On Growing

Metodologi Penelitian

Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian membantu peneliti menyaring persoalan secara bertahap—memisahkan yang pokok dari yang tidak relevan, menata bukti, dan menghasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Peta Metodologi Penelitian

Metodologi Penelitian Panduan belajar mandiri

Peta Metodologi Penelitian

Lima bahan kajian tersusun sebagai satu urutan kerja dari pemilihan topik sampai penarikan sampel, dilanjutkan dua tahap yang dituntut capaian pembelajaran tetapi tidak tercantum sebagai bahan kajian, yaitu analisis dan publikasi.

Bagian A

Cara membaca silabus ini

Lima bahan kajian pada silabus bukan lima topik yang berdiri sendiri. Kelimanya adalah lima keputusan berurutan yang harus diambil setiap peneliti, dan tiap keputusan membatasi keputusan berikutnya. Memilih topik membatasi pertanyaan yang mungkin diajukan. Pertanyaan membatasi rancangan yang sesuai. Rancangan membatasi cara penarikan sampel. Urutan ini tidak dapat dibalik tanpa menimbulkan ketidakcocokan yang nanti akan dipersoalkan penguji.

Ada satu hal yang perlu Anda perhatikan sejak awal. Capaian pembelajaran pada silabus berjumlah enam, sedangkan bahan kajiannya hanya lima. Dua capaian terakhir, yaitu mengolah dan menganalisis data serta menyusun laporan dan publikasi ilmiah, tidak memiliki bahan kajian yang sepadan. Keduanya tetap dinilai, dan justru dua tahap itulah yang paling sering menentukan apakah penelitian yang sudah dikerjakan bertahun-tahun akhirnya sampai kepada pembaca. Karena itu panduan ini menambahkan dua bagian untuk keduanya.

LIMA BAHAN KAJIAN, LIMA KEPUTUSAN BERURUTAN 1. Hakikat dan tujuan Untuk apa penelitian ini dikerjakan 2. Topik dan kebaruan Apa yang belum diketahui 3. Pertanyaan dan hipotesis Apa persisnya yang hendak dijawab 4. Rancangan dan variabel Bagaimana bukti akan diperoleh 5. Sampling Dari siapa dan berapa banyak Tiap keputusan membatasi keputusan berikutnya. Membalik urutannya menimbulkan ketidakcocokan yang akan dipersoalkan penguji. DITUNTUT CAPAIAN, TIDAK ADA DI BAHAN KAJIAN 6. Analisis dan pembahasan Mengolah data, menafsirkan, menarik simpulan yang tidak melampaui buktinya 7. Laporan dan publikasi ilmiah Menulis, memilih jurnal, menghindari penerbit pemangsa, memenuhi syarat kepengarangan Kaitan dengan mata kuliah lain Kotak 1 sampai 3 melanjutkan filsafat ilmu dan pembangunan teori. Kotak 4 dan 5 adalah wilayah khas mata kuliah ini.
Alur keputusan penelitian. Kotak bergaris putus dituntut oleh capaian pembelajaran kelima dan keenam meski tidak muncul sebagai bahan kajian. Alur berlanjut dari sampling ke kedua kotak itu, sebab di sanalah ditentukan apakah penelitian yang sudah dikerjakan bertahun-tahun akhirnya sampai kepada pembaca.
Cara memakai halaman ini

Bacalah Bagian B lebih dulu supaya Anda tahu apa yang dinilai, lalu kelima bahan kajian secara berurutan karena masing-masing memakai keputusan dari bagian sebelumnya. Dua bagian terakhir boleh dibaca belakangan, tetapi jangan dilewati, sebab keduanya memuat kesalahan yang paling mahal biayanya bila baru diketahui setelah penelitian selesai.

Bagian B

Enam kompetensi dan bukti pencapaiannya

Keenam capaian pada silabus tersusun mengikuti urutan kerja penelitian, sehingga masing-masing dinilai pada tahap yang berbeda. Bentuk penilaiannya ada tiga, yaitu ujian tertulis, karya tulis, dan presentasi, dan mengetahui pasangannya menghemat banyak tenaga.

CapaianWujud nyataDiuji lewat
CPMK 1
Memahami hakikat dan tujuan penelitian serta elemen metodologi
Anda dapat menjelaskan mengapa satu rancangan sesuai untuk satu jenis pertanyaan dan tidak untuk yang lainUjian tertulis
CPMK 2
Menentukan topik, merumuskan masalah, menetapkan kebaruan
Anda dapat menyatakan celah yang Anda isi sebagai pertentangan atau asumsi yang belum diuji, bukan sekadar sebagai belum ada yang menelitiKarya tulis
CPMK 3
Menentukan pertanyaan penelitian, hipotesis, dan perencanaan
Anda dapat menurunkan pertanyaan menjadi hipotesis yang menyatakan arah dan dapat gugurUjian tertulis dan karya tulis
CPMK 4
Merancang eksperimen atau metode pemerolehan data lain
Anda dapat menyebutkan ancaman terhadap kesahihan rancangan Anda dan cara menanganinyaKarya tulis
CPMK 5
Mengolah data, menganalisis, membahas, dan menyimpulkan
Anda dapat memisahkan apa yang ditunjukkan data dari apa yang Anda tafsirkan darinyaKarya tulis dan presentasi
CPMK 6
Menyusun laporan dan publikasi ilmiah
Anda dapat menilai kelayakan sebuah jurnal sebelum mengirimkan naskah, dan mengenali penerbit pemangsaKarya tulis dan presentasi
Kesalahan yang mahal

Memperlakukan mata kuliah ini sebagai pelajaran teknik statistik. Statistik adalah alat pada tahap kelima. Empat tahap sebelumnya menentukan apakah alat itu akan menjawab sesuatu yang berarti. Penelitian dengan analisis statistik yang sempurna atas pertanyaan yang salah tetap merupakan penelitian yang gagal, dan kegagalannya tidak dapat diperbaiki pada tahap analisis.

Bahan kajian 1

Hakikat dan tujuan penelitian, konsep dan elemen metodologi

Rumusan silabusNature dan tujuan penelitian, konsep dan elemen metodologi penelitian.

Penelitian dibedakan menurut tujuannya, dan pembedaan ini menentukan segalanya yang datang sesudahnya. Penelitian eksploratif dikerjakan ketika fenomenanya belum dipahami dan bahkan pertanyaannya belum jelas. Penelitian deskriptif memetakan keadaan tanpa mengklaim sebab. Penelitian eksplanatif mencari sebab. Penelitian evaluatif menilai apakah suatu tindakan menghasilkan apa yang dijanjikannya.

Kerangka yang paling berguna untuk memeriksa apakah rancangan Anda sesuai berasal dari Amy Edmondson dan Stacy McManus. Menurut mereka, mutu sebuah penelitian lapangan ditentukan oleh kesesuaian antara tiga hal, yaitu keadaan teori yang sudah ada, jenis pertanyaan yang diajukan, dan rancangan yang dipilih. Ketika teori masih baru terbentuk, rancangan yang sesuai bersifat terbuka dan kualitatif, sebab yang dicari adalah konstruk dan mekanisme. Ketika teori sudah matang, rancangan yang sesuai bersifat tertutup dan menguji hubungan yang sudah dirumuskan.

