On Growing

Pengembangan Teori dan Model

Pengembangan Teori dan Model
Setiap rancangan ilmiah tumbuh melalui proses yang tidak selalu rapi: mengukur, menguji, menemukan kekeliruan, lalu memperbaikinya. Di atas meja kerja inilah gagasan beranjak dari sketsa menuju model yang dapat diuji oleh kenyataan.
Peta Pembangunan Teori

Pengembangan Teori dan Model Panduan belajar mandiri

Peta Pembangunan Teori

Empat belas bahan kajian dibaca sebagai satu prosedur kerja, bukan daftar topik. Dilengkapi diagram tiap tahap, latihan berkunci jawaban, dan penjelasan tentang apa yang sebenarnya dinilai sebagai kontribusi teoretis.

Bagian A

Cara membaca silabus ini

Empat belas bahan kajian pada silabus tampak seperti daftar topik yang panjang. Sebenarnya ia adalah satu prosedur kerja yang dipecah menjadi bagian-bagian, ditambah kotak perkakas di bagian belakang. Begitu Anda melihat pembagiannya, jumlah empat belas itu berhenti terasa menakutkan.

Bahan kajian satu sampai tiga adalah fondasi. Isinya menjawab pertanyaan apa yang sebenarnya disebut teori, apa yang membuat sesuatu dinilai sebagai kontribusi teoretis, dan mengapa disiplin terapan seperti ilmu manajemen memerlukan cara membangun teori yang berbeda dari ilmu murni.

Bahan kajian empat sampai delapan adalah inti mata kuliah. Kelimanya menguraikan satu metode berfase yang berasal dari karya Susan Lynham dan kemudian dibukukan oleh Richard Swanson dan Thomas Chermack, yaitu konseptualisasi, operasionalisasi, konfirmasi, penerapan, dan penyempurnaan. Urutan bahan kajian pada silabus mengikuti urutan bab pada buku tersebut hampir persis, sehingga bila Anda ingin membaca satu buku saja, inilah bukunya.

Bahan kajian sembilan sampai empat belas adalah kotak perkakas. Enam bahan kajian ini bukan tahap yang harus dilalui berurutan, melainkan pilihan cara yang dapat dipakai di dalam fase-fase tadi. Model kausal dan model matematika adalah cara merumuskan teori. Simulasi, teori berdasar, dan studi kasus adalah cara menghasilkan atau menguji teori. Sistem pemikiran yang berpengaruh adalah gudang tempat Anda mengambil kerangka besar.

BLOK 1 · FONDASI 1. Perjalanan doktoral  ·  2. Tren dan kontribusi teoretis  ·  3. Hakikat pemahaman dan landasan teori Menjawab: apa yang disebut teori, dan apa yang dinilai sebagai kontribusi BLOK 2 · SATU PROSEDUR BERFASE 5. Konseptualisasi Apa yang terjadi dan mengapa 6. Operasionalisasi Membuatnya dapat diuji 7a. Konfirmasi Menguji di lapangan 7b. Terapkan Dipakai dalam praktik nyata 8. Penyempurnaan Direvisi, lalu berputar kembali bukan garis lurus, melainkan putaran yang diulang BLOK 3 · PERKAKAS YANG DIPAKAI DI DALAM FASE 9. Model kausal  ·  10. Model matematika  ·  11. Simulasi  ·  12. Teori berdasar dan muncul 13. Sistem pemikiran berpengaruh  ·  14. Studi kasus
Struktur silabus. Blok tiga bukan lanjutan dari blok dua. Keenam perkakas itu dipilih dan dipakai di dalam fase mana pun, sesuai jenis teori yang sedang Anda bangun. Panah balik dari penyempurnaan ke konseptualisasi adalah bagian yang paling sering dilupakan, padahal di situlah teori benar-benar tumbuh.
Cara memakai halaman ini

Bacalah Bagian B lebih dulu supaya Anda tahu apa yang dinilai, lalu blok satu dan dua secara berurutan. Blok tiga boleh dibaca melompat sesuai perkakas yang paling dekat dengan rencana penelitian Anda. Kerjakan latihan tanpa membuka kunci jawaban.

Bagian B

Empat kompetensi dan bukti pencapaiannya

Empat capaian pembelajaran pada silabus tersusun menaik, dari kemampuan menyusun, ke kemampuan menilai, lalu ke kemampuan menghasilkan sesuatu yang baru. Bentuk penilaiannya juga berbeda-beda, dan mengetahui pasangannya membuat persiapan Anda jauh lebih terarah.

CapaianWujud nyataCara mencapainyaDiuji lewat
CPMK 1
Mengkonseptualisasi teori tingkat lanjut di bidang ilmu manajemen
Anda dapat menyatakan sebuah teori dalam bentuk unsur-unsurnya, yaitu satuan, hubungan antarsatuan, batas keberlakuan, dan proposisi Ambil satu teori yang sudah mapan, bongkar menjadi unsur-unsur tersebut, lalu susun ulang. Latihan membongkar lebih efektif daripada membaca ringkasan Ujian tengah semester
CPMK 2
Menunjukkan pemikiran kritis dalam menganalisis, mengevaluasi, dan mensintesis teori lanjutan
Anda dapat menyatakan bahwa dua teori bertentangan pada titik tertentu, dan menunjukkan bukti apa yang akan memisahkan keduanya Berlatih dengan memasangkan dua teori yang bersaing pada satu fenomena, lalu rumuskan satu pengujian yang hasilnya berbeda menurut masing-masing Tugas individu
CPMK 3
Mengevaluasi perkembangan termutakhir dari ilmu manajemen
Anda dapat menilai apakah suatu aliran riset sedang berkembang atau sedang jalan di tempat, dengan alasan yang dapat disebutkan Baca artikel tinjauan pada jurnal utama, telusuri bagaimana satu konstruk berubah selama sepuluh tahun terakhir, dan catat prediksi baru apa yang dihasilkannya Tugas kelompok
CPMK 4
Mengembangkan kebaruan dalam penelitian dan berkontribusi ke bidang ilmu manajemen
Anda dapat menyatakan kontribusi Anda dalam satu kalimat yang menyebutkan apa yang sebelumnya tidak diketahui dan mengapa hal itu penting Uji rumusan Anda dengan dua pertanyaan, yaitu apakah ini asli dan apakah ini berguna. Kebaruan yang tidak berguna dan kegunaan yang tidak asli sama-sama gagal Ujian akhir berupa tugas besar

Kesalahpahaman yang paling mahal

Banyak mahasiswa memperlakukan mata kuliah ini sebagai kelanjutan metodologi penelitian. Keduanya berbeda. Metodologi menjawab pertanyaan bagaimana mengumpulkan dan menganalisis data. Mata kuliah ini menjawab pertanyaan apa yang sedang Anda bangun dengan data itu, dan mengapa bangunan tersebut layak disebut teori.

Akibat kesalahpahaman ini terlihat jelas pada proposal disertasi. Proposal yang lemah menjelaskan secara rinci teknik pengambilan sampel dan uji statistik yang akan dipakai, tetapi tidak dapat menjawab pertanyaan sederhana tentang teori apa yang akan lebih baik setelah penelitian selesai. Proposal yang kuat dapat menjawabnya dalam satu paragraf, dan biasanya sudah menjawabnya di halaman pertama.

Kesalahan yang mahal

Mengira bahwa mengumpulkan banyak variabel dan menemukan hubungan signifikan di antaranya sudah merupakan pembangunan teori. Hubungan yang ditemukan adalah data. Teori adalah penjelasan tentang mengapa hubungan itu ada, dalam kondisi apa ia berlaku, dan kapan ia berhenti berlaku. Sutton dan Staw menyebut daftar variabel, diagram kotak berpanah, dan deretan hipotesis sebagai hal-hal yang sering disangka teori padahal bukan.

Bahan kajian 1

Perjalanan doktoral dan di mana teori masuk ke dalamnya

Cakupan bahasanCara menempuh dan menyelesaikan program doktor.

Bahan kajian ini bersifat khas program, dan rincian aturannya akan disampaikan langsung di kelas. Yang dapat disiapkan sebelumnya adalah pemahaman tentang mengapa bahan kajian tersebut diletakkan paling depan pada mata kuliah tentang teori, bukan pada mata kuliah administratif.

Alasannya, kelulusan doktoral tidak ditentukan oleh banyaknya data yang dikumpulkan atau canggihnya metode yang dipakai, melainkan oleh ada atau tidaknya kontribusi terhadap pengetahuan. Kontribusi itu selalu berbentuk teoretis, bahkan pada penelitian yang sangat terapan. Karena itu keputusan yang menentukan kelulusan sudah diambil jauh di awal, yaitu pada saat Anda memilih persoalan dan merumuskan apa yang hendak Anda ubah dalam pemahaman bidang ini.

Bentuk kesalahan yang paling sering terjadi adalah menunda pertanyaan tentang kontribusi sampai bab akhir. Peneliti yang menundanya akan menemukan pada tahun ketiga bahwa datanya banyak, analisisnya rapi, tetapi tidak ada satu pun kalimat yang dapat menjawab pertanyaan penguji tentang apa yang sekarang diketahui dunia dan sebelumnya tidak.

Pertanyaan yang menyertai Anda sampai sidang

Setelah penelitian ini selesai, teori apa yang menjadi lebih baik, dan dalam hal apa ia lebih baik. Bila Anda belum dapat menjawabnya dalam satu paragraf, rancangan penelitian Anda belum selesai, berapa pun banyaknya data yang sudah terkumpul.

Bahan kajian 2

Tren pembangunan teori, pengujian teori, dan kontribusi teoretis

Rumusan silabusTren Pembangunan Teori dan Pengujian Teori serta Kontribusi Teoritis.

