus?

Buka scopus.com, lalu pilih Document search, atau Advanced search bila ingin kontrol penuh. Rangkai kata kunci memakai kode ruas, misalnya TITLE-ABS-KEY yang mencari di judul, abstrak, dan kata kunci sekaligus. Gunakan operator Boolean AND, OR, dan AND NOT; pakai tanda kutip untuk frasa; dan tanda bintang (*) untuk penggalan kata, misalnya adolescent* menangkap adolescent, adolescents, dan adolescence.

Batasi tahun dengan PUBYEAR, jenis dokumen dengan DOCTYPE (misalnya "ar" untuk artikel), dan bahasa lewat filter. Untuk pencarian yang rapat, ada operator kedekatan W/n (dua kata dalam jarak n kata, urutan bebas) dan PRE/n (kata pertama mendahului kata kedua sejauh n). Setelah hasil muncul, saring lewat panel di kiri, lalu ekspor sitasi (format RIS, CSV, atau BibTeX) ke Mendeley, Zotero, atau EndNote.

Contoh string Boolean untuk Scopus

Pencarian sederhana:

TITLE-ABS-KEY ( "systematic literature review" AND "e-learning" )

Lebih lengkap, dengan batasan tahun, jenis dokumen, dan bahasa:

TITLE-ABS-KEY ( ( "social media" OR "media sosial" ) AND ( anxiety OR "mental health" ) AND ( adolescent* OR teenager* ) ) AND PUBYEAR > 2014 AND ( LIMIT-TO ( DOCTYPE , "ar" ) ) AND ( LIMIT-TO ( LANGUAGE , "English" ) )

Memakai operator kedekatan (dua kata dalam jarak tiga kata):

TITLE-ABS-KEY ( "climate" W/3 "adaptation" )

Selalu gunakan tanda kurung untuk mengelompokkan kata. Di Scopus, urutan pemrosesan AND dan OR bisa memengaruhi hasil, jadi kurung membuat maksud pencarian menjadi jelas.

Cara mendapatkan akun atau akses Scopus

Akses penuh ke Scopus berbasis langganan, dan biasanya disediakan oleh institusi seperti universitas atau lembaga penelitian melalui perpustakaannya. Jika kita mahasiswa, dosen, atau peneliti, masuklah lewat jaringan kampus atau akses jarak jauh yang disediakan perpustakaan.

Kita juga bisa membuat akun pribadi Elsevier secara gratis untuk menyimpan pencarian dan menyetel peringatan (alert), tetapi akun pribadi itu tetap membutuhkan langganan institusi agar dapat membuka dokumen. Tanpa langganan, tersedia Scopus Preview yang gratis untuk siapa saja, dipakai untuk memeriksa apakah sebuah jurnal terindeks, melihat CiteScore, dan menelusuri profil penulis, meski tidak bisa melakukan pencarian dokumen secara penuh.

Berapa biaya memperoleh akun Scopus?

Scopus dijual sebagai langganan kepada institusi, dan harganya tidak dipublikasikan secara terbuka. Besarannya ditentukan per institusi berdasarkan ukuran dan kebutuhan, melalui penawaran langsung dari Elsevier. Untuk perorangan, umumnya tidak ada langganan pribadi yang murah, dan jalur paling lazim tetap melalui institusi. Yang gratis untuk siapa saja hanyalah Scopus Preview.

Bila ada pihak yang menawarkan "akun Scopus pribadi murah" atau "akses seumur hidup", perlu diwaspadai. Elsevier tidak menjual akses semacam itu ke perorangan.
Cara submit manuscript ke jurnal terindeks Scopus

Hal pertama yang perlu dipahami, kita tidak mengirim naskah "ke Scopus". Kita mengirim ke sebuah jurnal yang terindeks Scopus. Langkahnya kurang lebih begini.

Mulailah dengan memastikan jurnalnya benar-benar masih terindeks. Cek di daftar sumber Scopus (scopus.com/sources) atau lewat Scopus Preview, lihat CiteScore dan kuartilnya, dan pastikan statusnya aktif, bukan "discontinued" atau dikeluarkan. Setelah itu, cocokkan topik naskah dengan aims and scope jurnal dan baca author guidelines dengan teliti. Kemudian siapkan naskah sesuai templat dan ikuti panduan pelaporan yang sesuai; untuk tinjauan sistematis, ikuti PRISMA. Kirim naskah lewat sistem daring jurnal, misalnya Editorial Manager, ScholarOne, atau OJS. Terakhir, jalani proses telaah sejawat, revisi, sampai keputusan. Setelah terbit, artikel akan muncul di Scopus dalam beberapa waktu.

