Menerapkan PRISMA Dalam Telaah Pustaka
Tutorial ini memandu langkah demi langkah cara menerapkan PRISMA, panduan pelaporan yang menjadi standar dalam tinjauan sistematis. Isinya diagram rinci tiap tahap, kompetensi yang bisa dicapai, tips belajar yang efektif dan efisien, serta latihan dan uji pemahaman yang semuanya sudah disertai jawaban.
Apa itu PRISMA?
PRISMA adalah singkatan dari Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses. Ia adalah panduan pelaporan tinjauan sistematis. Fokusnya pada keterbukaan, yaitu memastikan pembaca dapat melihat bagaimana sebuah tinjauan dikerjakan, mulai dari pencarian sampai studi yang akhirnya dipakai.
Perlu ditegaskan sejak awal, PRISMA tidak menggantikan proses mencari dan menilai jurnal. Ia mengatur cara melaporkannya agar rapi, lengkap, dan dapat ditelusuri ulang oleh orang lain. Versi yang berlaku saat ini adalah PRISMA 2020, pembaruan dari versi 2009. Isinya dua bagian utama, yaitu sebuah diagram alir dan sebuah checklist berisi 27 butir.
PRISMA juga memiliki beberapa pelengkap. Ada PRISMA-P untuk menuliskan protokol, PRISMA-S untuk melaporkan strategi pencarian, dan ekstensi lain seperti PRISMA-ScR untuk scoping review. Untuk memulai, cukup fokus lebih dulu pada dua hal, yaitu diagram alir dan checklist 27 butir. Sisanya bisa dipelajari setelah keduanya terasa nyaman.
Sebelum masuk ke detail, ada baiknya mengenali kerangka besarnya. Diagram alir PRISMA bergerak dalam tiga fase yang mengalir dari atas ke bawah.
Membaca Diagram Alir, Kotak demi Kotak
Inilah jantung PRISMA. Diagram alir memperlihatkan perjalanan angka, dari ratusan rekaman yang ditemukan sampai segelintir studi yang benar-benar dipakai. Ada satu aturan emas yang perlu dipegang, yaitu setiap rekaman yang keluar harus disertai angka dan alasannya. Tidak boleh ada rekaman yang hilang tanpa penjelasan.
Mari kita baca dari atas. Pada fase identifikasi, semua rekaman yang ditemukan dari basis data dihitung lebih dulu, lalu yang duplikat dibuang. Pada fase penyaringan, sisanya disaring melalui judul dan abstrak, dan yang tidak sesuai dikeluarkan. Rekaman yang lolos dicari teks lengkapnya, dan jika ada yang tidak bisa diperoleh, itu pun dicatat. Teks lengkap yang berhasil didapat kemudian dinilai kelayakannya, dan yang dikeluarkan harus disertai alasan yang jelas, misalnya populasi tidak sesuai atau bukan studi empiris. Yang tersisa pada fase termasuk adalah studi yang benar-benar dipakai.
Contoh di atas memakai satu basis data agar mudah dipahami. Dalam PRISMA 2020 yang lengkap, diagram juga menampung sumber lain, seperti register dan penelusuran manual dari daftar pustaka. Prinsipnya tetap sama, yaitu angka yang masuk dan keluar harus selalu seimbang dan beralasan.
Enam Langkah Menerapkannya
Diagram alir adalah hasil akhir yang dilaporkan. Untuk sampai ke sana, ada enam langkah yang ditempuh dari awal sampai akhir.
Langkah pertama sering diremehkan, padahal paling menentukan. Menuliskan protokol dengan panduan PRISMA-P dan mendaftarkannya di PROSPERO membuat rencana terkunci sejak awal, sehingga tidak mudah berubah di tengah jalan. Setelah itu, kriteria kelayakan ditetapkan, pencarian dirancang dan didokumentasikan, penyaringan dikerjakan dua penilai agar lebih tepercaya, data diekstraksi sambil menilai risiko bias, dan akhirnya semuanya dilaporkan melalui diagram alir dan checklist 27 butir.