Bahan kajian ini bersandar pada satu rangkaian perdebatan yang berlangsung di jurnal utama ilmu manajemen sejak akhir dekade 1980-an, dan rangkaian itu layak Anda kenali karena kriterianya masih dipakai penilai sampai sekarang.

David Whetten pada 1989 di Academy of Management Review merumuskan pertanyaan yang menjadi rujukan baku, yaitu apa yang sesungguhnya merupakan kontribusi teoretis. Jawabannya berbentuk empat unsur yang harus ada dalam sebuah teori. Unsur pertama adalah apa, yaitu faktor mana saja yang harus dimasukkan. Unsur kedua adalah bagaimana, yaitu cara faktor-faktor itu berhubungan. Unsur ketiga adalah mengapa, yaitu alasan mendasar yang membenarkan hubungan tersebut. Unsur keempat adalah siapa, di mana, dan kapan, yaitu batas keberlakuannya. Whetten menegaskan bahwa unsur ketiga adalah yang paling menentukan, dan justru yang paling sering hilang.

Robert Sutton dan Barry Staw pada 1995 di Administrative Science Quarterly menyerang persoalan dari arah sebaliknya melalui tulisan berjudul apa yang bukan teori. Mereka menyebutkan lima hal yang sering disangka teori padahal bukan, yaitu daftar rujukan, data, daftar variabel atau konstruk, diagram kotak berpanah, dan deretan hipotesis. Kelimanya berguna, tetapi tidak satu pun menjelaskan mengapa sesuatu terjadi.

Karl Weick menanggapi pada terbitan yang sama dengan argumen bahwa yang penting bukan produk akhirnya melainkan proses berteori. Menurutnya sebagian besar hasil kerja peneliti berada di antara belum teori dan sudah teori, dan menolak semua yang belum sempurna justru mematikan proses yang menghasilkan teori.

Kevin Corley dan Dennis Gioia pada 2011 merangkum perdebatan ini menjadi dua sumbu penilaian yang sekarang paling banyak dipakai, yaitu orisinalitas dan kegunaan. Kerangka mereka sangat berguna sebagai alat periksa mandiri.

kegunaan rendah kegunaan tinggi orisinalitas tinggi orisinalitas rendah Menarik tetapi tak terpakai Gagasan segar yang tidak menjawab persoalan siapa pun ditolak karena so what Kontribusi yang diakui Mengubah cara bidang ini memahami sesuatu, dan perubahan itu terpakai sasaran disertasi Anda Pengulangan Menegaskan yang sudah diketahui tanpa menambah apa pun ditolak karena tidak baru Berguna tetapi bukan teori Laporan konsultansi yang baik, temuan yang dapat dipakai praktisi kerap tertukar dengan kontribusi
Dua sumbu penilaian menurut Corley dan Gioia. Kuadran kanan bawah adalah jebakan yang paling sering menimpa peneliti dari kalangan praktisi, sebab hasil kerjanya berguna dan karena itu terasa berharga, padahal tidak mengubah apa pun dalam pemahaman bidang ini. Kuadran kiri atas adalah jebakan sebaliknya, yang menimpa peneliti yang mengejar kebaruan tanpa menanyakan siapa yang memerlukannya.
Istilah kunci
Kontribusi teoretis
theoretical contribution
Pembangunan dan pengujian teori
theory building and theory testing
Orisinalitas dan kegunaan
originality and utility
Berteori sebagai proses
theorizing
Teori jangkauan menengah
middle-range theory

Bahan kajian 3

Hakikat pemahaman, peran ilmu, dan landasan pembangunan teori

Rumusan silabusHakikat Pemahaman dan Peran Ilmu Pengetahuan serta Landasan Pembangunan Teori.

Bagian ini menjembatani filsafat ilmu dengan pekerjaan teknis membangun teori. Pertanyaan pokoknya adalah apa yang sebenarnya kita miliki ketika kita mengaku memahami sesuatu.

Jawaban yang paling terpakai dalam disiplin terapan berasal dari Robert Dubin melalui bukunya Theory Building. Dubin memandang teori sebagai model tentang sebagian dunia yang tersusun dari unsur-unsur yang dapat disebutkan satu per satu. Kekuatan pendekatan Dubin terletak pada kejelasannya, sebab ia mengubah pertanyaan kabur tentang apakah sesuatu sudah merupakan teori menjadi daftar periksa yang dapat dijawab.

BAGIAN KONSEPTUAL, BELUM DAPAT DIUJI 1. Satuan Konsep apa saja yang membentuk teori ini 2. Hukum interaksi Bagaimana satuan itu saling mempengaruhi 3. Batas Di mana teori ini berhenti berlaku 4. Keadaan sistem Kondisi khas yang dapat dialami sistem diturunkan menjadi 5. Proposisi Diturunkan secara logis dari empat unsur di atas diterjemahkan lewat BAGIAN EMPIRIS, SUDAH DAPAT DIUJI 6. Indikator empiris Cara mengukur tiap satuan 7. Hipotesis Proposisi dalam bentuk terukur Bila Anda tidak dapat menyebutkan unsur 3, teori Anda belum punya batas, dan teori tanpa batas tidak dapat difalsifikasi.
Unsur teori menurut Dubin. Perhatikan garis pemisah di tengah. Segala sesuatu di atas garis bersifat konseptual dan tidak dapat diuji secara langsung. Kesalahan yang paling sering terjadi adalah melompat dari satuan langsung ke hipotesis tanpa pernah menuliskan hukum interaksi dan batasnya, sehingga hipotesis yang diuji tidak terhubung ke penjelasan apa pun.

Samuel Bacharach menambahkan kriteria penilaian yang melengkapi daftar Dubin. Menurutnya sebuah teori dinilai dari dua hal, yaitu kemampuan difalsifikasi dan kegunaan penjelasannya. Kriteria kedua ini penting karena banyak model dalam ilmu manajemen dapat diuji secara statistik tetapi tidak menjelaskan apa pun, sebab hubungan yang ditemukannya tidak disertai alasan mengapa hubungan itu ada.

John Wacker pada 1998 di Journal of Operations Management menyusun kriteria yang lebih rinci dan sangat cocok untuk bidang terapan. Ia menyebut empat syarat, yaitu definisi konsep yang jelas, ranah keberlakuan yang dinyatakan, hubungan antarkonsep yang dijelaskan, dan prediksi khusus yang dapat diturunkan. Wacker juga membedakan metode pembangunan teori analitis, konseptual, dan empiris, sehingga tulisannya berguna sebagai peta sebelum Anda masuk ke blok perkakas.

Satu gagasan lagi yang perlu Anda kenali adalah teori jangkauan menengah dari Robert Merton. Merton menolak dua ekstrem, yaitu teori besar yang menjelaskan segalanya secara samar, dan kumpulan temuan empiris yang tidak terhubung ke penjelasan apa pun. Yang ia anjurkan berada di antara keduanya, yaitu teori yang cukup abstrak untuk berlaku pada lebih dari satu kasus namun cukup khusus untuk diuji. Hampir seluruh teori yang dianggap berhasil dalam ilmu manajemen berada pada jangkauan ini.

Istilah kunci
Satuan dan hukum interaksi
units, laws of interaction
Batas keberlakuan
boundary conditions
Keadaan sistem
system states
Proposisi dan hipotesis
propositions and hypotheses
Indikator empiris
empirical indicators
Kegunaan penjelasan
explanatory utility

Bahan kajian 4

Metode umum pembangunan teori dalam disiplin terapan

Rumusan silabusMetode Umum Pembangunan Teori dalam Disiplin Terapan.

Inilah tulang punggung mata kuliah. Metode ini dirumuskan Susan Lynham pada 2002 di Advances in Developing Human Resources, lalu dikembangkan menjadi buku oleh Richard Swanson dan Thomas Chermack. Yang membedakannya dari metode pembangunan teori pada ilmu murni adalah adanya fase penerapan sebagai bagian resmi dari proses, bukan sebagai akibat sampingan setelah teori selesai.

Alasan perbedaan itu penting. Pada disiplin terapan, teori dinilai bukan hanya dari kesesuaiannya dengan data, melainkan juga dari apa yang terjadi ketika ia dipakai orang untuk bertindak. Sebuah teori kepemimpinan yang cocok dengan data survei tetapi tidak menghasilkan perbedaan apa pun ketika dipakai melatih manajer belum selesai diuji menurut kerangka ini.

DUNIA GAGASAN DUNIA PRAKTIK 1. Konseptualisasi Merumuskan apa yang terjadi dan mengapa 2. Operasionalisasi Menerjemahkan konsep menjadi sesuatu yang terukur 3. Konfirmasi Menguji dugaan terhadap kenyataan lapangan 4. Penerapan Dipakai orang untuk bertindak, lalu diamati 5. Penyempurnaan Merevisi teori berdasarkan apa yang terjadi putaran utama Yang membedakan disiplin terapan Fase penerapan adalah bagian resmi dari pengujian, bukan tindak lanjut setelah teori selesai. Teori yang cocok dengan data tetapi tidak mengubah apa pun ketika dipakai bertindak belum menyelesaikan siklus ini.
Siklus lima fase. Sisi kiri berada di dunia gagasan, sisi kanan di dunia praktik, dan teori tumbuh justru pada perpindahan antara keduanya. Panah tebal dari penyempurnaan kembali ke konseptualisasi menandakan bahwa satu putaran tidak pernah cukup. Disertasi pada umumnya hanya menyelesaikan satu sampai dua putaran, dan itu wajar, asalkan dinyatakan dengan jujur.
Cara memakainya untuk disertasi

Tentukan sejak awal fase mana yang menjadi kontribusi Anda. Disertasi yang membangun kerangka baru berada pada fase satu dan dua. Disertasi yang menguji kerangka yang sudah ada berada pada fase tiga. Disertasi yang memeriksa apa yang terjadi ketika suatu kerangka diterapkan berada pada fase empat dan lima. Ketiganya sah, tetapi klaim yang boleh Anda ajukan berbeda-beda, dan menyatakan fase secara terbuka melindungi Anda dari pertanyaan yang tidak seharusnya ditujukan pada penelitian Anda.