Hati-hati jurnal dan agen predator

Scopus sendiri tidak memungut biaya agar sebuah artikel "masuk Scopus".

Waspadai agen atau jurnal yang menjanjikan "pasti terbit di Scopus", proses kilat, atau meminta pembayaran ke rekening pribadi. Sebelum mengirim, periksa jurnal di daftar sumber Scopus dan DOAJ, buka situs resmi jurnalnya, dan curigai biaya yang tidak wajar atau tidak transparan.

Sebagai catatan, banyak jurnal yang sah memungut Article Processing Charge (APC) untuk akses terbuka, dan itu berbeda dari membayar calo agar naskah "diterima".

Istilah yang sering ditanyakan

CiteScore adalah metrik dampak jurnal versi Scopus, yaitu rata-rata sitasi per dokumen dalam jendela tahun tertentu. SJR (SCImago Journal Rank) menimbang prestise sumber yang mengutip, dan dipakai untuk membagi jurnal ke dalam kuartil Q1 (teratas) sampai Q4. Scopus Author ID adalah pengenal penulis yang dibuat otomatis oleh Scopus, dan sebaiknya ditautkan ke ORCID. Bedanya dengan Web of Science, keduanya sama-sama basis data selektif berbayar dengan cakupan yang berbeda, sedangkan Google Scholar lebih luas tetapi kurang terkurasi.

Pengujian Pemahaman

Uji Pemahaman Kita

Kerjakan empat jenis soal berikut. Pilihan ganda langsung memberi tahu benar atau salah beserta pembahasan. Untuk esai, teka-teki, dan latihan, pikirkan dulu jawabannya, lalu buka kuncinya dengan tombol 🔑.

A. Pilihan Ganda

1. PRISMA pada dasarnya adalah?

Pembahasan: PRISMA adalah panduan pelaporan. Ia mengatur cara menyampaikan proses tinjauan, bukan cara mencari jurnal, dan bukan pula uji statistik seperti meta-analisis.

2. Dua komponen utama PRISMA 2020 adalah?

Pembahasan: PRISMA 2020 terdiri dari diagram alir (menggambarkan proses penyaringan) dan checklist 27 butir (memastikan semua bagian laporan lengkap).

3. Pada fase apa rekaman duplikat dibuang?

Pembahasan: Duplikat dibuang pada fase identifikasi, sebelum penyaringan judul dan abstrak dimulai.

4. Mengapa penyaringan sebaiknya dilakukan oleh dua penilai independen?

Pembahasan: Dua penilai yang bekerja terpisah lalu membandingkan hasil membantu menangkap keputusan yang terlewat dan menekan bias satu orang.

5. Panduan yang khusus dipakai untuk menulis dan mendaftarkan protokol adalah?

Pembahasan: PRISMA-P adalah panduan untuk protokol. PRISMA-S untuk pelaporan pencarian, dan PRISMA-ScR untuk scoping review.

B. Soal Esai

1. Jelaskan dengan bahasa sendiri mengapa setiap rekaman yang "keluar" pada diagram alir harus disertai angka dan alasan.

Lihat rambu jawaban
Jawaban yang baik menyebut soal transparansi dan keterulangan. Dengan mencatat angka dan alasan tiap pengeluaran, pembaca dapat memeriksa apakah proses adil dan tidak ada studi penting yang dibuang diam-diam. Orang lain pun bisa mengikuti langkah yang sama dan sampai pada hasil yang serupa.

2. Apa perbedaan peran PRISMA-P dan diagram alir PRISMA 2020?

Lihat rambu jawaban
PRISMA-P dipakai di awal, untuk menuliskan rencana atau protokol tinjauan sebelum pekerjaan dimulai. Diagram alir PRISMA 2020 dipakai kemudian, untuk melaporkan apa yang benar-benar terjadi selama penyaringan. Yang satu rencana, yang lain catatan pelaksanaan.

C. Teka-teki

Teka-teki 1 — Urutkan langkahnya. Susun enam langkah ini ke urutan yang benar:

Saring dua penilai Laporkan sesuai PRISMA Tulis & daftarkan protokol Ekstraksi & nilai risiko bias Tetapkan kriteria kelayakan Rancang & jalankan pencarian
Lihat urutan yang benar
1) Tulis & daftarkan protokol → 2) Tetapkan kriteria kelayakan → 3) Rancang & jalankan pencarian → 4) Saring dua penilai → 5) Ekstraksi & nilai risiko bias → 6) Laporkan sesuai PRISMA. Lihat kembali Gambar 3.

