On Growing

Langkah Demi Langkah Systematic Literature Review

Langkah Demi Langkah Systematic Literature Review
Mempelajari metode penelitian dilakukan secara bertahap, mulai dari menelaah berbagai sumber hingga menyusun hasil penelitian yang terarah.
Panduan · Langkah demi LangkahSystematic Literature Review

Banyak yang paham apa itu SLR, tetapi bingung memulainya. Panduan ini menuntun dari langkah pertama sampai laporan, dengan satu studi kasus yang dibawa sampai akhir, contoh konkret di Google Scholar, diagram, tabel, kompetensi yang bisa dicapai, tips persiapan, serta pengujian pemahaman yang jawabannya bisa dibuka. Langkah-langkahnya bersandar pada panduan dan buku teks yang diakui, seperti Xiao dan Watson (2019), Okoli (2015), Kitchenham dan Charters (2007), Booth dkk. (2016), serta pelaporan PRISMA 2020.

Studi kasus yang kita pakai

Topik: gamifikasi dan motivasi belajar siswa. Pertanyaan penelitian: apakah gamifikasi meningkatkan motivasi belajar siswa dibandingkan pembelajaran biasa? Dengan kerangka PICO: P siswa, I gamifikasi, C pembelajaran biasa, O motivasi belajar. Contoh yang sama akan muncul di tiap langkah agar mudah diikuti.

Delapan Langkah Systematic Literature Review Peta ringkas panduan ini, dari pertanyaan sampai laporan 1 Rumuskan pertanyaan penelitian Pakai kerangka PICO agar fokus dan terukur. 2 Susun kata kunci dan sinonimnya Buat tabel konsep, lalu rangkai dengan AND dan OR. 3 Tetapkan kriteria dan protokol Tentukan inklusi dan eksklusi sebelum mencari. 4 Cari di Google Scholar dan basis data Jalankan string pencarian, catat jumlah hasilnya. 5 Kelola referensi dan buang duplikat Impor ke Mendeley atau Zotero, lalu hapus duplikat. 6 Saring judul-abstrak lalu teks penuh Dua penilai, catat yang keluar beserta alasannya. 7 Nilai mutu dan ekstraksi data Isi tabel ekstraksi: metode, sampel, dan temuan. 8 Sintesis dan tulis laporan Rangkai temuan, gambar PRISMA, temukan celah.
Gambar 1. Peta delapan langkah yang akan kita jalani.
1

Rumuskan pertanyaan penelitian

Semuanya berawal dari pertanyaan yang jelas, bukan dari mencari. Pertanyaan yang kabur menghasilkan pencarian yang kabur. Kerangka PICO membantu menajamkannya, yaitu menyebut siapa yang diteliti (Population), apa yang dilakukan (Intervention), dibandingkan dengan apa (Comparison), dan hasil apa yang diamati (Outcome). mengikuti Booth dkk. (2016); Xiao & Watson (2019)

Contoh: "Apakah gamifikasi (I) meningkatkan motivasi belajar (O) siswa (P) dibandingkan pembelajaran biasa (C)?" Pertanyaan ini sudah cukup tajam untuk diubah menjadi kata kunci.

2

Susun kata kunci dan sinonimnya

Ambil konsep-konsep inti dari pertanyaan, lalu tuliskan sinonim tiap konsep. Sinonim dirangkai dengan OR, dan antarkonsep dirangkai dengan AND. Tabel konsep sederhana sangat membantu. mengikuti Kitchenham & Charters (2007)

KonsepKata kunci dan sinonim
Gamifikasigamification OR "game-based learning" OR gamified OR gamifikasi
Motivasimotivation OR "learning motivation" OR engagement OR motivasi
Siswastudent* OR learner* OR pupil* OR siswa

Gabungan ketiganya menjadi satu string pencarian:

("gamification" OR "game-based learning" OR gamified) AND (motivation OR engagement OR "learning motivation") AND (student* OR learner*)
3

Tetapkan kriteria dan protokol

Sebelum mencari, tuliskan aturan main: jurnal seperti apa yang diterima (inklusi) dan yang ditolak (eksklusi). Aturan yang ditulis di depan menjaga kita agar tidak berubah pikiran di tengah jalan hanya karena satu jurnal tampak menarik. Semua ini masuk ke dalam protokol tinjauan. mengikuti Okoli (2015)

Contoh kriteria: menerima artikel 2015 ke atas, berbahasa Indonesia atau Inggris, studi empiris dengan data, dan populasi siswa. Menolak opini atau editorial, populasi mahasiswa perguruan tinggi, dan artikel tanpa akses teks penuh.