Bahan kajian 5

Fase konseptualisasi

Rumusan silabusFase Konseptualisasi.

Fase ini menghasilkan kerangka konseptual, yaitu pernyataan tentang apa yang terjadi dan mengapa. Bahan mentahnya berasal dari tiga sumber, yaitu pengalaman praktik yang menimbulkan kebingungan, literatur yang belum memberikan jawaban memuaskan, dan pengamatan awal di lapangan.

Pekerjaan yang sesungguhnya pada fase ini bukan mencari jawaban, melainkan merumuskan persoalan sampai persoalan itu memiliki bentuk. Sebuah persoalan telah berbentuk ketika Anda dapat menyatakannya sebagai ketegangan antara dua hal yang keduanya masuk akal.

Sebagai contoh, pernyataan bahwa kebijakan hilirisasi berjalan lambat belum berbentuk, sebab ia hanya menyebut keadaan. Pernyataan bahwa insentif yang ditawarkan sudah memenuhi syarat kelayakan finansial menurut teori investasi, tetapi keputusan investasi tetap tertunda, sudah berbentuk, sebab ia memuat ketegangan yang menuntut penjelasan. Ketegangan semacam inilah yang melahirkan teori, sebab ia memaksa Anda mencari faktor yang belum diperhitungkan.

Weick menyebut fase ini sebagai imajinasi yang terdisiplin. Yang ia maksud adalah proses menghasilkan banyak dugaan sekaligus menyaringnya dengan ketat, dan bahwa mutu teori yang dihasilkan bergantung pada keragaman dugaan yang sempat dipertimbangkan sebelum penyaringan.

Kesalahan yang mahal

Menyalin kerangka konseptual dari artikel yang sudah ada lalu mengganti konteksnya menjadi Indonesia. Perbedaan konteks bukan kontribusi teoretis, kecuali Anda dapat menunjukkan bahwa konteks tersebut mengaktifkan mekanisme yang berbeda atau menonaktifkan salah satu asumsi teori aslinya. Bila Anda memakai jalur ini, letakkan kontribusinya pada batas keberlakuan, bukan pada kebaruan kerangkanya.

Bahan kajian 6

Fase operasionalisasi

Rumusan silabusFase Operasionalisasi.

Fase ini menjembatani gagasan dan pengujian. Tugasnya adalah menerjemahkan setiap konsep dalam kerangka menjadi sesuatu yang dapat diamati, dan menerjemahkan setiap proposisi menjadi pernyataan yang hasilnya dapat berbeda-beda.

Kesulitan terbesar pada fase ini adalah bahwa penerjemahan selalu menghilangkan sebagian makna. Konstruk seperti kepercayaan, kesiapan organisasi, atau kualitas tata kelola tidak dapat diamati secara langsung, sehingga yang diukur selalu berupa jejak atau gejala. Karena itu setiap keputusan operasionalisasi perlu disertai alasan tentang mengapa jejak tersebut cukup mewakili.

Konstruk Kesiapan organisasi Tidak dapat diamati langsung Dimensi Sumber daya, kepemimpinan, pengalaman sebelumnya Indikator Butir kuesioner, catatan anggaran, riwayat proyek celah 1 celah 2 Yang harus dibela pada celah 1 Mengapa justru dimensi ini, dan apa yang hilang bila dimensi lain diabaikan Yang harus dibela pada celah 2 Mengapa jejak yang terukur ini cukup mewakili dimensi yang dimaksud Uji statistik hanya memeriksa mutu di sisi kanan. Kedua celah di atas tidak pernah diperiksa oleh angka mana pun, dan justru pada celah itulah penguji akan bertanya.
Dua celah penerjemahan. Nilai reliabilitas yang tinggi hanya menunjukkan bahwa butir-butir pengukuran konsisten satu sama lain. Ia tidak menunjukkan bahwa butir tersebut mengukur konstruk yang Anda maksud. Pembelaan atas kedua celah itu bersifat argumentatif, bukan statistik.

Perlu ditegaskan bahwa operasionalisasi tidak identik dengan kuantifikasi. Pada penelitian kualitatif, fase ini tetap berlangsung, hanya bentuknya berupa penetapan apa yang akan dianggap sebagai bukti bagi tiap konsep, bagaimana bukti itu dikenali dalam data, dan apa yang akan dianggap sebagai kasus yang bertentangan.

Bahan kajian 7

Fase konfirmasi dan fase penerapan

Rumusan silabusFase Konfirmasi dan Terapkan.

Fase konfirmasi adalah tempat teori berhadapan dengan kenyataan. Namanya sedikit menyesatkan, sebab yang dicari bukan pembenaran melainkan informasi. Hasil yang paling berharga pada fase ini justru hasil yang tidak sesuai dugaan, karena hasil semacam itu menunjukkan letak batas teori.

Di sinilah pelajaran dari filsafat ilmu masuk secara langsung. Ketika hasil tidak sesuai, Anda selalu memiliki pilihan untuk menyalahkan alat ukur, sampel, atau kondisi lapangan, dan pilihan itu sah secara logis karena hipotesis tidak pernah diuji sendirian. Yang membedakan peneliti yang jujur adalah kesediaannya menyatakan pilihan tersebut secara terbuka, beserta alasan mengapa penyelamatan itu masih dapat dibenarkan.

Fase penerapan adalah bagian yang paling khas dari kerangka disiplin terapan, dan bagian yang paling sering dilewati. Pada fase ini teori diserahkan kepada orang yang akan memakainya untuk bertindak, lalu diamati apa yang terjadi. Yang diuji bukan lagi kebenaran proposisinya, melainkan kegunaannya, kemudahan pemakaiannya, dan akibat yang tidak diperkirakan.

FasePertanyaan yang dijawabBukti yang dikumpulkanKegagalan pada fase ini berarti
KonfirmasiApakah dugaan ini sesuai dengan kenyataan yang teramatiData lapangan, hasil uji, kasus yang bertentanganProposisi perlu direvisi, atau batasnya perlu dipersempit
PenerapanApa yang terjadi ketika orang memakai teori ini untuk bertindakCatatan pemakaian, hasil intervensi, keluhan pengguna, akibat tak terdugaTeorinya mungkin benar tetapi tidak dapat dipakai, dan itu tetap merupakan temuan
Yang membuat temuan negatif berharga

Sebuah teori yang gagal pada fase penerapan tetap menghasilkan kontribusi, asalkan Anda dapat menjelaskan mengapa ia gagal. Penjelasan itu biasanya berbentuk penemuan asumsi tersembunyi yang tidak berlaku dalam konteks pemakaian. Penemuan asumsi tersembunyi adalah salah satu bentuk kontribusi teoretis yang paling dihargai, karena ia mempersempit batas teori dengan cara yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bahan kajian 8

Fase penyempurnaan dan menilai status sebuah teori

Rumusan silabusFase Penyempurnaan dan Mencari Tahu Status Teori Saat Ini.

Fase penyempurnaan menutup satu putaran dan membuka putaran berikutnya. Hasil dari fase konfirmasi dan penerapan dipakai untuk merevisi kerangka, dan revisi itu dapat berupa penambahan satuan, perubahan hukum interaksi, atau penyempitan batas.

Bagian kedua bahan kajian ini adalah keterampilan yang akan Anda pakai setiap kali menulis tinjauan pustaka, yaitu menilai sudah sampai mana suatu teori berkembang. Penilaian ini bukan soal menghitung jumlah kutipan. Yang dinilai adalah apakah aliran riset tersebut masih menghasilkan sesuatu yang baru.

Kriteria yang paling terpakai untuk penilaian semacam ini berasal dari Imre Lakatos, yaitu pembedaan antara program riset yang progresif dan yang merosot. Program dinilai progresif apabila revisi-revisinya melahirkan prediksi baru yang kemudian terbukti, dan merosot apabila revisi itu hanya menambal kegagalan tanpa menghasilkan apa pun yang baru.

Yang Anda amati pada literaturKemungkinan statusPeluang kontribusi Anda
Konstruk inti masih diperdebatkan definisinya setelah bertahun-tahunBelum matang, masih pada fase konseptualisasiMenjernihkan konstruk dan menetapkan batas yang selama ini kabur
Hasil empiris bertentangan antarstudi tanpa penjelasanAda moderator atau kondisi batas yang belum dikenaliMenemukan kondisi yang menentukan kapan hubungan itu berlaku
Setiap studi baru hanya menambah variabel moderatorMerosot menurut kriteria LakatosMenawarkan mekanisme alternatif, bukan moderator tambahan
Teori mapan, banyak diuji, jarang dipakai praktisiKuat pada fase konfirmasi, kosong pada fase penerapanMeneliti apa yang terjadi ketika teori itu benar-benar diterapkan
Istilah kunci
Kondisi batas
boundary conditions
Program progresif dan merosot
progressive and degenerating research programme
Kematangan teori
theory maturity
Celah penelitian dan celah semu
research gap and gap-spotting
Problematisasi
problematization

Bahan kajian 9

Model kausal

Rumusan silabusModel Kausal.

Model kausal adalah cara menyatakan teori dalam bentuk hubungan sebab akibat yang eksplisit. Kekuatannya terletak pada ketegasan, sebab begitu Anda menggambar panah dari satu konsep ke konsep lain, Anda telah membuat klaim yang dapat dipersoalkan.