Checklist PRISMA 2020: 27 Butir
Inilah daftar 27 butir yang disebut di depan, disajikan dwibahasa (Indonesia dan Inggris). Pakai sebagai gerbang akhir sebelum tinjauan dianggap selesai, lalu centang satu per satu. Klik tombol Contoh (EN) di tiap butir untuk melihat contoh penulisannya dalam bahasa Inggris. Rumusan resmi berbahasa Inggris tersedia di situs PRISMA (prisma-statement.org).
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Contoh (EN)
Kompetensi yang Dapat Dicapai
Setelah menuntaskan tutorial dan latihannya, kita diharapkan mampu:
- Menjelaskan apa itu PRISMA dan mengapa ia soal cara melaporkan, bukan sekadar mencari jurnal.
- Membaca dan mengisi diagram alir PRISMA 2020 dengan angka yang konsisten dan beralasan.
- Menyusun dan mendaftarkan protokol tinjauan memakai PRISMA-P dan PROSPERO.
- Menetapkan kriteria kelayakan serta strategi pencarian yang terdokumentasi (PRISMA-S).
- Menjalankan penyaringan dua penilai independen dan menyelesaikan perbedaan pendapat.
- Melengkapi checklist 27 butir sebagai pemeriksaan akhir sebelum tinjauan dianggap selesai.
Cara Mencapai Kompetensi secara Efektif dan Efisien
Enam kebiasaan berikut menghemat banyak waktu dan mencegah kesalahan yang paling sering terjadi.
Serba-serbi Scopus
Banyak pembaca menanyakan hal yang sama tentang Scopus. Berikut jawaban ringkas untuk pertanyaan yang paling sering muncul. Klik tiap pertanyaan untuk membukanya.
Apa itu Scopus?
Scopus adalah basis data abstrak dan sitasi milik Elsevier yang memuat literatur ilmiah yang sudah ditelaah sejawat (peer-reviewed), meliputi jurnal, prosiding konferensi, dan buku. Dua kegunaan utamanya adalah menemukan literatur untuk tinjauan, dan mengukur reputasi lewat metrik seperti CiteScore dan kuartil SJR (Q1 sampai Q4). Sebuah jurnal yang disebut "terindeks Scopus" berarti telah lolos seleksi tim Scopus dan masuk dalam basis data itu.
Bagaimana mencari jurnal di Scopus?
Buka scopus.com, lalu pilih Document search, atau Advanced search bila ingin kontrol penuh. Rangkai kata kunci memakai kode ruas, misalnya TITLE-ABS-KEY yang mencari di judul, abstrak, dan kata kunci sekaligus. Gunakan operator Boolean AND, OR, dan AND NOT; pakai tanda kutip untuk frasa; dan tanda bintang (*) untuk penggalan kata, misalnya adolescent* menangkap adolescent, adolescents, dan adolescence.
Batasi tahun dengan PUBYEAR, jenis dokumen dengan DOCTYPE (misalnya "ar" untuk artikel), dan bahasa lewat filter. Untuk pencarian yang rapat, ada operator kedekatan W/n (dua kata dalam jarak n kata, urutan bebas) dan PRE/n (kata pertama mendahului kata kedua sejauh n). Setelah hasil muncul, saring lewat panel di kiri, lalu ekspor sitasi (format RIS, CSV, atau BibTeX) ke Mendeley, Zotero, atau EndNote.
Contoh string Boolean untuk Scopus
Pencarian sederhana:
Lebih lengkap, dengan batasan tahun, jenis dokumen, dan bahasa:
Memakai operator kedekatan (dua kata dalam jarak tiga kata):
Selalu gunakan tanda kurung untuk mengelompokkan kata. Di Scopus, urutan pemrosesan AND dan OR bisa memengaruhi hasil, jadi kurung membuat maksud pencarian menjadi jelas.
Cara mendapatkan akun atau akses Scopus
Akses penuh ke Scopus berbasis langganan, dan biasanya disediakan oleh institusi seperti universitas atau lembaga penelitian melalui perpustakaannya. Jika kita mahasiswa, dosen, atau peneliti, masuklah lewat jaringan kampus atau akses jarak jauh yang disediakan perpustakaan.