KEADAAN TEORI YANG SUDAH ADA Baru terbentuk Konstruknya belum jelas, belum ada hubungan yang dirumuskan Pertanyaan bersifat terbuka Apa yang sebenarnya terjadi di sini Rancangan yang sesuai Studi kasus, wawancara terbuka Setengah matang Konstruk sudah ada tetapi hubungannya belum diuji Pertanyaan bersifat hibrida Apakah hubungan ini memang ada Rancangan yang sesuai Metode campuran, survei eksploratif Matang Konstruk mapan, alat ukur tersedia, hubungan sudah teruji Pertanyaan bersifat tertutup Seberapa besar dan dalam kondisi apa Rancangan yang sesuai Eksperimen, survei berskala besar Dua ketidakcocokan yang paling sering terjadi Memakai kuesioner berskala Likert pada bidang yang konstruknya belum jelas. Hasilnya berupa angka yang rapi atas sesuatu yang belum tentu ada, dan tidak ada uji statistik yang dapat mendeteksi persoalan ini. Memakai studi kasus tunggal untuk menguji hubungan yang sudah mapan. Hasilnya tidak menambah apa pun pada pengetahuan yang sudah tersedia.
Kesesuaian metodologis menurut Edmondson dan McManus. Kolom yang tepat ditentukan oleh keadaan literatur, bukan oleh selera peneliti atau ketersediaan data. Menentukan kolom mana yang berlaku bagi topik Anda adalah pekerjaan tinjauan pustaka, dan itulah alasan tinjauan pustaka dikerjakan sebelum rancangan ditetapkan.

Elemen kedua yang perlu Anda kuasai sejak awal adalah jenis kesahihan. Kesahihan internal menyangkut apakah kesimpulan sebab akibat pada penelitian Anda benar untuk kasus yang Anda teliti. Kesahihan eksternal menyangkut sejauh mana kesimpulan itu berlaku di luar kasus tersebut. Kesahihan konstruk menyangkut apakah yang Anda ukur memang hal yang Anda maksud. Kesahihan kesimpulan statistik menyangkut apakah kesimpulan tentang ada tidaknya hubungan sudah tepat secara perhitungan.

Keempatnya kerap saling menekan. Rancangan laboratorium yang terkendali memperkuat kesahihan internal dan melemahkan kesahihan eksternal. Penelitian lapangan berskala besar melakukan sebaliknya. Tidak ada rancangan yang unggul pada keempatnya, sehingga tugas peneliti bukan mencari rancangan sempurna melainkan menyatakan secara terbuka jenis kesahihan mana yang ia korbankan dan mengapa.

Istilah kunci
Kesesuaian metodologis
methodological fit
Penelitian dasar dan terapan
basic and applied research
Kesahihan internal dan eksternal
internal and external validity
Kesahihan konstruk
construct validity
Keandalan
reliability
Satuan analisis
unit of analysis

Bahan kajian 2

Penentuan topik, perumusan masalah, dan kebaruan

Rumusan silabusPenentuan topik penelitian, identifikasi dan perumusan, kebaruan dan atau nilai inovatif penelitian.

Cara paling umum merumuskan celah penelitian adalah menyatakan bahwa belum ada yang meneliti suatu hal pada konteks tertentu. Mats Alvesson dan Jörgen Sandberg menyebut cara ini sebagai pencarian celah, dan berargumen bahwa cara tersebut jarang menghasilkan penelitian yang berpengaruh. Alasannya, pencarian celah menerima kerangka yang sudah ada apa adanya dan hanya menambal bagian yang belum terisi, sehingga hasilnya menambah tanpa mengubah.

Alternatif yang mereka usulkan adalah problematisasi, yaitu memeriksa asumsi yang selama ini dipegang literatur dan menunjukkan bahwa salah satu di antaranya tidak berlaku. Penelitian yang berangkat dari sini menghasilkan sesuatu yang berbeda jenis, sebab ia tidak menambah kotak baru melainkan mengubah bentuk kerangkanya.

Kekosongan Belum ada yang meneliti hal ini di konteks tersebut Pertanyaan penguji Mengapa kekosongan itu perlu diisi? kontribusi paling lemah Pertentangan Studi terdahulu melaporkan hasil yang berlawanan Pertanyaan penguji Apa yang menjelaskan perbedaan itu? kontribusi menengah Asumsi yang dipersoalkan Literatur mengandaikan sesuatu yang tidak berlaku Pertanyaan penguji Apa yang berubah bila asumsi itu dilepas? kontribusi paling kuat menambah pada kerangka yang ada mengubah bentuk kerangkanya Cara memindahkan celah Anda ke kanan Tanyakan apa yang harus benar agar literatur yang ada masuk akal, lalu periksa apakah hal itu benar pada kasus Anda.
Tiga jenis celah dan kekuatan kontribusinya. Ketiganya sah dijadikan dasar penelitian, tetapi menuntut pembelaan yang berbeda. Celah jenis pertama hanya kuat bila Anda dapat menunjukkan mengapa kekosongan itu penting diisi, dan alasan bahwa belum ada yang meneliti bukan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Untuk menilai kelayakan topik, kerangka periksa yang paling ringkas dikenal dengan singkatan FINER, yaitu dapat dikerjakan, menarik, baru, etis, dan relevan. Syarat pertama sering diremehkan padahal paling menentukan. Topik yang menuntut akses data yang tidak akan pernah Anda peroleh bukan topik yang berani, melainkan topik yang tidak akan selesai.

Kesalahan yang mahal

Menetapkan kebaruan pada konteks geografis semata. Menyatakan bahwa penelitian ini baru karena belum pernah dilakukan di Indonesia hanya bertahan bila Anda dapat menunjukkan bahwa ada sesuatu dalam konteks tersebut yang mengaktifkan mekanisme berbeda atau menonaktifkan salah satu asumsi teori aslinya. Tanpa itu, yang Anda tawarkan adalah pengulangan pada tempat berbeda, dan penguji akan menanyakan apa yang sekarang dipahami berbeda.

Istilah kunci
Pencarian celah
gap-spotting
Problematisasi
problematization
Kebaruan
novelty
Kelayakan topik
FINER criteria
Perumusan masalah
problem statement

Bahan kajian 3

Pertanyaan penelitian, hipotesis, dan perencanaan

Rumusan silabusResearch Question, penentuan hipotesa, perencanaan penelitian.

Pertanyaan penelitian adalah bagian yang paling menentukan dan paling sering ditulis terburu-buru. Bentuk pertanyaannya sendiri sudah menentukan rancangan yang sesuai, sehingga pertanyaan yang kabur akan melahirkan rancangan yang kabur pula.

Bentuk pertanyaanYang dicariRancangan yang sesuaiKlaim yang boleh diajukan
Apa yang terjadiGambaran keadaanSurvei deskriptif, data arsipSebaran dan besaran, bukan sebab
Bagaimana dan mengapaMekanisme dan prosesStudi kasus, wawancara mendalam, etnografiMekanisme yang masuk akal pada kasus tersebut
Apakah berhubunganKeterkaitan antarvariabelSurvei korelasionalAda tidaknya hubungan, bukan arah sebabnya
Apakah menyebabkanPengaruh sebab akibatEksperimen, kuasi eksperimenPengaruh pada kondisi yang diuji
Berapa besar dan kapanUkuran pengaruh dan kondisi batasEksperimen berskala besar, meta-analisisBesaran pengaruh beserta ketidakpastiannya

Hipotesis adalah pernyataan yang diturunkan dari teori dan dapat gugur oleh data. Hipotesis yang baik menyatakan arah, bukan sekadar menyatakan adanya perbedaan, sebab pernyataan tanpa arah menutup lebih sedikit kemungkinan sehingga memberi informasi lebih sedikit.

Bagian ini juga tempat Anda perlu memahami dengan tepat apa yang dikatakan nilai p, sebab kesalahpahaman atasnya adalah kesalahan yang paling luas terjadi dalam penulisan ilmiah. Pada 2016, American Statistical Association menerbitkan pernyataan resmi yang tidak biasa mereka lakukan, justru karena kesalahpahaman ini sudah demikian meluas.