Yang membedakan model kausal yang serius dari diagram kotak berpanah biasa adalah adanya pernyataan tentang mekanisme, yaitu penjelasan mengapa panah itu ada. Tanpa mekanisme, panah hanya menyatakan bahwa dua hal berhubungan, dan Sutton dan Staw menempatkannya dalam daftar hal yang bukan teori.

Perkembangan paling penting pada bidang ini datang dari Judea Pearl, yang menunjukkan bahwa pertanyaan kausal tidak dapat dijawab oleh data saja, melainkan memerlukan asumsi yang dinyatakan dalam bentuk model. Pearl membedakan tiga tingkat pertanyaan yang menuntut alat berbeda, dan pembedaan ini sangat berguna untuk memeriksa apakah klaim dalam penelitian Anda sesuai dengan jenis data yang Anda miliki.

TIGA TINGKAT PERTANYAAN 1. Asosiasi Apa yang terjadi bersamaan? Cukup dengan data observasi korelasi, regresi 2. Intervensi Apa yang terjadi bila diubah? Perlu eksperimen atau asumsi uji acak, desain kuasi 3. Kontrafaktual Apa yang akan terjadi bila dulu diputuskan lain? perlu model kausal utuh Klaim pada tingkat 2 dan 3 tidak dapat ditopang oleh data tingkat 1, betapapun besar sampelnya. PERAN PERANCU Pelatihan manajer Kinerja unit Anggaran unit korelasi teramati membiayai memungkinkan Yang sebenarnya terjadi Unit dengan anggaran besar mampu mengirim manajernya berlatih dan sekaligus mampu berkinerja baik. Pelatihan dan kinerja berkorelasi tanpa satu pun menyebabkan yang lain. Menemukan perancu adalah kerja teori, bukan kerja statistik.
Tingkat pertanyaan kausal dan peran perancu. Tidak ada uji statistik yang dapat memberi tahu bahwa anggaran unit adalah perancu. Variabel itu harus lebih dahulu dipikirkan sebagai bagian dari teori, baru kemudian diukur dan dikendalikan. Inilah sebabnya pembangunan teori mendahului analisis data, bukan sebaliknya.
Istilah kunci
Perancu
confounder
Graf asiklik berarah
directed acyclic graph, DAG
Mekanisme
mechanism
Mediasi dan moderasi
mediation and moderation
Kesahihan internal dan eksternal
internal and external validity

Bahan kajian 10

Model matematika

Rumusan silabusModel Matematika.

Model matematika menyatakan teori dalam bentuk hubungan formal antarbesaran. Keunggulannya bukan pada ketepatan angka, melainkan pada ketidakmungkinan bersembunyi. Ketika sebuah teori ditulis sebagai persamaan, setiap asumsi harus dinyatakan, dan konsekuensi yang tidak diinginkan tidak dapat disamarkan oleh bahasa yang mengambang.

Dalam ilmu manajemen, model matematika muncul dalam beberapa bentuk. Bentuk optimasi menyatakan persoalan sebagai pencarian nilai terbaik dengan kendala tertentu, dan lazim dipakai pada riset operasi dan manajemen rantai pasok. Bentuk teori permainan menyatakan persoalan sebagai interaksi antara pihak-pihak yang kepentingannya berbeda, dan berguna untuk memodelkan persaingan, negosiasi, atau hubungan antara pemerintah dan investor. Bentuk ekonometrik struktural menyatakan hubungan yang diturunkan dari teori, bukan sekadar dari pola dalam data.

Yang perlu diwaspadai adalah godaan untuk memakai matematika sebagai hiasan. Sebuah persamaan yang tidak menghasilkan prediksi yang berbeda dari penjelasan verbalnya tidak menambah apa pun, kecuali kesan kecanggihan. Uji sederhana untuk memeriksanya adalah menanyakan apakah ada kesimpulan dari model tersebut yang mengejutkan Anda ketika pertama kali menurunkannya. Bila tidak ada, model itu kemungkinan hanya menuliskan ulang apa yang sudah Anda yakini.

Kesalahan yang mahal

Menyamakan model statistik dengan model matematika dalam pengertian pembangunan teori. Model regresi menggambarkan pola dalam data dan parameternya diperoleh dari data. Model matematika dalam pengertian teori menyatakan hubungan yang diturunkan dari asumsi, dan justru dapat dikonfrontasi dengan data untuk melihat di mana ia meleset. Keduanya sah, tetapi hanya yang kedua yang secara langsung merupakan pernyataan teoretis.

Bahan kajian 11

Simulasi sebagai metode pengembangan teori

Rumusan silabusSimulasi sebagai Metode Pengembangan Teori.

Simulasi sering disalahpahami sebagai alat peramalan. Dalam konteks pembangunan teori, fungsinya berbeda. Jason Davis, Kathleen Eisenhardt, dan Christopher Bingham pada 2007 di Academy of Management Review menjelaskan bahwa simulasi paling berguna ketika teori yang ada sudah cukup untuk merumuskan mekanisme dasar tetapi belum cukup untuk menurunkan konsekuensinya, biasanya karena konsekuensi itu muncul dari interaksi yang terlalu rumit untuk ditelusuri dengan penalaran verbal.

Inilah wilayah tempat simulasi memberi hasil yang tidak dapat diperoleh dengan cara lain, yaitu ketika mekanisme sederhana menghasilkan pola yang tidak terduga. Temuan semacam itu adalah kontribusi teoretis, sebab ia menunjukkan bahwa penjelasan yang selama ini dipakai tidak lengkap.

Teori sederhana Beberapa mekanisme yang sudah dipahami Model komputasi Mekanisme ditulis sebagai aturan Eksperimen maya Ribuan jalannya dengan kondisi berbeda Pola tak terduga harus dijelaskan proposisi baru yang belum pernah dirumuskan Kapan simulasi tepat dipakai Ketika mekanismenya sudah diketahui tetapi akibat gabungannya tidak dapat ditelusuri dengan penalaran verbal. Kapan simulasi tidak tepat Ketika mekanisme dasarnya sendiri belum diketahui. Simulasi tidak menemukan mekanisme, ia hanya menjalankannya.
Simulasi sebagai mesin penghasil proposisi. Nilai keluarannya bukan pada angka, melainkan pada pola yang tidak terduga, yang kemudian dirumuskan menjadi proposisi untuk diuji dengan data nyata. Bila keluaran simulasi hanya menegaskan apa yang sudah Anda duga, kontribusinya kecil.

Tiga keluarga pendekatan yang paling sering dipakai adalah system dynamics untuk memodelkan struktur umpan balik yang menghasilkan pola perilaku sepanjang waktu, permodelan berbasis agen untuk menumbuhkan pola makro dari interaksi antaraktor, dan simulasi peristiwa diskret untuk memodelkan antrean dan proses. Ketiganya membawa asumsi yang berbeda tentang di mana letak penjelasan, sehingga pemilihannya adalah keputusan teoretis, bukan keputusan teknis.

Bahan kajian 12

Teori berdasar dan teori yang muncul

Rumusan silabusTeori Berdasar dan Muncul.

Pendekatan ini membalik arah kerja. Alih-alih memulai dari kerangka lalu mengujinya, peneliti memulai dari data lapangan dan membiarkan konsep muncul dari data tersebut. Barney Glaser dan Anselm Strauss merumuskannya pada 1967 sebagai tanggapan atas dominasi pengujian teori besar yang menurut mereka membuat peneliti hanya menemukan apa yang sudah mereka cari.

Perlu diketahui bahwa pendekatan ini terbelah menjadi beberapa aliran yang berbeda cukup tajam. Glaser mempertahankan posisi bahwa peneliti harus masuk ke lapangan tanpa kerangka awal. Strauss dan Juliet Corbin mengembangkan prosedur pengodean yang lebih terstruktur. Kathy Charmaz kemudian menawarkan versi konstruktivis yang menerima bahwa teori dibentuk bersama antara peneliti dan partisipan, bukan ditemukan begitu saja di dalam data.

Dalam ilmu manajemen, versi yang paling banyak dipakai dan paling sering diminta penguji adalah prosedur yang dirumuskan Dennis Gioia, Kevin Corley, dan Aimee Hamilton pada 2013 di Organizational Research Methods. Kekuatannya terletak pada adanya struktur data yang dapat diperlihatkan, sehingga pembaca dapat menelusuri bagaimana peneliti bergerak dari ucapan partisipan menuju konsep teoretis.

TINGKAT 1 istilah partisipan TINGKAT 2 tema peneliti DIMENSI AGREGAT konstruk teoretis “izin keluar, lahan belum” “ganti pejabat, aturan beda” “kami tunggu sampai jelas” “pusat dan daerah beda” Ketidaksinkronan antarinstansi Penundaan sebagai strategi menunggu Ketidakpastian kelembagaan Mengapa struktur ini diminta penguji Ia memperlihatkan jejak penafsiran. Pembaca dapat memeriksa apakah lompatan dari ucapan partisipan menuju konstruk teoretis masuk akal, atau apakah peneliti sudah membawa kesimpulannya sejak awal. Tanpa struktur ini, temuan kualitatif hanya dapat diterima atau ditolak berdasarkan kepercayaan.
Struktur data menurut Gioia dan rekan. Tingkat satu memakai bahasa partisipan apa adanya. Tingkat dua adalah tempat peneliti mulai berteori. Dimensi agregat adalah konstruk yang akan masuk ke dalam model akhir. Kesalahan yang umum adalah menyusun struktur ini setelah kesimpulan ditetapkan, sehingga ia menjadi hiasan dan bukan jejak.
Kesalahan yang mahal

Menyebut penelitian sebagai grounded theory padahal yang dilakukan hanyalah analisis tematik. Grounded theory menuntut pengambilan sampel teoretis, yaitu keputusan tentang siapa yang diwawancarai berikutnya ditentukan oleh konsep yang sedang muncul, bukan ditetapkan seluruhnya di awal. Ia juga menuntut penyataan kejenuhan teoretis yang dapat dipertanggungjawabkan. Bila kedua hal ini tidak dilakukan, sebut saja penelitian Anda sebagai kualitatif induktif, dan tidak ada yang keliru dengan itu.