Kita juga bisa membuat akun pribadi Elsevier secara gratis untuk menyimpan pencarian dan menyetel peringatan (alert), tetapi akun pribadi itu tetap membutuhkan langganan institusi agar dapat membuka dokumen. Tanpa langganan, tersedia Scopus Preview yang gratis untuk siapa saja, dipakai untuk memeriksa apakah sebuah jurnal terindeks, melihat CiteScore, dan menelusuri profil penulis, meski tidak bisa melakukan pencarian dokumen secara penuh.
Berapa biaya memperoleh akun Scopus?
Scopus dijual sebagai langganan kepada institusi, dan harganya tidak dipublikasikan secara terbuka. Besarannya ditentukan per institusi berdasarkan ukuran dan kebutuhan, melalui penawaran langsung dari Elsevier. Untuk perorangan, umumnya tidak ada langganan pribadi yang murah, dan jalur paling lazim tetap melalui institusi. Yang gratis untuk siapa saja hanyalah Scopus Preview.
Cara submit manuscript ke jurnal terindeks Scopus
Hal pertama yang perlu dipahami, kita tidak mengirim naskah "ke Scopus". Kita mengirim ke sebuah jurnal yang terindeks Scopus. Langkahnya kurang lebih begini.
Mulailah dengan memastikan jurnalnya benar-benar masih terindeks. Cek di daftar sumber Scopus (scopus.com/sources) atau lewat Scopus Preview, lihat CiteScore dan kuartilnya, dan pastikan statusnya aktif, bukan "discontinued" atau dikeluarkan. Setelah itu, cocokkan topik naskah dengan aims and scope jurnal dan baca author guidelines dengan teliti. Kemudian siapkan naskah sesuai templat dan ikuti panduan pelaporan yang sesuai; untuk tinjauan sistematis, ikuti PRISMA. Kirim naskah lewat sistem daring jurnal, misalnya Editorial Manager, ScholarOne, atau OJS. Terakhir, jalani proses telaah sejawat, revisi, sampai keputusan. Setelah terbit, artikel akan muncul di Scopus dalam beberapa waktu.
Hati-hati jurnal dan agen predator
Scopus sendiri tidak memungut biaya agar sebuah artikel "masuk Scopus".
Sebagai catatan, banyak jurnal yang sah memungut Article Processing Charge (APC) untuk akses terbuka, dan itu berbeda dari membayar calo agar naskah "diterima".
Istilah yang sering ditanyakan
CiteScore adalah metrik dampak jurnal versi Scopus, yaitu rata-rata sitasi per dokumen dalam jendela tahun tertentu. SJR (SCImago Journal Rank) menimbang prestise sumber yang mengutip, dan dipakai untuk membagi jurnal ke dalam kuartil Q1 (teratas) sampai Q4. Scopus Author ID adalah pengenal penulis yang dibuat otomatis oleh Scopus, dan sebaiknya ditautkan ke ORCID. Bedanya dengan Web of Science, keduanya sama-sama basis data selektif berbayar dengan cakupan yang berbeda, sedangkan Google Scholar lebih luas tetapi kurang terkurasi.
Uji Pemahaman Kita
Kerjakan empat jenis soal berikut. Pilihan ganda langsung memberi tahu benar atau salah beserta pembahasan. Untuk esai, teka-teki, dan latihan, pikirkan dulu jawabannya, lalu buka kuncinya dengan tombol 🔑.
A. Pilihan Ganda
1. PRISMA pada dasarnya adalah?
2. Dua komponen utama PRISMA 2020 adalah?
3. Pada fase apa rekaman duplikat dibuang?
4. Mengapa penyaringan sebaiknya dilakukan oleh dua penilai independen?
5. Panduan yang khusus dipakai untuk menulis dan mendaftarkan protokol adalah?
B. Soal Esai
1. Jelaskan dengan bahasa sendiri mengapa setiap rekaman yang "keluar" pada diagram alir harus disertai angka dan alasan.