Yang dinyatakan nilai p Seberapa tidak cocok data yang teramati dengan sebuah model tertentu, yaitu model yang mengandaikan tidak ada pengaruh. Nilai p kecil berarti data seperti ini jarang muncul bila model itu benar. Hanya itu. satu kalimat, dan tidak lebih Yang tidak dinyatakan nilai p Peluang bahwa hipotesis nol benar Peluang bahwa temuan Anda benar Besar atau pentingnya pengaruh Bahwa hasilnya akan terulang Bahwa keputusan sudah boleh diambil kelimanya lazim ditulis, kelimanya keliru Yang perlu Anda laporkan selain nilai p Besar pengaruh beserta selang kepercayaannya, sebab itulah yang memberi tahu seberapa besar dan seberapa pasti. Jumlah pengujian yang Anda lakukan, sebab menguji dua puluh hubungan hampir pasti menghasilkan satu yang bermakna secara kebetulan.
Batas makna nilai p. Berdasarkan pernyataan American Statistical Association tahun 2016. Kolom kanan memuat lima kalimat yang lazim muncul dalam tesis dan disertasi, dan kelimanya keliru. Melaporkan besar pengaruh beserta selang kepercayaannya menyelesaikan sebagian besar persoalan ini.
Dua praktik yang harus dihindari

Yang pertama adalah menyusun hipotesis setelah melihat hasilnya lalu menuliskannya seolah dirumuskan sejak awal. Praktik ini mengubah temuan kebetulan menjadi temuan yang tampak diramalkan, dan membuat nilai p yang dilaporkan kehilangan artinya. Yang kedua adalah mencoba berbagai kombinasi variabel dan penyaringan data sampai ada yang bermakna, lalu melaporkan hanya kombinasi itu. Keduanya bukan kecurangan yang disengaja pada sebagian besar kasus, melainkan kebiasaan yang tumbuh karena hasil yang bermakna lebih mudah diterbitkan. Pra-registrasi rancangan sebelum data dikumpulkan menutup kedua kemungkinan tersebut sekaligus.

Istilah kunci
Pertanyaan penelitian
research question
Hipotesis nol dan alternatif
null and alternative hypothesis
Kesalahan jenis satu dan dua
type I and type II error
Menyusun hipotesis setelah hasil diketahui
HARKing
Selang kepercayaan
confidence interval
Pra-registrasi
preregistration

Bahan kajian 4

Rancangan, variabel, dan metode pemerolehan data

Rumusan silabusDesain eksperimen, konsep variabel bebas dan variabel terikat, atau metode pemerolehan dan lainnya sesuai nature keilmuannya.

Kekuatan klaim sebab akibat yang boleh Anda ajukan ditentukan oleh rancangan, bukan oleh kecanggihan analisis. Tidak ada teknik statistik yang dapat mengubah data korelasional menjadi bukti sebab akibat.

KEKUATAN KLAIM SEBAB AKIBAT Korelasional lintas seksi Data satu waktu. Arah sebab tidak dapat ditentukan. Longitudinal Urutan waktu jelas, tetapi perancu tetap mungkin. Kuasi eksperimen Ada perbandingan, tetapi kelompoknya tidak diacak. Eksperimen lapangan acak Pengacakan menyeimbangkan perancu yang tak terukur. Eksperimen laboratorium acak Kendali tertinggi, keberlakuan di luar lab paling rendah. kekuatan klaim meningkat Naik satu anak tangga menguatkan klaim sebab, tetapi biasanya menurunkan keberlakuan di dunia nyata. Tidak ada teknik statistik yang dapat menaikkan rancangan satu anak tangga.
Tangga rancangan dan kekuatan klaim. Anak tangga menentukan batas klaim, bukan analisisnya. Penelitian pada anak tangga terbawah tetap berharga, asalkan kesimpulannya dinyatakan sebagai hubungan dan bukan sebagai pengaruh.

Pada bagian variabel, tiga peran sering tertukar dan pertukarannya berakibat serius pada penafsiran. Perantara adalah jalan yang dilalui pengaruh. Pemoderasi adalah kondisi yang mengubah kekuatan pengaruh. Perancu adalah penyebab bersama yang menciptakan hubungan semu.

Perantara X M Y Menjelaskan mengapa X mempengaruhi Y Pemoderasi X Y W Menjelaskan kapan pengaruh itu kuat atau lemah Perancu X Y Z Hubungan X dan Y semu, keduanya disebabkan Z Mengapa pertukarannya berakibat serius Mengendalikan perantara akan menghapus sebagian pengaruh yang justru hendak Anda tunjukkan, sehingga hasilnya tampak seolah tidak ada pengaruh. Tidak mengendalikan perancu akan menghasilkan hubungan yang seluruhnya semu. Perancu hanya dapat dikenali lewat penalaran teoretis, sebab bila tidak diukur ia tidak ada dalam data dan tidak akan terdeteksi uji apa pun.
Tiga peran variabel yang sering tertukar. Menentukan peran suatu variabel adalah keputusan teoretis yang diambil sebelum data dikumpulkan, bukan hasil dari pengujian. Menambahkan semua variabel sebagai kontrol bukan langkah aman, sebab mengendalikan perantara justru menghilangkan pengaruh yang hendak dibuktikan.

Rumusan silabus menyebut frasa sesuai nature keilmuannya, dan frasa itu penting. Eksperimen bukan satu-satunya rancangan yang sah. Bidang yang objeknya berupa organisasi tertentu dalam konteks tertentu memakai studi kasus. Bidang yang objeknya berupa makna memakai wawancara dan etnografi. Bidang yang objeknya berupa sistem yang rumit memakai simulasi. Yang menentukan bukan gengsi metode melainkan kesesuaian dengan pertanyaan.

Istilah kunci
Variabel bebas dan terikat
independent and dependent variable
Perantara
mediator
Pemoderasi
moderator
Perancu
confounder
Pengacakan
randomisation
Ancaman kesahihan internal
threats to internal validity

Bahan kajian 5

Sampling, galat sampling, dan besar sampel

Rumusan silabusSampling, sample, sampling eror, sample size, karakteristik sample yang baik dan konsiderasi praktis dalam sampling.

Pemisahan yang paling menentukan adalah antara penarikan sampel berpeluang dan tidak berpeluang. Pada yang pertama, setiap anggota populasi memiliki peluang terpilih yang diketahui, sehingga besar galat dapat dihitung dan hasilnya boleh digeneralisasi ke populasi. Pada yang kedua, peluang itu tidak diketahui, sehingga galat tidak dapat dihitung dan generalisasi ke populasi tidak dapat dibenarkan secara statistik.

Penarikan sampel tidak berpeluang bukan berarti lebih rendah mutunya. Pada penelitian kualitatif, pemilihan bertujuan justru merupakan pilihan yang benar, sebab yang dicari adalah kasus yang paling banyak mengandung informasi, bukan kasus yang mewakili rata-rata. Yang keliru adalah memakai sampel kemudahan lalu menuliskan kesimpulan seolah berlaku bagi seluruh populasi.

Tepat dan konsisten sampel acak, jumlah besar Tepat tetapi berserak sampel acak, jumlah kecil Konsisten tetapi meleset sampel bias, jumlah besar Bias dan berserak sampel bias, jumlah kecil Yang paling berbahaya adalah papan ketiga Menambah jumlah responden memperkecil serakan tetapi tidak memperbaiki bias sedikit pun. Sampel yang bias dengan seribu responden justru terlihat lebih meyakinkan dan tetap sama kelirunya.
Bias dan serakan bukan hal yang sama. Galat sampling yang dapat dihitung hanya menyangkut serakan. Bias berasal dari cara sampel dipilih dan dari siapa yang tidak menjawab, dan tidak ada rumus besar sampel yang menanganinya.