Bahan kajian 13

Sistem pemikiran yang berpengaruh

Rumusan silabusSistem Pemikiran yang Berpengaruh.

Bahan kajian ini menyediakan gudang kerangka besar yang dapat dipinjam ketika Anda membangun teori. Fungsinya bukan untuk dihafal, melainkan untuk dikenali, sebab setiap kerangka besar membawa asumsi tentang di mana letak penjelasan.

Sistem pemikiranLetak penjelasan menurutnyaCocok untuk persoalan
Teori sistem umum
von Bertalanffy, Boulding
Pada hubungan antarbagian, bukan pada sifat bagiannyaFenomena yang muncul dari keterkaitan, lintas tingkat analisis
Sibernetika
Wiener, Ashby
Pada pengendalian lewat umpan balik dan keragaman yang diperlukanTata kelola, pengaturan, kemampuan organisasi merespons perubahan
Berpikir sistem lunak
Checkland
Pada perbedaan cara pemangku kepentingan memaknai situasiSituasi masalah yang bahkan definisinya belum disepakati
Dinamika sistem
Forrester, Sterman
Pada struktur umpan balik dan penundaan yang menghasilkan perilakuPola yang berulang sepanjang waktu, kebijakan yang berbalik arah
Kompleksitas dan kemunculanPada interaksi lokal yang menghasilkan keteraturan globalEkosistem, jaringan pelaku, perilaku pasar
Kelembagaan
tradisi institusional
Pada aturan, norma, dan tekanan keabsahanMengapa organisasi menyerupai satu sama lain meski tidak efisien

Yang perlu ditegaskan, memilih satu sistem pemikiran berarti menerima asumsinya. Peneliti yang memakai dinamika sistem sedang menyatakan bahwa struktur umpan balik itu nyata dan dapat direpresentasikan. Peneliti yang memakai berpikir sistem lunak tidak menyatakan hal itu. Menggabungkan keduanya dalam satu penelitian memerlukan penjelasan tentang bagaimana asumsi yang berbeda tersebut dipertemukan.

Bahan kajian 14

Membangun teori menggunakan studi kasus

Rumusan silabusMembangun Teori menggunakan Studi Kasus.

Studi kasus sering dianggap metode yang lemah karena jumlah kasusnya sedikit. Anggapan itu berangkat dari kriteria yang keliru, yaitu generalisasi statistik. Studi kasus tidak bertujuan menggeneralisasi ke populasi, melainkan ke teori. Kathleen Eisenhardt pada 1989 menunjukkan bagaimana kasus dipilih bukan secara acak melainkan berdasarkan pertimbangan teoretis, yaitu kasus mana yang paling mungkin memperjelas atau membantah mekanisme yang sedang dibangun.

Tiga tradisi besar dalam studi kasus perlu Anda bedakan, sebab logikanya berlainan dan penguji biasanya menuntut konsistensi dengan salah satunya.

Eisenhardt Perbandingan lintas kasus 4 sampai 10 kasus Replikasi literal dan teoretis Keluaran berupa proposisi dan konstruk baru mendekati logika positivis Gioia Penafsiran mendalam Satu kasus, banyak informan Struktur data bertingkat Keluaran berupa model proses yang beralur interpretif Yin Pengujian proposisi Satu atau beberapa kasus Pencocokan pola Keluaran berupa dukungan atau bantahan atas proposisi pascapositivis Kesalahan yang paling sering terjadi Mencampur ketiganya dalam satu bab metodologi, misalnya memakai pemilihan kasus ala Eisenhardt, pengodean ala Gioia, dan klaim ala Yin.
Tiga tradisi studi kasus. Pemilihan tradisi menentukan berapa kasus yang diperlukan, bagaimana kasus dipilih, dan klaim apa yang boleh diajukan pada bab kesimpulan. Menyebut ketiga nama sekaligus sebagai rujukan metodologi adalah tanda bahwa logika penelitiannya belum ditetapkan.
Istilah kunci
Pengambilan sampel teoretis
theoretical sampling
Generalisasi analitis
analytic generalisation
Logika replikasi
replication logic
Kejenuhan teoretis
theoretical saturation
Kasus ekstrem dan polar
extreme and polar cases

Latihan 1

Diagnostik pilihan ganda

Kerjakan seluruhnya sebelum membuka satu pun kunci. Pengecoh pada soal-soal ini dipilih dari kekeliruan yang paling sering muncul pada proposal disertasi.

Soal 1

Menurut Whetten, unsur yang paling menentukan sebuah kontribusi teoretis sekaligus paling sering hilang adalah:

  1. Apa, yaitu daftar faktor yang dimasukkan
  2. Bagaimana, yaitu pola hubungan antarfaktor
  3. Mengapa, yaitu alasan mendasar yang membenarkan hubungan tersebut
  4. Siapa, di mana, dan kapan, yaitu batas keberlakuan
Buka kunci dan pembahasan

Jawaban: c. Unsur apa dan bagaimana relatif mudah dipenuhi, sebab keduanya dapat disusun dari tinjauan pustaka. Unsur mengapa menuntut peneliti merumuskan mekanisme, dan justru inilah yang membedakan teori dari deskripsi hubungan. Perhatikan bahwa unsur keempat juga sering hilang, tetapi Whetten menempatkan unsur ketiga sebagai jantung kontribusi teoretis.

Soal 2

Menurut Sutton dan Staw, manakah yang termasuk hal yang sering disangka teori padahal bukan?

  1. Pernyataan tentang mekanisme yang menghubungkan dua konstruk
  2. Diagram kotak berpanah
  3. Penjelasan tentang kondisi batas berlakunya suatu hubungan
  4. Argumen tentang mengapa suatu pengaruh melemah pada organisasi besar
Buka kunci dan pembahasan

Jawaban: b. Diagram kotak berpanah menunjukkan bahwa penulis meyakini adanya hubungan, tetapi tidak menyampaikan alasan mengapa hubungan itu ada. Pilihan a, c, dan d semuanya merupakan unsur teori yang sah, sebab ketiganya menyangkut mekanisme atau kondisi batas. Empat lainnya yang mereka sebut adalah daftar rujukan, data, daftar variabel, dan deretan hipotesis.

Soal 3

Yang membedakan metode pembangunan teori pada disiplin terapan dari metode pada ilmu murni, menurut kerangka Lynham serta Swanson dan Chermack, adalah:

  1. Adanya fase penerapan sebagai bagian resmi dari proses
  2. Tidak diperlukannya pengujian empiris
  3. Penggunaan metode kualitatif secara eksklusif
  4. Jumlah fasenya yang lebih sedikit
Buka kunci dan pembahasan

Jawaban: a. Pada disiplin terapan, teori dinilai juga dari apa yang terjadi ketika ia dipakai orang untuk bertindak. Karena itu penerapan bukan tindak lanjut setelah teori selesai, melainkan bagian dari pengujiannya. Pilihan b keliru karena konfirmasi tetap ada. Kelima fasenya adalah konseptualisasi, operasionalisasi, konfirmasi, penerapan, dan penyempurnaan.

Soal 4

Sebuah penelitian mengambil kerangka teori dari artikel di jurnal internasional, lalu mengujinya pada perusahaan di Indonesia dan menemukan hasil yang serupa. Klaim kontribusi teoretis yang paling dapat dipertahankan adalah:

  1. Menghasilkan teori baru yang khas Indonesia
  2. Memperluas batas keberlakuan teori tersebut ke konteks yang belum diuji
  3. Membuktikan bahwa teori tersebut berlaku universal
  4. Tidak ada kontribusi teoretis sama sekali
Buka kunci dan pembahasan

Jawaban: b. Pengujian ulang pada konteks baru merupakan kontribusi pada unsur keempat Whetten, yaitu siapa, di mana, dan kapan. Pilihan a berlebihan karena tidak ada kerangka baru yang dihasilkan. Pilihan c terlalu kuat sebab satu konteks tambahan tidak membuktikan universalitas. Pilihan d terlalu keras. Kontribusi semacam ini nyata tetapi sederhana, dan akan jauh lebih kuat bila Anda dapat menunjukkan mekanisme mana yang bekerja berbeda dalam konteks tersebut.

Soal 5

Dalam kerangka Dubin, pernyataan yang menetapkan sampai di mana sebuah teori berlaku disebut:

  1. Hukum interaksi
  2. Keadaan sistem
  3. Batas
  4. Indikator empiris
Buka kunci dan pembahasan

Jawaban: c. Batas menyatakan kondisi tempat teori berhenti berlaku. Unsur ini penting bukan hanya secara teknis, sebab teori yang tidak memiliki batas berarti mengklaim berlaku di mana saja, dan klaim semacam itu tidak dapat difalsifikasi. Perhatikan bahwa memperjelas batas suatu teori yang selama ini kabur merupakan bentuk kontribusi teoretis yang sah dan sering diremehkan.