Lihat rambu jawaban
2. Apa perbedaan peran PRISMA-P dan diagram alir PRISMA 2020?
Lihat rambu jawaban
C. Teka-teki
Teka-teki 1 — Urutkan langkahnya. Susun enam langkah ini ke urutan yang benar:
Lihat urutan yang benar
Teka-teki 2 — Cocokkan istilah. Pasangkan istilah dengan artinya:
- 1. PRISMA-P · a. panduan melaporkan strategi pencarian
- 2. PRISMA-S · b. tempat mendaftarkan protokol tinjauan
- 3. PROSPERO · c. panduan menulis protokol tinjauan
- 4. Checklist 27 butir · d. daftar periksa kelengkapan laporan PRISMA 2020
Lihat pasangan yang benar
D. Latihan
Latihan 1 — Isi angka yang hilang. Sebuah pencarian menemukan 900 rekaman. Setelah dibuang 200 duplikat, sisanya disaring judul dan abstrak, dan 520 dikeluarkan. Dari yang dicari teks lengkapnya, 10 tidak diperoleh. Dari yang dinilai kelayakannya, 140 dikeluarkan dengan alasan. Berapa angka pada tiap kotak diagram alir sampai "studi termasuk"?
Lihat kunci jawaban
Latihan 2 — Susun protokol mini. Untuk satu topik pilihan kita, tuliskan tiga hal: (a) pertanyaan penelitian dengan kerangka PICO, (b) dua kriteria inklusi dan dua kriteria eksklusi, (c) dua basis data beserta contoh string pencarian dengan AND dan OR.
Lihat contoh jawaban
(a) PICO: pada remaja (P), penggunaan media sosial intens (I), dibanding penggunaan rendah (C), terhadap tingkat kecemasan (O).
(b) Inklusi: artikel 2015 ke atas; studi empiris dengan data. Eksklusi: opini atau editorial; populasi bukan remaja.
(c) Scopus dan PubMed. String: ("social media" OR "media sosial") AND (anxiety OR kecemasan) AND (adolescent OR remaja). Ini hanya contoh; jawaban kita akan berbeda sesuai topik, dan itu wajar.
Referensi
- Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., dkk. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71. https://doi.org/10.1136/bmj.n71
- Page, M. J., Moher, D., Bossuyt, P. M., dkk. (2021). PRISMA 2020 explanation and elaboration: Updated guidance and exemplars for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n160. https://doi.org/10.1136/bmj.n160
- Moher, D., Shamseer, L., Clarke, M., dkk. (2015). Preferred reporting items for systematic review and meta-analysis protocols (PRISMA-P) 2015 statement. Systematic Reviews, 4(1), 1. https://doi.org/10.1186/2046-4053-4-1
- Shamseer, L., Moher, D., Clarke, M., dkk. (2015). PRISMA-P 2015: elaboration and explanation. BMJ, 350, g7647. https://doi.org/10.1136/bmj.g7647
- Higgins, J. P. T., Thomas, J., Chandler, J., Cumpston, M., Li, T., Page, M. J., & Welch, V. A. (Ed.). (2019). Cochrane Handbook for Systematic Reviews of Interventions (edisi ke-2). Chichester: John Wiley & Sons.
- PRISMA statement (situs resmi dan template diagram alir serta checklist). https://www.prisma-statement.org
- PROSPERO (International prospective register of systematic reviews), Centre for Reviews and Dissemination, University of York. https://www.crd.york.ac.uk/prospero/
- Elsevier. Scopus: How do I search in Scopus? (Advanced search, field codes, and operators). Scopus Support Center. service.elsevier.com/scopus
- Elsevier. Scopus Preview dan daftar sumber (Sources): memeriksa status indeksasi jurnal, CiteScore, dan profil penulis. scopus.com/sources
Bagi kita yang baru mulai, langkah manakah yang paling ingin dicoba lebih dulu? Menulis protokol, merancang pencarian, atau menggambar diagram alirnya? Ceritanya menarik untuk dibagikan di kolom komentar.