Penentuan besar sampel adalah bagian yang paling sering dikerjakan dengan cara yang keliru. Cara yang benar berangkat dari analisis kekuatan uji, yaitu perhitungan yang menghubungkan empat hal, sehingga bila tiga di antaranya ditetapkan, yang keempat dapat dihitung.

Besar pengaruh sekecil apa yang masih berarti untuk ditemukan Tingkat kesalahan risiko menyatakan ada padahal tidak ada Kekuatan uji peluang menemukan pengaruh yang ada Besar sampel hasil hitungan, bukan titik awal tetapkan ketiganya, yang keempat mengikuti Mengapa rumus yang hanya memakai jumlah populasi tidak memadai Rumus semacam itu tidak memuat besar pengaruh maupun kekuatan uji, padahal keduanya yang menentukan apakah penelitian Anda mampu menemukan sesuatu. Sampel yang cukup menurut rumus itu dapat tetap terlalu kecil untuk mendeteksi pengaruh yang Anda cari, sehingga hasil yang tidak bermakna menjadi tidak dapat ditafsirkan sama sekali.
Empat besaran yang saling terkait. Besar sampel adalah keluaran, bukan masukan. Bila Anda memulai dengan menetapkan jumlah responden lalu mencari rumus yang membenarkannya, urutan kerjanya sudah terbalik sejak awal.
Tentang rumus Slovin

Rumus yang menghitung besar sampel hanya dari jumlah populasi dan taraf galat sangat luas dipakai pada tesis di Indonesia, tetapi keterbatasannya jarang disebutkan. Tejada dan Punzalan pada 2012 di The Philippine Statistician menunjukkan bahwa rumus itu diturunkan hanya untuk menaksir proporsi populasi, pada taraf kepercayaan sembilan puluh lima persen, dan dengan andaian proporsinya mendekati setengah. Di luar ketiga syarat itu penggunaannya tidak dapat dibenarkan, dan ketika dipakai untuk menaksir rata-rata, rumus tersebut secara diam-diam mengandaikan simpangan baku populasi sebesar setengah, yang hampir tidak pernah benar dalam praktik. Bila penguji Anda menanyakan dasar penentuan besar sampel, jawaban yang aman adalah analisis kekuatan uji, bukan rumus ini.

Pada penelitian kualitatif, yang menggantikan perhitungan besar sampel adalah kejenuhan, yaitu keadaan ketika wawancara tambahan tidak lagi memunculkan tema baru. Kejenuhan bukan angka yang dapat ditetapkan di muka, melainkan sesuatu yang harus ditunjukkan, misalnya dengan mencatat pada wawancara keberapa tema terakhir muncul.

Istilah kunci
Sampel berpeluang dan tidak berpeluang
probability and non-probability sampling
Galat sampling
sampling error
Bias tidak menjawab
non-response bias
Kekuatan uji
statistical power
Pemilihan bertujuan
purposive sampling
Kejenuhan
saturation

Lanjutan capaian 5

Mengolah data, menganalisis, membahas, menyimpulkan

Rumusan capaianMahasiswa mampu mengolah data, menganalisis dan melakukan pembahasan serta kesimpulan dari hasil penelitian yang diperoleh.

Tahap ini tidak memiliki bahan kajian sendiri pada silabus, tetapi tetap dinilai. Kesalahan yang paling umum di sini bukan kesalahan hitung melainkan kesalahan menarik batas antara tiga hal yang berbeda, yaitu hasil, pembahasan, dan kesimpulan.

BagianIsinyaYang tidak boleh ada di dalamnya
HasilApa yang ditunjukkan data, disajikan apa adanya beserta ketidakpastiannyaPenafsiran, penjelasan mengapa, dan rujukan ke literatur
PembahasanApa arti hasil itu, kecocokan dan ketidakcocokannya dengan literatur, mekanisme yang mungkin, dan keterbatasanData baru yang belum muncul di bagian hasil
KesimpulanJawaban atas pertanyaan penelitian, tidak lebih luas dari yang didukung buktiKlaim yang jangkauannya melampaui rancangan, misalnya klaim sebab dari data korelasional

Bagian keterbatasan perlu ditulis dengan jujur dan spesifik. Kalimat umum bahwa penelitian ini terbatas pada satu instansi sehingga tidak dapat digeneralisasi tidak memberi tahu apa pun. Yang berguna adalah menyatakan keterbatasan mana yang paling mungkin mengubah kesimpulan, dan ke arah mana ia akan mengubahnya.

Tanda pembahasan yang kuat

Pembahasan yang kuat membicarakan hasil yang tidak sesuai dugaan sepanjang beberapa paragraf, bukan menyingkirkannya dalam satu kalimat. Hasil yang tidak sesuai dugaan adalah tempat teori bergerak, sebab ia menunjukkan bahwa ada sesuatu yang belum diperhitungkan. Penguji hampir selalu menanyakan bagian ini, dan kesiapan menjawabnya membedakan kandidat yang memahami penelitiannya dari yang sekadar menjalankannya.

Lanjutan capaian 6

Menyusun laporan dan publikasi ilmiah

Rumusan capaianMahasiswa mampu menyusun suatu laporan dan publikasi ilmiah.

Struktur baku artikel ilmiah dikenal dengan singkatan IMRaD, yaitu pendahuluan, metode, hasil, dan pembahasan. Struktur ini bukan sekadar kesepakatan tata letak, melainkan cerminan dari urutan pemeriksaan yang dilakukan pembaca, yaitu mengapa persoalan ini penting, bagaimana Anda memeriksanya, apa yang Anda temukan, dan apa artinya.

Naskah siap struktur IMRaD Memilih jurnal titik paling menentukan Telaah sejawat berbulan-bulan Revisi, terima, atau tolak penolakan adalah keadaan normal ditolak berarti mengirim ke jurnal lain, bukan berarti penelitiannya gagal Memeriksa jurnal sebelum mengirim naskah Terindeks di pangkalan data yang diakui, dan namanya dapat Anda temukan di sana, bukan hanya diklaim di situsnya. Dewan penyunting berisi orang nyata yang dapat ditelusuri, dan mereka memang tahu bahwa namanya dicantumkan. Biaya penerbitan dinyatakan terbuka sejak awal, bukan baru muncul setelah naskah diterima. Waktu telaah yang dijanjikan masuk akal. Janji terbit dalam satu minggu berarti tidak ada telaah sejawat yang nyata. Ruang lingkupnya jelas dan sempit. Jurnal yang menerima segala bidang sekaligus adalah tanda bahaya yang paling terang.
Alur naskah dan titik yang paling menentukan. Pemilihan jurnal diambil sebelum pengiriman dan menentukan segalanya sesudahnya. Kelima pemeriksaan pada kotak bawah memakan waktu kurang dari satu jam dan menyelamatkan Anda dari penerbit pemangsa, yang sasaran utamanya justru penulis dari negara berkembang yang sedang dikejar tenggat kelulusan.

Persoalan kepengarangan perlu Anda selesaikan di awal, bukan setelah naskah jadi. Syarat kepengarangan yang paling banyak dipakai menuntut empat hal sekaligus, yaitu sumbangan berarti pada rancangan atau analisis, keterlibatan dalam penulisan atau revisi kritis, persetujuan atas naskah akhir, dan kesediaan bertanggung jawab atas keseluruhan isi. Mencantumkan nama seseorang hanya karena jabatannya tidak memenuhi syarat tersebut, dan menghilangkan nama orang yang memenuhinya sama bermasalahnya.

Istilah kunci
Struktur artikel ilmiah
IMRaD
Telaah sejawat
peer review
Penerbit pemangsa
predatory publisher
Syarat kepengarangan
authorship criteria
Kepengarangan kehormatan dan hantu
honorary and ghost authorship
Faktor dampak dan kuartil
impact factor, journal quartile

Latihan 1

Diagnostik pilihan ganda

Kerjakan seluruhnya sebelum membuka satu pun kunci. Pengecohnya diambil dari kekeliruan yang paling sering muncul pada bab metodologi tesis dan disertasi.