Soal 6

Seorang peneliti memiliki data survei lintas seksi dan menemukan korelasi kuat antara pelatihan manajer dan kinerja unit. Ia menyimpulkan bahwa menambah pelatihan akan meningkatkan kinerja. Menurut kerangka Pearl, kesalahannya adalah:

  1. Ukuran sampelnya kurang besar
  2. Mengajukan klaim tingkat intervensi dengan data tingkat asosiasi
  3. Tidak menggunakan analisis jalur
  4. Tidak menguji normalitas data
Buka kunci dan pembahasan

Jawaban: b. Pertanyaan tentang apa yang terjadi bila sesuatu diubah berada pada tingkat kedua, dan tidak dapat dijawab oleh data observasi saja betapapun besar sampelnya. Diperlukan eksperimen, atau asumsi kausal yang dinyatakan secara eksplisit beserta pembelaannya. Pilihan c tidak menolong, sebab analisis jalur tetap memerlukan asumsi kausal yang berasal dari teori, bukan dari data.

Soal 7

Menurut Davis, Eisenhardt, dan Bingham, simulasi paling tepat dipakai sebagai metode pembangunan teori ketika:

  1. Data empiris sulit diperoleh
  2. Peneliti ingin meramalkan nilai masa depan
  3. Mekanisme dasarnya sudah diketahui tetapi akibat gabungannya tidak dapat ditelusuri dengan penalaran verbal
  4. Teori yang ada sudah sangat matang dan hanya perlu ditegaskan
Buka kunci dan pembahasan

Jawaban: c. Simulasi tidak menemukan mekanisme, ia hanya menjalankannya. Karena itu ia tidak menolong pada bidang yang mekanismenya belum diketahui, dan tidak menambah banyak pada bidang yang sudah sangat matang. Wilayah yang paling produktif berada di antara keduanya, yaitu ketika beberapa mekanisme sederhana sudah dipahami tetapi interaksinya menghasilkan akibat yang tidak dapat diturunkan dengan penalaran biasa. Pilihan a keliru sebab kelangkaan data bukan pembenaran metodologis.

Soal 8

Ciri yang membedakan grounded theory dari analisis tematik biasa adalah:

  1. Jumlah informan yang lebih banyak
  2. Penggunaan perangkat lunak analisis kualitatif
  3. Pengambilan sampel teoretis, yaitu keputusan tentang informan berikutnya ditentukan oleh konsep yang sedang muncul
  4. Wawancara yang direkam dan ditranskripsi lengkap
Buka kunci dan pembahasan

Jawaban: c. Pengambilan sampel teoretis berarti rancangan penelitian berkembang seiring analisis, bukan ditetapkan seluruhnya di awal. Bersama tuntutan kejenuhan teoretis dan perbandingan tetap, inilah yang membuat pendekatan tersebut menghasilkan teori dan bukan sekadar tema. Pilihan a, b, dan d adalah ciri teknis yang dapat dimiliki penelitian kualitatif mana pun.

Soal 9

Sebuah bab metodologi menyatakan memakai pemilihan kasus polar ala Eisenhardt, struktur data bertingkat ala Gioia, dan pencocokan pola untuk menguji proposisi ala Yin. Penilaian yang paling tepat adalah:

  1. Rancangan yang kuat karena menggabungkan tiga tradisi terbaik
  2. Rancangan yang belum menetapkan logika penelitiannya, sebab ketiga tradisi itu membawa tujuan dan klaim yang berbeda
  3. Rancangan yang sah asalkan jumlah kasusnya mencukupi
  4. Rancangan yang lemah karena studi kasus tidak dapat menghasilkan teori
Buka kunci dan pembahasan

Jawaban: b. Eisenhardt membangun proposisi dari perbandingan lintas kasus, Gioia menghasilkan model proses dari penafsiran mendalam, dan Yin menguji proposisi yang sudah ada melalui pencocokan pola. Ketiganya menjawab pertanyaan yang berbeda. Menggabungkan istilahnya tanpa memilih logikanya membuat bab kesimpulan tidak dapat menyatakan klaim apa pun secara konsisten. Pilihan d keliru, sebab studi kasus memang menghasilkan teori, hanya generalisasinya bersifat analitis dan bukan statistik.

Soal 10

Sebuah aliran riset selama lima belas tahun terus menambahkan variabel moderator setiap kali hasilnya tidak konsisten, tanpa menghasilkan prediksi baru yang terbukti. Peluang kontribusi yang paling menjanjikan adalah:

  1. Menambahkan satu moderator lagi yang belum pernah diuji
  2. Memperbesar ukuran sampel
  3. Menawarkan mekanisme alternatif yang menjelaskan ketidakkonsistenan tersebut
  4. Mengulang penelitian terdahulu di konteks Indonesia
Buka kunci dan pembahasan

Jawaban: c. Gejala yang digambarkan adalah ciri program riset yang merosot menurut Lakatos, yaitu revisi yang hanya menambal tanpa menghasilkan apa pun yang baru. Pilihan a justru melanjutkan pola tersebut. Pilihan c berpeluang paling besar karena ia menyerang inti keras program tersebut, bukan sabuk pelindungnya. Pilihan d mungkin saja bernilai, tetapi kontribusinya terbatas pada batas keberlakuan dan tidak menyentuh sumber ketidakkonsistenannya.

Latihan 2

Esai singkat

Jawablah masing-masing dalam tiga sampai lima kalimat, dalam bentuk rangkaian sebab akibat.

Esai 1

Jelaskan mengapa daftar hipotesis yang panjang belum tentu merupakan teori.

Buka jawaban model

Hipotesis adalah pernyataan yang dapat diuji tentang hubungan antarvariabel terukur. Ia merupakan turunan dari teori, bukan teori itu sendiri. Yang menjadikan sesuatu teori adalah adanya penjelasan tentang mengapa hubungan tersebut ada, disertai pernyataan tentang kondisi tempat hubungan itu berlaku dan berhenti berlaku. Dalam kerangka Dubin, hipotesis berada pada lapis paling bawah, sedangkan hukum interaksi dan batas berada di atasnya, dan justru dua unsur itulah yang memuat penjelasan. Sebuah penelitian yang melompat dari daftar variabel langsung ke hipotesis menghasilkan pengujian yang tidak terhubung ke penjelasan apa pun, sehingga hasilnya tidak dapat menambah maupun mengurangi kepercayaan terhadap teori mana pun.

Esai 2

Mengapa fase penerapan diperlakukan sebagai bagian dari pengujian pada disiplin terapan?

Buka jawaban model

Disiplin terapan menghasilkan pengetahuan yang tujuannya membantu orang bertindak, sehingga kebenaran proposisi saja tidak cukup sebagai ukuran keberhasilan. Sebuah teori dapat cocok dengan data lapangan namun tetap tidak dapat dipakai, misalnya karena menuntut informasi yang tidak tersedia bagi pengambil keputusan, atau karena mengandaikan kewenangan yang tidak dimiliki pemakainya. Ketidaksesuaian semacam itu hanya terlihat ketika teori diserahkan kepada pemakainya dan diamati apa yang terjadi. Karena itu fase penerapan memberi informasi yang tidak dapat diperoleh dari fase konfirmasi, yaitu tentang asumsi tersembunyi yang selama ini tidak disadari. Menemukan asumsi tersembunyi tersebut merupakan kontribusi teoretis, sebab ia mempersempit batas teori dengan cara yang dapat dipertanggungjawabkan.

Esai 3

Apa perbedaan mendasar antara model regresi dan model matematika dalam pengertian pembangunan teori?

Buka jawaban model

Model regresi bergerak dari data menuju bentuk hubungan, sebab parameternya diperoleh dengan mencocokkan model terhadap data yang tersedia. Karena itu ia menggambarkan pola yang ada dalam data tersebut dan tidak mengandung klaim tentang mekanisme. Model matematika dalam pengertian teori bergerak ke arah sebaliknya, yaitu berangkat dari asumsi yang dinyatakan secara eksplisit lalu menurunkan konsekuensi logisnya melalui penalaran formal. Konsekuensi itu kemudian dapat dikonfrontasi dengan data untuk melihat di mana ia meleset. Perbedaan arah inilah yang membuat model kedua merupakan pernyataan teoretis, sebab kesalahannya menunjukkan asumsi mana yang keliru, sedangkan kesalahan pada model pertama hanya menunjukkan bahwa bentuk fungsinya tidak cocok.

Esai 4

Mengapa perancu tidak dapat ditemukan oleh prosedur statistik?

Buka jawaban model

Prosedur statistik bekerja pada variabel yang sudah berada dalam kumpulan data. Perancu, menurut definisinya, adalah variabel yang mempengaruhi sebab maupun akibat, dan bila ia tidak diukur maka ia tidak ada dalam data sehingga tidak dapat dideteksi oleh prosedur apa pun. Keberadaannya hanya dapat dikenali melalui penalaran tentang bagaimana dunia bekerja, yaitu melalui teori. Konsekuensinya, keputusan tentang variabel mana yang harus dikendalikan diambil sebelum data dikumpulkan dan berdasarkan argumen kausal, bukan berdasarkan hasil uji. Inilah alasan mengapa pembangunan teori mendahului analisis data, dan mengapa mengendalikan sebanyak mungkin variabel bukan strategi yang aman, sebab mengendalikan variabel yang salah justru dapat menimbulkan bias baru.

Esai 5

Bagaimana Anda menilai apakah suatu aliran riset masih berkembang atau sudah jalan di tempat?

Buka jawaban model

Ukurannya bukan jumlah publikasi maupun jumlah kutipan, sebab keduanya dapat terus bertambah pada aliran yang sudah berhenti menghasilkan sesuatu yang baru. Kriteria yang lebih berguna berasal dari Lakatos, yaitu apakah revisi-revisi yang dilakukan melahirkan prediksi baru yang kemudian terbukti. Bila setiap hasil yang mengecewakan hanya dijawab dengan menambah variabel moderator atau memperhalus definisi, tanpa ada prediksi baru yang muncul, aliran tersebut memenuhi ciri program yang merosot. Sebaliknya, aliran yang progresif dapat ditandai dari munculnya konstruk baru yang menjelaskan hal-hal yang sebelumnya dianggap anomali. Penilaian ini penting karena menentukan letak peluang kontribusi Anda, yaitu menyerang inti keras program tersebut atau justru memperkuat sabuk pelindungnya.