Teka-teki 2 — Cocokkan istilah. Pasangkan istilah dengan artinya:

  • 1. PRISMA-P  ·  a. panduan melaporkan strategi pencarian
  • 2. PRISMA-S  ·  b. tempat mendaftarkan protokol tinjauan
  • 3. PROSPERO  ·  c. panduan menulis protokol tinjauan
  • 4. Checklist 27 butir  ·  d. daftar periksa kelengkapan laporan PRISMA 2020
Lihat pasangan yang benar
1–c (PRISMA-P = panduan protokol), 2–a (PRISMA-S = pelaporan pencarian), 3–b (PROSPERO = tempat mendaftarkan protokol), 4–d (checklist 27 butir = daftar periksa kelengkapan laporan).

D. Latihan

Latihan 1 — Isi angka yang hilang. Sebuah pencarian menemukan 900 rekaman. Setelah dibuang 200 duplikat, sisanya disaring judul dan abstrak, dan 520 dikeluarkan. Dari yang dicari teks lengkapnya, 10 tidak diperoleh. Dari yang dinilai kelayakannya, 140 dikeluarkan dengan alasan. Berapa angka pada tiap kotak diagram alir sampai "studi termasuk"?

Lihat kunci jawaban
900 − 200 = 700 disaring (judul & abstrak). 700 − 520 = 180 dicari teks lengkapnya. 180 − 10 = 170 dinilai kelayakannya. 170 − 140 = 30 studi termasuk. Perhatikan: setiap pengurangan punya angka dan alasannya, persis seperti aturan emas pada Gambar 2.

Latihan 2 — Susun protokol mini. Untuk satu topik pilihan kita, tuliskan tiga hal: (a) pertanyaan penelitian dengan kerangka PICO, (b) dua kriteria inklusi dan dua kriteria eksklusi, (c) dua basis data beserta contoh string pencarian dengan AND dan OR.

Lihat contoh jawaban
Contoh (topik: media sosial dan kecemasan remaja).
(a) PICO: pada remaja (P), penggunaan media sosial intens (I), dibanding penggunaan rendah (C), terhadap tingkat kecemasan (O).
(b) Inklusi: artikel 2015 ke atas; studi empiris dengan data. Eksklusi: opini atau editorial; populasi bukan remaja.
(c) Scopus dan PubMed. String: ("social media" OR "media sosial") AND (anxiety OR kecemasan) AND (adolescent OR remaja). Ini hanya contoh; jawaban kita akan berbeda sesuai topik, dan itu wajar.
Referensi

Referensi

  • Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., dkk. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71. https://doi.org/10.1136/bmj.n71
  • Page, M. J., Moher, D., Bossuyt, P. M., dkk. (2021). PRISMA 2020 explanation and elaboration: Updated guidance and exemplars for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n160. https://doi.org/10.1136/bmj.n160
  • Moher, D., Shamseer, L., Clarke, M., dkk. (2015). Preferred reporting items for systematic review and meta-analysis protocols (PRISMA-P) 2015 statement. Systematic Reviews, 4(1), 1. https://doi.org/10.1186/2046-4053-4-1
  • Shamseer, L., Moher, D., Clarke, M., dkk. (2015). PRISMA-P 2015: elaboration and explanation. BMJ, 350, g7647. https://doi.org/10.1136/bmj.g7647
  • Higgins, J. P. T., Thomas, J., Chandler, J., Cumpston, M., Li, T., Page, M. J., & Welch, V. A. (Ed.). (2019). Cochrane Handbook for Systematic Reviews of Interventions (edisi ke-2). Chichester: John Wiley & Sons.
  • PRISMA statement (situs resmi dan template diagram alir serta checklist). https://www.prisma-statement.org
  • PROSPERO (International prospective register of systematic reviews), Centre for Reviews and Dissemination, University of York. https://www.crd.york.ac.uk/prospero/
  • Elsevier. Scopus: How do I search in Scopus? (Advanced search, field codes, and operators). Scopus Support Center. service.elsevier.com/scopus
  • Elsevier. Scopus Preview dan daftar sumber (Sources): memeriksa status indeksasi jurnal, CiteScore, dan profil penulis. scopus.com/sources

Bagi kita yang baru mulai, langkah manakah yang paling ingin dicoba lebih dulu? Menulis protokol, merancang pencarian, atau menggambar diagram alirnya? Ceritanya menarik untuk dibagikan di kolom komentar.

Bagikan X f TG Tersalin!
Juniati

Suka tulisan ini?

Dapatkan jurnal & catatan belajar terbaru langsung ke email Anda.