Soal 1

Sebuah bidang kajian masih memperdebatkan definisi konstruk intinya dan belum memiliki alat ukur yang mapan. Menurut kerangka kesesuaian metodologis, rancangan yang paling tepat adalah:

  1. Survei berskala besar dengan kuesioner Likert
  2. Eksperimen laboratorium dengan pengacakan
  3. Studi kasus dan wawancara terbuka
  4. Meta-analisis atas studi terdahulu
Buka kunci dan pembahasan

Jawaban: c. Ketika konstruknya belum jelas, yang dicari adalah konstruk dan mekanisme, dan itu menuntut rancangan yang terbuka. Pilihan a menghasilkan angka yang rapi atas sesuatu yang belum tentu ada, dan tidak ada uji statistik yang dapat mendeteksi persoalan itu. Pilihan b dan d mengandaikan hubungan yang hendak diuji sudah dirumuskan, padahal justru belum.

Soal 2

Sebuah proposal menyatakan celahnya sebagai berikut, yaitu belum ada penelitian tentang hubungan ini pada sektor tersebut di Indonesia. Kelemahan pokoknya adalah:

  1. Celah semacam itu tidak sah sebagai dasar penelitian
  2. Belum dijelaskan mengapa kekosongan itu perlu diisi dan apa yang akan dipahami berbeda
  3. Sektor tersebut terlalu sempit
  4. Penelitian di Indonesia tidak dapat dipublikasikan secara internasional
Buka kunci dan pembahasan

Jawaban: b. Celah berupa kekosongan sah dijadikan dasar, sehingga pilihan a terlalu keras. Kelemahannya terletak pada pembelaan yang belum diberikan. Alasan bahwa belum ada yang meneliti bukan jawaban atas pertanyaan mengapa hal itu perlu diteliti. Cara memperkuatnya adalah menunjukkan bahwa ada sesuatu dalam konteks tersebut yang mengaktifkan mekanisme berbeda atau menonaktifkan asumsi teori aslinya.

Soal 3

Sebuah tesis melaporkan nilai p sebesar 0,03 dan menyimpulkan bahwa peluang hipotesis nol benar hanya tiga persen. Kekeliruannya adalah:

  1. Taraf yang dipakai seharusnya 0,01
  2. Nilai p tidak menyatakan peluang hipotesis nol benar
  3. Nilai p seharusnya dilaporkan tanpa desimal
  4. Nilai p sebesar itu belum bermakna
Buka kunci dan pembahasan

Jawaban: b. Nilai p adalah peluang memperoleh data seekstrem yang teramati apabila hipotesis nol benar. Ia menyatakan peluang data dengan mengandaikan hipotesis, bukan peluang hipotesis dengan mengandaikan data, dan kedua hal itu berbeda. Kekeliruan ini termasuk yang secara khusus disebut dalam pernyataan American Statistical Association tahun 2016. Perbaikannya adalah melaporkan besar pengaruh beserta selang kepercayaannya.

Soal 4

Seorang peneliti menemukan hubungan antara pelatihan dan kinerja pada data survei satu waktu, lalu menyimpulkan bahwa pelatihan meningkatkan kinerja. Yang paling tepat menggambarkan persoalannya:

  1. Rancangan lintas seksi tidak dapat menentukan arah sebab maupun menyingkirkan perancu
  2. Sampelnya kurang besar
  3. Analisisnya seharusnya memakai regresi berganda
  4. Instrumennya belum diuji reliabilitasnya
Buka kunci dan pembahasan

Jawaban: a. Persoalannya terletak pada rancangan, bukan pada analisis maupun ukuran sampel. Data satu waktu tidak dapat menunjukkan mana yang lebih dahulu, dan tidak dapat menyingkirkan kemungkinan bahwa keduanya disebabkan hal ketiga. Pilihan c adalah jebakan yang paling sering diambil, sebab menambah teknik statistik tidak menaikkan rancangan satu anak tangga pun.

Soal 5

Anda menduga bahwa dukungan atasan mempengaruhi kinerja melalui peningkatan motivasi. Dalam rancangan analisis, motivasi berperan sebagai:

  1. Pemoderasi
  2. Perancu
  3. Perantara
  4. Variabel kontrol
Buka kunci dan pembahasan

Jawaban: c. Perantara adalah jalan yang dilalui pengaruh, dan frasa melalui pada rumusan soal menandakannya. Kekeliruan yang berbahaya di sini adalah memperlakukan motivasi sebagai variabel kontrol, sebab mengendalikan perantara akan menghapus sebagian pengaruh yang justru hendak Anda tunjukkan, sehingga hasilnya tampak seolah tidak ada pengaruh sama sekali.

Soal 6

Sebuah survei daring memperoleh seribu responden, tetapi hanya diisi oleh mereka yang aktif di media sosial instansi. Menambah jumlah responden menjadi lima ribu akan:

  1. Memperbaiki bias sekaligus memperkecil serakan
  2. Memperkecil serakan tanpa memperbaiki bias
  3. Memperbaiki bias tanpa mengubah serakan
  4. Tidak mengubah keduanya
Buka kunci dan pembahasan

Jawaban: b. Bias berasal dari cara sampel terbentuk, bukan dari jumlahnya. Menambah responden dari sumber yang sama hanya memperkecil serakan, sehingga hasil yang bias justru terlihat lebih meyakinkan karena selang kepercayaannya menyempit. Inilah keadaan yang paling berbahaya, sebab ketelitian yang tinggi atas nilai yang keliru lebih menyesatkan daripada ketelitian yang rendah.

Soal 7

Menurut Tejada dan Punzalan, rumus penentuan besar sampel yang hanya memakai jumlah populasi dan taraf galat hanya dapat dibenarkan bila:

  1. Populasinya lebih besar dari sepuluh ribu
  2. Penelitiannya bersifat deskriptif
  3. Yang ditaksir adalah proporsi populasi, pada taraf kepercayaan sembilan puluh lima persen, dan proporsinya mendekati setengah
  4. Data dikumpulkan lewat kuesioner
Buka kunci dan pembahasan

Jawaban: c. Ketiga syarat itu adalah kondisi penurunan rumus tersebut. Di luar itu penggunaannya tidak dapat dibenarkan, dan ketika dipakai untuk menaksir rata-rata, rumus tersebut secara diam-diam mengandaikan simpangan baku populasi sebesar setengah yang hampir tidak pernah benar. Karena rumus itu juga tidak memuat besar pengaruh maupun kekuatan uji, ia tidak dapat memberi tahu apakah penelitian Anda mampu menemukan sesuatu.

Soal 8

Kalimat berikut paling tepat diletakkan pada bagian mana, yaitu kalimat bahwa temuan ini berbeda dengan penelitian terdahulu, kemungkinan karena perbedaan tingkat kewenangan pada konteks yang diteliti.

  1. Hasil
  2. Pembahasan
  3. Kesimpulan
  4. Metode
Buka kunci dan pembahasan

Jawaban: b. Kalimat itu memuat dua hal yang keduanya milik pembahasan, yaitu perbandingan dengan literatur dan dugaan mekanisme. Bagian hasil hanya memuat apa yang ditunjukkan data beserta ketidakpastiannya, tanpa penafsiran dan tanpa rujukan. Bagian kesimpulan hanya menjawab pertanyaan penelitian tanpa melampaui bukti.