Esai 6

Jelaskan mengapa studi kasus tidak seharusnya dinilai dengan kriteria generalisasi statistik.

Buka jawaban model

Generalisasi statistik menyimpulkan sifat populasi dari sampel yang dipilih secara acak, sehingga keterwakilan sampel menjadi syarat utamanya. Studi kasus tidak memilih kasus secara acak, melainkan berdasarkan pertimbangan teoretis, yaitu kasus mana yang paling mungkin memperjelas atau membantah mekanisme yang sedang dibangun. Tujuannya pun berbeda, yaitu menggeneralisasi ke teori dan bukan ke populasi. Dengan kata lain, yang diklaim bukan bahwa temuannya berlaku pada semua organisasi sejenis, melainkan bahwa mekanisme yang ditemukan merupakan penjelasan yang masuk akal dan dapat diuji pada kasus lain. Menerapkan kriteria keterwakilan pada rancangan semacam ini keliru sasaran, sama kelirunya dengan menuntut kedalaman penafsiran pada survei berskala besar.

Esai 7

Apa yang dimaksud kontribusi yang orisinal tetapi tidak berguna, dan mengapa ia ditolak?

Buka jawaban model

Kontribusi semacam ini berupa gagasan yang memang belum pernah diajukan sebelumnya, tetapi tidak menjawab persoalan yang dirasakan siapa pun, baik di kalangan peneliti maupun praktisi. Dalam kerangka Corley dan Gioia, ia berada pada kuadran orisinalitas tinggi dengan kegunaan rendah. Penolakannya bukan karena gagasan itu salah, melainkan karena tidak ada yang berubah setelah gagasan itu diterima, sehingga ia tidak memenuhi syarat kedua sebuah kontribusi. Bentuk yang paling sering muncul adalah konstruk baru yang sebenarnya hanya penamaan ulang atas konstruk yang sudah ada, atau kerangka yang menggabungkan banyak teori tanpa menghasilkan prediksi yang berbeda dari salah satu penyusunnya. Ujinya sederhana, yaitu tanyakan keputusan atau penelitian apa yang akan berbeda apabila gagasan tersebut diterima.

Esai 8

Anda hendak menggabungkan pendekatan kualitatif induktif dengan permodelan simulasi dalam satu disertasi. Bagaimana urutan dan pembagian perannya yang paling dapat dipertahankan?

Buka jawaban model

Urutan yang paling dapat dipertahankan menempatkan pendekatan kualitatif pada fase konseptualisasi dan simulasi pada fase operasionalisasi serta pengujian internal. Pendekatan kualitatif dipakai untuk menemukan mekanisme, yaitu apa yang sebenarnya terjadi menurut para pelaku dan faktor apa yang mereka anggap menentukan, karena simulasi tidak dapat menemukan mekanisme melainkan hanya menjalankannya. Hasil tahap tersebut kemudian dirumuskan sebagai aturan dalam model, dan simulasi dipakai untuk menurunkan akibat gabungan yang tidak dapat ditelusuri dengan penalaran verbal. Keluaran simulasi bukan ramalan, melainkan proposisi baru yang menunggu pengujian empiris. Yang harus dinyatakan secara terbuka adalah bahwa kedua tahap menjawab pertanyaan berbeda, sebab bila keduanya diperlakukan seolah menguji hal yang sama, klaim akhirnya akan bertentangan dengan asumsi salah satu tahap.

Latihan 3

Studi kasus

Kasus 1

Kerangka yang dipinjam. Seorang kandidat mengajukan proposal yang mengambil model penerimaan teknologi dari literatur internasional, menambahkan dua variabel yaitu dukungan pimpinan dan budaya organisasi, lalu mengujinya pada tiga ratus pegawai di sebuah instansi. Ia menyatakan kontribusinya adalah model baru penerimaan teknologi pada sektor publik Indonesia.

Nilailah klaim kontribusi tersebut, dan tunjukkan bagaimana proposal ini dapat diperkuat tanpa mengganti seluruh rancangannya.

Buka pembahasan

Penilaian atas klaim. Menambahkan dua variabel pada model yang sudah ada merupakan penambahan pada sabuk pelindung, bukan pada inti teori. Dalam kerangka Whetten, yang berubah hanyalah unsur apa, sedangkan unsur mengapa tetap sama persis dengan model aslinya. Karena itu klaim model baru terlalu kuat, dan kemungkinan besar akan dipersoalkan penguji dengan pertanyaan tentang apa yang sekarang dipahami berbeda.

Letak kelemahan yang sesungguhnya. Dukungan pimpinan dan budaya organisasi adalah variabel yang hampir selalu berpengaruh pada apa pun, sehingga menemukan pengaruhnya tidak mengejutkan siapa pun. Temuan yang tidak mengejutkan sulit dinilai sebagai kontribusi.

Cara memperkuat tanpa mengganti rancangan. Pertama, alihkan letak kontribusi dari kebaruan model menuju kondisi batas, dengan merumuskan secara eksplisit mekanisme mana dalam model asli yang diduga bekerja berbeda pada organisasi yang keanggotaannya tidak sukarela dan pemakaian teknologinya diwajibkan. Kedua, ubah dua variabel tambahan itu menjadi moderator dengan arah yang diprediksi beserta alasannya, bukan sekadar prediktor tambahan. Ketiga, rumuskan satu prediksi yang berbeda dari model asli, sebab hanya prediksi yang berbeda yang membuat penelitian ini dapat menambah atau mengurangi kepercayaan pada teori tersebut.

Kasus 2

Temuan yang bertentangan. Sebuah tinjauan atas dua puluh tiga studi tentang hubungan antara desentralisasi kewenangan dan kecepatan pengambilan keputusan menemukan bahwa sebelas studi melaporkan hubungan positif, tujuh melaporkan hubungan negatif, dan lima tidak menemukan hubungan. Seorang kandidat mengusulkan penelitian dengan sampel yang lebih besar untuk menyelesaikan perdebatan ini.

Apa masalah dengan usulan tersebut, dan pendekatan apa yang lebih menjanjikan?

Buka pembahasan

Masalah pada usulan. Sebaran hasil yang terbagi ke tiga arah bukan gejala kekurangan data. Bila persoalannya hanya presisi, hasil akan berkerumun di sekitar satu nilai dengan selang yang lebar, bukan terbagi ke arah yang berlawanan. Pola semacam ini menandakan adanya kondisi yang belum dikenali yang menentukan arah hubungan. Menambah sampel pada rancangan yang sama hanya akan menambah satu titik lagi ke dalam sebaran tersebut.

Pembacaan yang lebih tepat. Situasi ini adalah peluang kontribusi yang justru besar, sebab ia menunjukkan bahwa teori yang ada belum memuat unsur keempat Whetten, yaitu batas keberlakuan. Pertanyaan yang produktif bukan apakah desentralisasi mempercepat keputusan, melainkan dalam kondisi apa ia mempercepat dan dalam kondisi apa ia memperlambat.

Pendekatan yang menjanjikan. Pertama, telusuri apakah studi dengan arah berlawanan berbeda secara sistematis pada sesuatu yang belum diperlakukan sebagai variabel, misalnya jenis keputusan, tingkat saling ketergantungan antarunit, atau ketersediaan informasi di tingkat bawah. Kedua, rumuskan mekanisme yang menjelaskan pembalikan arah tersebut, misalnya bahwa desentralisasi memangkas waktu persetujuan tetapi menambah waktu koordinasi, sehingga arah bersihnya bergantung pada mana yang lebih besar. Ketiga, rancang pengujian yang secara sengaja mengambil kasus dari dua ujung kondisi tersebut, karena rancangan yang memaksimalkan keragaman pada kondisi batas lebih informatif daripada sampel besar yang homogen.

Kasus 3

Model yang menghasilkan kejutan. Seorang kandidat membangun model simulasi berbasis agen tentang penyebaran praktik baru di antara unit-unit sebuah organisasi besar. Aturan yang dipakai sederhana, yaitu setiap unit meniru praktik yang dipakai mayoritas tetangganya. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada kondisi tertentu praktik yang lebih buruk justru menyebar lebih luas daripada praktik yang lebih baik.

Apa nilai teoretis dari temuan ini, dan apa yang harus dilakukan kandidat berikutnya?

Buka pembahasan

Nilai teoretisnya. Temuan ini persis jenis keluaran yang menurut Davis, Eisenhardt, dan Bingham menjadikan simulasi berharga, yaitu mekanisme sederhana yang menghasilkan akibat yang tidak dapat diturunkan dengan penalaran verbal. Ia menantang asumsi yang umum dipegang bahwa penyebaran praktik didorong oleh mutu praktik tersebut, dan menunjukkan bahwa struktur jaringan serta urutan pemaparan dapat mengalahkan mutu.

Yang belum boleh diklaim. Hasil simulasi belum merupakan temuan empiris. Ia hanya menunjukkan bahwa akibat tersebut mungkin terjadi bila aturan yang dimodelkan benar. Kandidat belum boleh menyatakan bahwa praktik buruk memang menyebar lebih luas di organisasi nyata mana pun.