4

Cari di Google Scholar dan basis data

Google Scholar cocok untuk memulai karena gratis dan luas. Buka scholar.google.com, masukkan string pencarian, lalu manfaatkan fiturnya. Perhatikan bahwa Scholar hanya mengenali sebagian operator: tanda kutip untuk frasa, OR huruf besar untuk sinonim, tanda minus untuk mengecualikan, serta intitle dan author. Kurung bertingkat kurang diproses secara andal, dan panjang kueri dibatasi sekitar 256 karakter, jadi kueri untuk Scholar sebaiknya lebih ringkas daripada untuk Scopus. Google Scholar Help

Anatomi Pencarian di Google Scholar Contoh topik: gamifikasi dan motivasi belajar siswa GoogleScholar ("gamification" OR "game-based") AND (motivation OR engagement) Cari ArtikelSejak 2015urutkan: relevansi Yang perlu diperhatikan: "..." Tanda kutip mengunci frasa persis, misalnya "game-based". OR Huruf besar untuk sinonim; hasil melebar (motivasi ATAU keterlibatan). * Tanda bintang menangkap penggalan kata: student, students, learner. 2015 Filter tahun di panel kiri membatasi kebaruan sumber. Dikutip oleh Telusuri maju (snowballing) untuk menemukan studi terkait.
Gambar 2. Bagian-bagian pencarian Google Scholar yang perlu dikuasai.

Jangan berhenti di Scholar. Untuk tinjauan yang serius, ulangi pencarian di basis data terkurasi seperti Scopus atau Web of Science, dan catat tanggal, basis data, string, serta jumlah hasil di sebuah berkas log. Alat gratis Publish or Perish bisa membantu memanen hasil Scholar beserta jumlah sitasinya.

5

Kelola referensi dan buang duplikat

Ekspor hasil pencarian (format RIS atau BibTeX) lalu impor ke perangkat manajemen referensi seperti Mendeley atau Zotero. Di sini duplikat, yaitu jurnal sama yang muncul dari beberapa sumber, dihapus lebih dulu. Setelah rapi, sisanya siap disaring. mengikuti Xiao & Watson (2019)

Contoh: dari Scholar dan Scopus terkumpul 520 rekaman. Setelah 120 duplikat dibuang, tersisa 400 rekaman untuk disaring.

6

Saring judul-abstrak lalu teks penuh

Penyaringan dilakukan dua tahap. Pertama membaca judul dan abstrak, lalu yang lolos dibaca teks penuhnya. Sebaiknya dua penilai bekerja terpisah, kemudian menyelesaikan perbedaan lewat diskusi atau penilai ketiga. Alat gratis Rayyan memudahkan proses ini. Aturan emasnya, setiap rekaman yang keluar harus punya angka dan alasan. mengikuti PRISMA 2020 (Page dkk., 2021)

Terkumpul 520−120 duplikat Disaring 400−320 tak sesuai Teks penuh 80−62 beralasan Termasuk 18

Angka-angka ini nantinya digambar ke dalam diagram alir PRISMA agar seluruh perjalanan terlihat sekali pandang.

7

Nilai mutu dan ekstraksi data

Studi yang lolos dinilai mutunya lebih dulu, supaya kesimpulan tidak dibangun di atas penelitian lemah. Setelah itu, data penting tiap studi diekstraksi ke sebuah tabel. Tabel ekstraksi membuat perbandingan antarstudi menjadi mudah. mengikuti Booth dkk. (2016)

StudiMetodeSampelTemuan utama
Penulis A (2019)Eksperimen kuasi120 siswa SMPMotivasi kelas gamifikasi lebih tinggi
Penulis B (2021)Survei korelasional240 siswa SMAKeterlibatan naik, hasil belajar tetap
8

Sintesis dan tulis laporan

Tahap akhir merangkai semua temuan menjadi satu narasi yang utuh. Kita mencari benang merah, menandai yang saling menguatkan maupun bertentangan, lalu menemukan celah penelitian (research gap) sebagai pintu bagi penelitian baru. Laporan ditutup dengan diagram alir PRISMA dan pemeriksaan checklist 27 butir agar transparan dan dapat ditelusuri ulang. mengikuti PRISMA 2020; Snyder (2019)

Contoh celah: dari 18 studi, sebagian besar mengukur motivasi jangka pendek. Belum banyak yang menelaah apakah efek gamifikasi bertahan setelah beberapa bulan. Di situlah peluang penelitian berikutnya.