Soal 9

Sebuah jurnal menjanjikan penerbitan dalam waktu satu minggu setelah naskah dikirim, dengan biaya yang baru diberitahukan setelah naskah diterima. Penilaian yang paling tepat:

  1. Jurnal yang efisien dan layak dipertimbangkan karena cepat
  2. Dua tanda kuat penerbit pemangsa, sebab telaah sejawat yang nyata tidak selesai dalam satu minggu dan biaya harus terbuka sejak awal
  3. Wajar untuk jurnal terbitan baru
  4. Dapat diterima asalkan jurnalnya memiliki nomor ISSN
Buka kunci dan pembahasan

Jawaban: b. Nomor ISSN hanya menunjukkan bahwa terbitan itu terdaftar dan tidak menyatakan apa pun tentang mutunya, sehingga pilihan d keliru. Telaah sejawat yang sungguh dilakukan menuntut penelaah membaca naskah, dan waktu satu minggu tidak memungkinkan hal itu. Biaya yang baru muncul setelah penerimaan adalah pola yang khas, sebab pada titik itu penulis sudah merasa terikat.

Soal 10

Seorang peneliti menguji dua puluh hubungan sekaligus, menemukan satu yang bermakna pada taraf lima persen, lalu melaporkan hanya hubungan tersebut sebagai temuan utama. Persoalannya adalah:

  1. Dua puluh hubungan terlalu banyak untuk satu penelitian
  2. Pada taraf lima persen, menguji dua puluh hubungan hampir pasti menghasilkan satu yang bermakna secara kebetulan
  3. Seharusnya memakai taraf satu persen sejak awal
  4. Hubungan yang tidak bermakna seharusnya dihapus dari data
Buka kunci dan pembahasan

Jawaban: b. Taraf lima persen berarti satu dari dua puluh pengujian akan bermakna secara kebetulan meski tidak ada pengaruh apa pun. Melaporkan hanya yang bermakna membuat pembaca tidak dapat menilai hal itu. Perbaikannya adalah melaporkan seluruh pengujian yang dilakukan, atau menyesuaikan taraf untuk pengujian berganda, atau menyatakan sejak awal mana hipotesis utama dan mana yang bersifat penjajakan. Pilihan d adalah manipulasi data dan jauh lebih serius daripada persoalan aslinya.

Latihan 2

Esai singkat

Jawablah masing-masing dalam tiga sampai lima kalimat, dalam bentuk rangkaian sebab akibat.

Esai 1

Jelaskan mengapa bentuk pertanyaan penelitian sudah menentukan rancangan yang sesuai.

Buka jawaban model

Setiap bentuk pertanyaan menuntut jenis bukti yang berbeda, dan jenis bukti itulah yang hanya dapat dihasilkan rancangan tertentu. Pertanyaan tentang apa yang terjadi menuntut gambaran sebaran, sehingga survei deskriptif memadai. Pertanyaan tentang bagaimana dan mengapa menuntut penelusuran proses, sehingga diperlukan rancangan yang dapat mengikuti urutan kejadian dan makna bagi pelakunya. Pertanyaan tentang apakah menyebabkan menuntut perbandingan antara keadaan dengan dan tanpa perlakuan, sehingga diperlukan pengacakan atau setidaknya kelompok pembanding. Karena itu memilih rancangan sebelum merumuskan pertanyaan secara tepat akan menghasilkan ketidakcocokan yang tidak dapat diperbaiki pada tahap analisis.

Esai 2

Apa perbedaan antara mencari celah dan mempersoalkan asumsi, dan mengapa yang kedua menghasilkan kontribusi yang lebih kuat?

Buka jawaban model

Mencari celah berarti menerima kerangka yang ada apa adanya lalu mengisi bagian yang belum diteliti, misalnya konteks atau populasi yang belum tercakup. Hasilnya menambah kotak baru pada kerangka lama tanpa mengubah bentuknya. Mempersoalkan asumsi berarti memeriksa apa yang harus benar agar literatur yang ada masuk akal, lalu menunjukkan bahwa salah satu andaian itu tidak berlaku. Hasilnya mengubah bentuk kerangkanya, sebab bila asumsi itu dilepas, sebagian kesimpulan lama tidak lagi mengikuti. Kontribusinya lebih kuat karena mengubah apa yang dipahami bidang ini, bukan hanya menambah keterangan pada apa yang sudah dipahami.

Esai 3

Mengapa menambah jumlah responden tidak memperbaiki sampel yang bias?

Buka jawaban model

Bias berasal dari cara sampel terbentuk, yaitu dari siapa yang berpeluang masuk dan siapa yang tidak, serta dari siapa yang bersedia menjawab. Menambah responden dari sumber yang sama hanya menambah lebih banyak orang dengan ciri yang sama, sehingga arah penyimpangannya tidak berubah. Yang berubah hanyalah serakan, sehingga selang kepercayaan menyempit dan hasilnya justru terlihat lebih meyakinkan. Keadaan ini lebih berbahaya daripada sampel kecil yang bias, sebab ketelitian yang tinggi atas nilai yang keliru membuat pembaca dan peneliti sama-sama lebih percaya. Perbaikannya hanya dapat dilakukan pada rancangan penarikan sampel, bukan pada jumlahnya.

Esai 4

Mengapa mengendalikan semua variabel yang tersedia bukan langkah yang aman?

Buka jawaban model

Karena peran suatu variabel menentukan akibat pengendaliannya, dan peran itu bersifat teoretis bukan statistik. Mengendalikan perancu memang menghilangkan hubungan semu dan karena itu diperlukan. Mengendalikan perantara justru menghapus sebagian pengaruh yang hendak ditunjukkan, sehingga hasilnya tampak seolah tidak ada pengaruh. Pada beberapa struktur kausal, mengendalikan variabel tertentu bahkan menciptakan hubungan palsu yang sebelumnya tidak ada. Karena data tidak memberi tahu peran mana yang berlaku, keputusan pengendalian harus diambil dari penalaran tentang bagaimana dunia bekerja, dan diambil sebelum data dikumpulkan.

Esai 5

Apa yang sebenarnya dinyatakan nilai p, dan apa yang perlu dilaporkan selain nilai itu?

Buka jawaban model

Nilai p menyatakan seberapa tidak cocok data yang teramati dengan sebuah model tertentu, yaitu model yang mengandaikan tidak ada pengaruh. Nilai p yang kecil berarti data seperti itu jarang muncul apabila model tersebut benar, dan hanya itu. Ia tidak menyatakan peluang bahwa hipotesis nol benar, tidak menyatakan bahwa temuan itu benar, tidak menyatakan besar maupun pentingnya pengaruh, dan tidak menjamin hasilnya akan terulang. Karena itu yang perlu dilaporkan bersamanya adalah besar pengaruh beserta selang kepercayaannya, sebab keduanya memberi tahu seberapa besar dan seberapa pasti. Perlu dilaporkan pula berapa banyak pengujian yang dilakukan, sebab menguji banyak hubungan sekaligus membuat sebagian hasil bermakna secara kebetulan.

Esai 6

Bagaimana membedakan isi bagian hasil dari isi bagian pembahasan?

Buka jawaban model

Bagian hasil memuat apa yang ditunjukkan data beserta ketidakpastiannya, disajikan tanpa penafsiran dan tanpa rujukan ke literatur. Uji sederhananya adalah bahwa dua peneliti yang menganalisis data yang sama seharusnya menghasilkan bagian hasil yang hampir sama. Bagian pembahasan memuat apa arti hasil itu, kecocokan dan ketidakcocokannya dengan penelitian terdahulu, mekanisme yang mungkin menjelaskannya, serta keterbatasan yang paling mungkin mengubah kesimpulan. Di sinilah kedua peneliti tadi boleh berbeda pendapat. Data baru tidak boleh muncul pertama kali di bagian pembahasan, sebab pembaca tidak dapat menilai sesuatu yang belum disajikan.