Langkah berikutnya. Pertama, rumuskan keluaran itu sebagai proposisi yang dapat diuji, lengkap dengan kondisi yang menghasilkannya, misalnya bahwa pembalikan terjadi ketika kepadatan jaringan melewati ambang tertentu dan praktik yang lebih baik diperkenalkan belakangan. Kedua, lakukan analisis kepekaan untuk memastikan bahwa pembalikan itu bukan akibat pilihan parameter yang sempit, sebab temuan yang hanya muncul pada satu kombinasi angka bukan temuan teoretis. Ketiga, rancang pengujian empiris, dan bila data lengkap tidak tersedia, tunjukkan setidaknya satu kasus nyata yang polanya sesuai dengan prediksi model beserta kasus pembanding yang tidak.

Latihan 4

Merancang kontribusi teoretis Anda sendiri

Latihan ini yang paling langsung menyiapkan Anda untuk tugas besar di akhir semester. Jawab tertulis, dan jangan lanjut ke pertanyaan berikutnya sebelum pertanyaan sebelumnya terjawab dalam satu kalimat penuh.

  • Ketegangan apa yang hendak saya jelaskan, yaitu dua hal yang keduanya masuk akal tetapi tidak dapat benar bersamaan?
  • Teori apa yang saat ini dipakai orang untuk menjelaskan hal tersebut, dan pada titik mana persisnya penjelasan itu tidak memadai?
  • Apa satuan-satuan dalam teori saya, dan bagaimana persisnya satuan itu saling mempengaruhi?
  • Mekanisme apa yang saya usulkan, yaitu jawaban atas pertanyaan mengapa hubungan itu ada?
  • Di mana batas keberlakuan teori saya, yaitu kondisi apa yang membuatnya berhenti berlaku?
  • Prediksi apa yang dapat diturunkan dari teori saya yang berbeda dari prediksi teori yang ada?
  • Bukti seperti apa yang akan membuat saya menyatakan teori saya keliru?
  • Setelah teori saya diterima, keputusan atau penelitian apa yang akan berbeda?

Pertanyaan keempat dan keenam adalah yang paling menentukan. Bila pertanyaan keempat tidak terjawab, yang Anda miliki adalah pola, bukan teori. Bila pertanyaan keenam tidak terjawab, penelitian Anda tidak akan dapat menambah maupun mengurangi kepercayaan terhadap teori mana pun, sehingga hasilnya tidak akan mengubah apa pun.

Pertanyaan kedelapan adalah versi ringkas dari uji kegunaan pada kerangka Corley dan Gioia. Jawaban yang baik menyebutkan pihak tertentu dan keputusan tertentu, bukan pernyataan umum bahwa temuan ini bermanfaat bagi pengambil kebijakan.

Persiapan

Yang perlu disiapkan sebelum pertemuan

Bacaan yang paling berdampak bila waktunya terbatas

Bila hanya ada beberapa jam, bacalah tiga artikel pendek berikut secara berurutan, yaitu Whetten 1989, Sutton dan Staw 1995, dan Weick 1995. Ketiganya berada di jurnal yang sama tahun yang berdekatan, panjangnya masing-masing kurang dari sepuluh halaman, dan ketiganya membentuk satu percakapan yang utuh. Setelah itu, bacalah bab tiga buku Swanson dan Chermack untuk memperoleh gambaran metode lima fase.

Yang perlu Anda kuasai secara aktif

  • Menyebutkan empat unsur kontribusi teoretis menurut Whetten tanpa membaca catatan
  • Menyebutkan lima hal yang bukan teori menurut Sutton dan Staw
  • Menguraikan lima fase pembangunan teori beserta keluaran masing-masing fase
  • Membongkar satu teori dari bidang Anda menjadi unsur-unsur Dubin
  • Menyatakan rencana penelitian Anda dalam satu kalimat yang memuat mekanisme dan batas

Pertanyaan yang layak diajukan di kelas

  • Bila fase penerapan merupakan bagian resmi dari pengujian, bagaimana kandidat yang jangka waktunya terbatas dapat memenuhinya secara realistis dalam satu disertasi?
  • Apakah menemukan kondisi batas suatu teori yang sudah mapan cukup untuk dinilai sebagai kontribusi doktoral, atau harus ada konstruk baru?
  • Bagaimana membedakan mekanisme yang benar-benar baru dari penamaan ulang atas mekanisme yang sudah dikenal dengan istilah lain?
  • Pada penelitian yang memakai simulasi, sejauh mana keluaran model dapat dipakai sebagai bukti, dan pada titik mana ia harus berhenti menjadi proposisi saja?
Satu hal yang membedakan proposal kuat dan proposal biasa

Proposal biasa menjelaskan apa yang akan diteliti dan bagaimana caranya. Proposal kuat menjelaskan apa yang saat ini dipercaya orang, mengapa kepercayaan itu tidak memadai, dan apa yang akan dipercaya orang setelah penelitian ini selesai. Perbedaannya terletak pada satu paragraf, dan paragraf itu biasanya sudah ada di halaman pertama.

Rujukan

Bacharach, S. B. (1989). Organizational Theories: Some Criteria for Evaluation. Academy of Management Review, 14(4), 496 sampai 515.

Charmaz, K. (2014). Constructing Grounded Theory (edisi ke-2). Sage.

Checkland, P. (1981). Systems Thinking, Systems Practice. John Wiley & Sons.

Corley, K. G., & Gioia, D. A. (2011). Building Theory about Theory Building: What Constitutes a Theoretical Contribution? Academy of Management Review, 36(1), 12 sampai 32.

Davis, J. P., Eisenhardt, K. M., & Bingham, C. B. (2007). Developing Theory Through Simulation Methods. Academy of Management Review, 32(2), 480 sampai 499.

Dubin, R. (1978). Theory Building (edisi revisi). Free Press.

Eisenhardt, K. M. (1989). Building Theories from Case Study Research. Academy of Management Review, 14(4), 532 sampai 550.

Eisenhardt, K. M., & Graebner, M. E. (2007). Theory Building from Cases: Opportunities and Challenges. Academy of Management Journal, 50(1), 25 sampai 32.

Epstein, J. M., & Axtell, R. (1996). Growing Artificial Societies. Brookings Institution Press dan MIT Press.

Gioia, D. A., Corley, K. G., & Hamilton, A. L. (2013). Seeking Qualitative Rigor in Inductive Research: Notes on the Gioia Methodology. Organizational Research Methods, 16(1), 15 sampai 31.

Glaser, B. G., & Strauss, A. L. (1967). The Discovery of Grounded Theory. Aldine.

Harrison, J. R., Lin, Z., Carroll, G. R., & Carley, K. M. (2007). Simulation Modeling in Organizational and Management Research. Academy of Management Review, 32(4), 1229 sampai 1245.

Lakatos, I. (1970). Falsification and the Methodology of Scientific Research Programmes. Dalam I. Lakatos & A. Musgrave (Ed.), Criticism and the Growth of Knowledge. Cambridge University Press.

Lynham, S. A. (2002). The General Method of Theory-Building Research in Applied Disciplines. Advances in Developing Human Resources, 4(3), 221 sampai 241.

Lynham, S. A. (2002). Quantitative Research and Theory Building: Dubin's Method. Advances in Developing Human Resources, 4(3), 242 sampai 276.

Merton, R. K. (1968). Social Theory and Social Structure (edisi diperluas). Free Press.

Meredith, J. (1993). Theory Building through Conceptual Methods. International Journal of Operations & Production Management, 13(5), 3 sampai 11.

Pearl, J. (2009). Causality: Models, Reasoning, and Inference (edisi ke-2). Cambridge University Press.

Pearl, J., & Mackenzie, D. (2018). The Book of Why. Basic Books.

Shadish, W. R., Cook, T. D., & Campbell, D. T. (2002). Experimental and Quasi-Experimental Designs for Generalized Causal Inference. Houghton Mifflin.

Sterman, J. D. (2000). Business Dynamics: Systems Thinking and Modeling for a Complex World. Irwin/McGraw-Hill.

Sutton, R. I., & Staw, B. M. (1995). What Theory Is Not. Administrative Science Quarterly, 40(3), 371 sampai 384.

Swanson, R. A., & Chermack, T. J. (2013). Theory Building in Applied Disciplines. Berrett-Koehler.

Van de Ven, A. H. (2007). Engaged Scholarship: A Guide for Organizational and Social Research. Oxford University Press.

von Bertalanffy, L. (1968). General System Theory. George Braziller.

Wacker, J. G. (1998). A Definition of Theory: Research Guidelines for Different Theory-Building Research Methods in Operations Management. Journal of Operations Management, 16(4), 361 sampai 385.

Weick, K. E. (1989). Theory Construction as Disciplined Imagination. Academy of Management Review, 14(4), 516 sampai 531.

Weick, K. E. (1995). What Theory Is Not, Theorizing Is. Administrative Science Quarterly, 40(3), 385 sampai 390.

Whetten, D. A. (1989). What Constitutes a Theoretical Contribution? Academy of Management Review, 14(4), 490 sampai 495.

Wibisono, D. (2003). Riset Bisnis: Panduan bagi Praktisi dan Akademisi. Gramedia Pustaka Utama.

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications (edisi ke-6). Sage.

Panduan belajar mandiri untuk mata kuliah Pengembangan Teori dan Model. Disusun dari rumusan bahan kajian dan capaian pembelajaran pada silabus, dengan penjelasan yang bersandar pada literatur yang tercantum di bagian rujukan.

Kutipan rumusan bahan kajian pada setiap bagian diambil apa adanya dari dokumen silabus. Uraian, diagram, dan latihan merupakan bahan pendamping, bukan bagian dari dokumen resmi mata kuliah. Silabus tidak mencantumkan daftar bacaan wajib, sehingga rujukan di atas merupakan literatur baku bidang ini. Bila dosen memberikan daftar bacaan sendiri, dahulukan daftar tersebut.

Bagikan X f TG Tersalin!
Juniati

Suka tulisan ini?

Dapatkan jurnal & catatan belajar terbaru langsung ke email Anda.