Kompetensi

Kompetensi yang Dapat Dicapai

Setelah menuntaskan panduan dan latihannya, kita diharapkan mampu:

  • Merumuskan pertanyaan penelitian yang tajam dengan kerangka PICO.
  • Menyusun tabel kata kunci beserta sinonim dan merangkainya dengan AND dan OR.
  • Menjalankan pencarian di Google Scholar dan basis data terkurasi, serta mencatat log pencarian.
  • Menetapkan kriteria kelayakan dan menyaring dua tahap bersama penilai kedua.
  • Mengisi tabel ekstraksi, menilai mutu, dan menyintesis temuan hingga menemukan celah penelitian.
  • Melaporkan seluruh proses dengan diagram PRISMA dan checklist 27 butir.

Cara mencapainya: kerjakan kedelapan langkah di atas pada satu topik nyata yang kita minati, bukan contoh khayalan. Lakukan bertahap dengan jeda umpan balik dari dosen, pustakawan, atau rekan. Gunakan checklist PRISMA sebagai pemandu, dan ulangi siklusnya beberapa kali. Latihan berulang pada masalah nyata jauh lebih membekas daripada membaca teori berkali-kali.

Persiapan

Tips Persiapan Sebelum Memulai SLR

1
Pilih topik yang cukup spesifik. Terlalu luas membuat hasil membludak; terlalu sempit membuat studi terlalu sedikit. Uji dulu dengan pencarian cepat.
2
Siapkan alatnya lebih dulu. Akun Google Scholar, perangkat referensi (Mendeley atau Zotero), dan alat penyaring seperti Rayyan. Kenali sebelum data menumpuk.
3
Tulis protokol singkat di awal. Pertanyaan, kriteria, basis data, dan string pencarian. Ini rencana yang menjaga arah.
4
Latih string pencarian. Coba beberapa versi, bandingkan jumlah hasilnya, sampai tidak terlalu sempit dan tidak terlalu melebar.
5
Siapkan lembar ekstraksi sejak awal. Tentukan kolom yang akan dicatat, supaya membaca dan mencatat berjalan seiring.
6
Cari penilai kedua. SLR yang baik tidak dikerjakan sendirian. Sepakati cara menyelesaikan perbedaan sejak awal.
7
Simpan log dan alokasikan waktu. Catat tanggal dan jumlah hasil tiap pencarian, dan sadari bahwa penyaringan menuntut kesabaran.
Pengujian Pemahaman

Uji Pemahaman Kita

Kerjakan empat jenis soal berikut. Pilihan ganda langsung memberi tahu benar atau salah beserta pembahasan. Untuk teka-teki, esai, dan pertanyaan kelas, pikirkan dulu jawabannya, lalu buka kuncinya dengan tombol 🔑.

A. Pilihan Ganda

1. Langkah pertama yang benar dalam SLR adalah?

Pembahasan: Pertanyaan yang jelas menentukan segalanya. Tanpa itu, pencarian menjadi kabur. Kesimpulan tidak boleh ditulis sebelum bukti ditelaah.

2. Di Google Scholar, fungsi tanda kutip "..." adalah?

Pembahasan: Tanda kutip mencari frasa persis. Untuk sinonim dipakai OR, dan untuk mengecualikan dipakai tanda minus.

3. Operator untuk menggabungkan sinonim di Scholar ditulis?

Pembahasan: Scholar mengenali OR hanya bila ditulis huruf besar. Huruf kecil dianggap kata biasa.

4. Mengapa hasil pencarian diimpor ke Mendeley atau Zotero lebih dulu?

Pembahasan: Perangkat referensi merapikan metadata dan menghapus duplikat, sehingga penyaringan lebih bersih dan cepat.

5. Aturan emas saat mengisi diagram alir PRISMA adalah?

Pembahasan: Transparansi PRISMA menuntut setiap pengurangan disertai angka dan alasan, tidak boleh ada rekaman hilang tanpa penjelasan.

B. Teka-teki Bergambar

Perhatikan diagram berikut. Kotak bertanda tanya belum terisi. Hitung angkanya dari angka yang sudah ada, lalu buka kuncinya.

Teka-teki: Lengkapi Angka PRISMA Hitung angka pada kotak bertanda tanya (?) Duplikat dihapusn = 150 Dikeluarkan (skrining)n = 360 Dikeluarkan (alasan)n = 70 IDENTIFIKASIDitemukan (Scholar + Scopus)n = 600 PENYARINGANRekaman disaringn = ? Teks penuh dinilain = ? TERMASUKStudi yang termasukn = ?
Teka-teki. Berapa isi ketiga kotak "?"
Lihat kunci jawaban
600 − 150 (duplikat) = 450 disaring. 450 − 360 (dikeluarkan saat skrining) = 90 teks penuh dinilai. 90 − 70 (dikeluarkan dengan alasan) = 20 studi termasuk. Perhatikan, setiap pengurangan punya angka dan alasannya.