Esai 7

Mengapa pemilihan jurnal merupakan titik yang paling menentukan dalam proses publikasi?

Buka jawaban model

Karena keputusan itu diambil sebelum pengiriman dan hampir seluruhnya menentukan apa yang terjadi sesudahnya. Jurnal yang ruang lingkupnya tidak sesuai akan menolak naskah tanpa telaah, sehingga waktu berbulan-bulan hilang tanpa memperoleh masukan apa pun. Jurnal yang mutunya diragukan akan menerbitkan naskah tanpa telaah yang sungguh dilakukan, sehingga naskah terbit tetapi tidak diakui dan tidak dapat ditarik kembali untuk dikirim ke tempat lain. Sebaliknya, jurnal yang sesuai memberi penelaah yang memahami bidangnya, dan masukan mereka kerap memperbaiki naskah secara berarti bahkan ketika naskahnya ditolak. Karena itu waktu yang dipakai memeriksa jurnal sebelum mengirim adalah waktu yang paling menguntungkan dalam seluruh proses.

Esai 8

Anda hanya memiliki akses ke satu instansi dan tidak dapat melakukan pengacakan. Bagaimana merancang penelitian yang tetap dapat dipertahankan?

Buka jawaban model

Langkah pertama adalah menyesuaikan klaim dengan rancangan yang mungkin, yaitu berhenti mengejar klaim sebab akibat dan mengubah pertanyaan menjadi pertanyaan tentang mekanisme atau proses. Rancangan studi kasus dengan penelusuran proses dapat menghasilkan kontribusi yang kuat justru pada keadaan seperti ini, sebab yang ditunjukkan adalah bagaimana sesuatu terjadi dan bukan seberapa besar pengaruhnya. Langkah kedua adalah mencari perbandingan yang tersedia secara alami di dalam instansi tersebut, misalnya unit yang menerapkan kebijakan pada waktu berbeda, sebab perbedaan waktu penerapan dapat dimanfaatkan sebagai pembanding. Langkah ketiga adalah menyatakan secara terbuka ancaman kesahihan yang tersisa dan arah kemungkinan penyimpangannya. Rancangan yang keterbatasannya dinyatakan jujur lebih dapat dipertahankan daripada rancangan yang mengajukan klaim melampaui buktinya.

Latihan 3

Studi kasus

Kasus 1

Bab metodologi yang tampak lengkap. Sebuah proposal menyatakan populasi sebanyak dua ribu pelaku usaha, menghitung besar sampel dengan rumus yang memakai jumlah populasi dan taraf galat lima persen sehingga diperoleh tiga ratus tiga puluh tiga responden, membagikan kuesioner daring melalui grup pesan komunitas usaha, memperoleh tiga ratus empat puluh jawaban, lalu menguji delapan hipotesis dengan regresi berganda. Bab metodologinya memuat uji validitas dan reliabilitas dengan hasil baik.

Sebutkan persoalan yang akan ditanyakan penguji, dan bagaimana proposal ini dapat diperbaiki tanpa mengganti seluruh rancangannya.

Buka pembahasan

Persoalan pertama, dasar penentuan besar sampel. Rumus yang dipakai hanya sah untuk menaksir proporsi pada taraf kepercayaan sembilan puluh lima persen dengan proporsi mendekati setengah, dan tidak memuat besar pengaruh maupun kekuatan uji. Padahal yang hendak dikerjakan adalah pengujian delapan hipotesis hubungan, bukan penaksiran proporsi. Akibatnya tidak diketahui apakah tiga ratus responden cukup untuk mendeteksi pengaruh sebesar yang diharapkan, sehingga hasil yang tidak bermakna nanti tidak dapat ditafsirkan.

Persoalan kedua, cara sampel terbentuk. Menyebarkan kuesioner lewat grup pesan komunitas adalah sampel kemudahan, bukan sampel berpeluang. Yang terjaring hanya mereka yang aktif di grup tersebut dan bersedia menjawab, sehingga generalisasi ke seluruh dua ribu pelaku usaha tidak dapat dibenarkan. Jumlah tiga ratus empat puluh yang melampaui target justru menyamarkan persoalan ini.

Persoalan ketiga, uji validitas yang tidak menyentuh persoalannya. Uji validitas dan reliabilitas yang lazim dilaporkan hanya memeriksa apakah butir-butir pengukuran konsisten satu sama lain. Keduanya tidak memeriksa apakah butir itu mengukur konstruk yang dimaksud, dan sama sekali tidak memeriksa bias sampel.

Persoalan keempat, delapan hipotesis sekaligus. Menguji delapan hubungan pada taraf lima persen menaikkan peluang menemukan setidaknya satu hasil bermakna secara kebetulan. Perlu dinyatakan mana hipotesis utama dan mana yang bersifat penjajakan, atau taraf disesuaikan untuk pengujian berganda.

Cara memperbaiki tanpa mengganti rancangan. Ganti dasar penentuan besar sampel dengan analisis kekuatan uji, dengan menetapkan besar pengaruh terkecil yang masih berarti. Ubah klaim generalisasi menjadi klaim yang terbatas pada kelompok yang benar-benar terjaring, dan nyatakan cirinya secara terbuka. Kumpulkan sedikit data pembanding tentang ciri populasi yang tersedia dari catatan instansi, agar arah bias dapat diperkirakan. Nyatakan sejak awal hipotesis mana yang utama.

Kasus 2

Temuan yang berubah setelah data dilihat. Seorang kandidat mengumpulkan data untuk menguji hubungan antara dua konstruk, dan hasilnya tidak bermakna. Ia kemudian memeriksa data lebih jauh, menemukan bahwa hubungan tersebut bermakna bila dibatasi pada responden berusia di bawah empat puluh tahun, lalu menulis proposal akhir dengan hipotesis bahwa hubungan itu berlaku pada kelompok usia muda, disertai penjelasan teoretis yang disusun kemudian.

Nilai langkah tersebut, dan sebutkan cara yang sah untuk memanfaatkan temuan itu.

Buka pembahasan

Yang keliru. Menyusun hipotesis setelah melihat hasil lalu menuliskannya seolah dirumuskan sejak awal membuat nilai p yang dilaporkan kehilangan artinya. Nilai p dihitung dengan mengandaikan hipotesis ditetapkan sebelum data dilihat. Ketika hipotesis dipilih justru karena datanya mendukung, peluang kebetulan tidak lagi terkendali, dan taraf lima persen yang dilaporkan tidak menggambarkan risiko yang sebenarnya.

Mengapa hal ini sering terjadi tanpa niat curang. Hasil yang bermakna lebih mudah diterima penguji dan lebih mudah diterbitkan, sehingga tekanannya nyata. Penjelasan teoretis yang disusun kemudian pun biasanya terdengar masuk akal, sebab hampir selalu ada teori yang dapat dipakai membenarkan pola apa pun setelah pola itu terlihat.

Cara yang sah memanfaatkan temuan itu. Laporkan hasil utama apa adanya, yaitu bahwa hipotesis yang diajukan tidak didukung. Sajikan temuan pada kelompok usia muda sebagai temuan penjajakan, dinyatakan secara terbuka bahwa ia muncul dari pemeriksaan setelah data terkumpul dan karena itu belum diuji. Rumuskan sebagai hipotesis untuk penelitian berikutnya, lengkap dengan mekanisme yang diduga menjelaskan mengapa usia menjadi pembatas. Bila memungkinkan, kumpulkan data baru untuk mengujinya, sebab hanya data yang belum pernah dilihat yang dapat menguji hipotesis yang lahir dari data lama.

Pencegahannya. Pra-registrasi rancangan sebelum pengumpulan data menutup persoalan ini sekaligus melindungi peneliti, sebab dengan catatan yang bertanggal, pemisahan antara pengujian dan penjajakan menjadi jelas bagi siapa pun.