C. Soal Esai

1. Jelaskan dengan bahasa sendiri mengapa menyusun kata kunci beserta sinonimnya penting sebelum mulai mencari.

Lihat rambu jawaban
Jawaban yang baik menyebut bahwa satu konsep bisa disebut dengan banyak istilah. Bila hanya memakai satu kata, banyak studi relevan akan terlewat. Sinonim yang dirangkai dengan OR memperluas jangkauan, sementara AND antarkonsep menjaga agar hasil tetap fokus pada topik.

2. Pilih satu topik yang kita minati, lalu tuliskan pertanyaan penelitiannya memakai kerangka PICO (P, I, C, O).

Lihat contoh jawaban
Contoh (topik: pembelajaran berbasis proyek dan berpikir kritis). P: siswa SMA; I: pembelajaran berbasis proyek; C: pembelajaran ceramah; O: keterampilan berpikir kritis. Pertanyaan: "Apakah pembelajaran berbasis proyek meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA dibandingkan pembelajaran ceramah?" Jawaban kita akan berbeda sesuai topik, dan itu wajar.

D. Pertanyaan untuk Diskusi Kelas

Cocok dipakai guru atau dosen sebagai bahan diskusi. Tiap pertanyaan disertai rambu diskusi yang bisa dibuka.

1. Apa risiko bila hanya mengandalkan Google Scholar tanpa basis data lain?

Lihat rambu diskusi
Scholar sangat luas tetapi kurang terkurasi, mencampur sumber berkualitas dengan yang lemah, dan tidak selalu bisa direplikasi persis. Basis data seperti Scopus atau Web of Science lebih terpilih dan mendukung pencatatan strategi pencarian yang rapi. Idealnya keduanya dipadukan.

2. Bagaimana sebaiknya dua penilai menyelesaikan perbedaan pendapat saat menyaring?

Lihat rambu diskusi
Perbedaan diselesaikan lewat diskusi merujuk kembali ke kriteria yang telah disepakati. Bila tetap buntu, penilai ketiga menengahi. Yang penting, keputusan dan alasannya dicatat agar proses tetap transparan.

3. Di titik mana bias konfirmasi paling mungkin menyusup, dan bagaimana mencegahnya?

Lihat rambu diskusi
Bias konfirmasi mudah muncul saat memilih studi dan menafsirkan hasil, yaitu ketika kita cenderung menerima yang mendukung dugaan. Pencegahannya: menetapkan kriteria di depan, memakai dua penilai, dan jujur mencatat studi yang tidak sejalan.

4. Mengapa menemukan celah penelitian (research gap) penting, terutama bagi peneliti pemula?

Lihat rambu diskusi
Celah penelitian menunjukkan apa yang belum terjawab, sehingga penelitian baru punya alasan yang kuat dan tidak sekadar mengulang. Bagi pemula, celah yang jelas membantu menyusun proposal yang fokus dan meyakinkan.
Referensi

Referensi

  • Xiao, Y., & Watson, M. (2019). Guidance on conducting a systematic literature review. Journal of Planning Education and Research, 39(1), 93-112. https://doi.org/10.1177/0739456X17723971
  • Okoli, C. (2015). A guide to conducting a standalone systematic literature review. Communications of the Association for Information Systems, 37, Article 43. https://doi.org/10.17705/1CAIS.03743
  • Kitchenham, B., & Charters, S. (2007). Guidelines for Performing Systematic Literature Reviews in Software Engineering (EBSE Technical Report EBSE-2007-01). Keele University dan Durham University.
  • Booth, A., Sutton, A., & Papaioannou, D. (2016). Systematic Approaches to a Successful Literature Review (edisi ke-2). London: SAGE Publications.
  • Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., dkk. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71. https://doi.org/10.1136/bmj.n71
  • Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333-339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
  • Google Scholar Search Help. scholar.google.com/intl/en/scholar/help.html

Dari kedelapan langkah ini, bagian mana yang paling ingin kita coba lebih dulu? Merumuskan pertanyaan, meracik string pencarian, atau menyaring hasilnya? Ceritanya menarik untuk dibagikan di kolom komentar.

Bagikan X f TG Tersalin!
Juniati

Suka tulisan ini?

Dapatkan jurnal & catatan belajar terbaru langsung ke email Anda.