Kasus 3

Tawaran yang datang lewat surel. Seorang kandidat menerima surel dari sebuah jurnal yang memuji artikelnya yang terbit sebelumnya, mengundangnya mengirim naskah, menjanjikan telaah cepat dan terbit dalam dua minggu, serta menyebut bahwa jurnalnya terindeks di beberapa pangkalan data internasional. Ia sedang dikejar tenggat syarat publikasi untuk kelulusan.

Pemeriksaan apa yang perlu dilakukan, dan apa yang perlu ia pertimbangkan tentang tenggatnya?

Buka pembahasan

Tanda yang sudah terlihat dari surelnya sendiri. Undangan yang datang tanpa diminta dan diawali pujian adalah pola yang khas. Janji terbit dalam dua minggu berarti tidak ada telaah sejawat yang sungguh dilakukan, sebab penelaah perlu waktu untuk membaca. Klaim terindeks yang disebutkan di surel bukan bukti, sebab klaim semacam itu mudah dituliskan.

Pemeriksaan yang perlu dilakukan. Buka pangkalan data yang diklaim, lalu cari nama jurnal itu di sana, bukan sebaliknya mempercayai logo yang terpampang di situs jurnalnya. Telusuri beberapa nama pada dewan penyunting, periksa apakah orangnya nyata dan apakah afiliasinya cocok, sebab nama sering dicantumkan tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. Cari pernyataan biaya penerbitan di situsnya, dan bila tidak ditemukan sebelum pengiriman, itu sendiri sudah merupakan jawaban. Periksa beberapa artikel yang sudah terbit, terutama apakah bahasanya tertata dan apakah isinya masih dalam ruang lingkup yang jurnal itu nyatakan.

Tentang tenggatnya. Ini bagian yang paling penting dan paling sering diabaikan. Artikel yang terbit di jurnal semacam itu umumnya tidak diakui untuk syarat kelulusan maupun kenaikan jabatan, sehingga tenggatnya tetap tidak terpenuhi sementara naskahnya sudah tidak dapat dikirim ke tempat lain karena sudah terbit. Dengan kata lain, jalan pintas itu menghabiskan naskah sekaligus tidak menyelesaikan persoalan yang mendorongnya. Langkah yang lebih baik adalah membicarakan tenggat dengan promotor dan mencari jurnal yang sesuai meski waktunya lebih lama, atau mempertimbangkan konferensi terakreditasi sebagai jalur sementara bila peraturan programnya mengizinkan.

Latihan 4

Audit atas rancangan penelitian Anda sendiri

Ambil rancangan yang sedang Anda kerjakan dan jawab kesepuluh pertanyaan berikut secara tertulis. Urutannya sengaja mengikuti urutan keputusan, sehingga pertanyaan yang tidak terjawab menandai tahap mana yang belum selesai.

  • Termasuk jenis apa penelitian saya, apakah eksploratif, deskriptif, eksplanatif, atau evaluatif, dan apakah rancangan saya sesuai dengan jenis itu?
  • Pada keadaan apa literatur bidang saya sekarang, apakah konstruknya masih diperdebatkan, sudah ada tetapi belum diuji, atau sudah mapan?
  • Celah saya berjenis kekosongan, pertentangan, atau asumsi yang dipersoalkan, dan bagaimana saya membelanya bila penguji menanyakan mengapa celah itu perlu diisi?
  • Apakah pertanyaan penelitian saya berbentuk apa, bagaimana, apakah berhubungan, atau apakah menyebabkan, dan apakah rancangan saya mampu menjawab bentuk itu?
  • Klaim jenis apa yang boleh saya ajukan dengan rancangan ini, dan apakah kalimat kesimpulan yang saya bayangkan sudah sesuai dengan batas itu?
  • Variabel mana yang berperan sebagai perantara, mana pemoderasi, dan mana perancu, dan atas dasar apa saya menetapkannya?
  • Perancu apa yang mungkin ada tetapi tidak saya ukur, dan ke arah mana ia akan menggeser kesimpulan saya?
  • Bagaimana sampel saya terbentuk, siapa yang tidak berpeluang masuk, dan siapa yang kemungkinan tidak akan menjawab?
  • Berapa besar pengaruh terkecil yang masih berarti untuk saya temukan, dan apakah jumlah sampel saya cukup untuk mendeteksinya?
  • Hasil seperti apa yang akan membuat saya menyatakan dugaan saya keliru, dan sudahkah saya menuliskannya sebelum data dikumpulkan?

Pertanyaan kelima dan kesembilan yang paling menentukan. Bila kesimpulan yang Anda bayangkan melampaui batas klaim rancangan Anda, persoalannya harus diselesaikan sekarang, bukan pada bab kesimpulan. Bila besar sampel Anda tidak cukup untuk mendeteksi pengaruh yang Anda cari, hasil yang tidak bermakna nanti tidak akan dapat ditafsirkan sebagai apa pun.

Persiapan

Yang perlu disiapkan sebelum pertemuan

Bacaan yang paling berdampak bila waktunya terbatas

Bila hanya ada beberapa jam, bacalah artikel Edmondson dan McManus tentang kesesuaian metodologis, lalu pernyataan American Statistical Association tentang nilai p. Keduanya pendek dan keduanya langsung mengubah cara Anda menulis bab metodologi. Bila masih ada waktu, tambahkan artikel Alvesson dan Sandberg tentang problematisasi, sebab bagian itu yang paling menentukan kekuatan proposal Anda.

Yang perlu Anda kuasai secara aktif

  • Menghubungkan lima bentuk pertanyaan penelitian dengan rancangan yang sesuai tanpa membaca catatan
  • Menyatakan apa yang dikatakan dan tidak dikatakan nilai p dalam dua kalimat
  • Membedakan perantara, pemoderasi, dan perancu dengan satu contoh dari bidang Anda sendiri
  • Menjelaskan mengapa menambah responden tidak memperbaiki bias
  • Menyebutkan empat besaran dalam analisis kekuatan uji dan hubungan di antaranya

Pertanyaan yang layak diajukan di kelas

  • Bila bidang yang saya teliti berada di antara dua kolom kematangan teori, misalnya konstruknya mapan di literatur internasional tetapi belum pernah diukur pada konteks kelembagaan Indonesia, rancangan mana yang sesuai?
  • Sejauh mana perbedaan waktu penerapan kebijakan antarunit dapat dipakai sebagai pembanding yang sah ketika pengacakan tidak mungkin dilakukan?
  • Bagaimana menyatakan kejenuhan pada penelitian kualitatif dengan cara yang dapat diperiksa penguji, bukan sekadar dinyatakan sudah tercapai?
  • Apakah pra-registrasi dapat diterapkan pada penelitian kualitatif, dan bila ya, dalam bentuk apa?
Satu hal yang membedakan bab metodologi kuat dan biasa

Bab yang biasa menguraikan apa yang akan dilakukan. Bab yang kuat menjelaskan mengapa pilihan itu diambil, apa yang dikorbankan olehnya, dan bagaimana peneliti menangani akibat pengorbanan tersebut. Setiap rancangan mengorbankan sesuatu. Yang dinilai bukan apakah Anda menghindari pengorbanan itu, melainkan apakah Anda mengetahuinya.

Rujukan

Alvesson, M., & Sandberg, J. (2011). Generating Research Questions Through Problematization. Academy of Management Review, 36(2), 247 sampai 271.

Cochran, W. G. (1977). Sampling Techniques (edisi ke-3). John Wiley & Sons.

Cohen, J. (1992). A Power Primer. Psychological Bulletin, 112(1), 155 sampai 159.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (edisi terbaru). Sage.

Edmondson, A. C., & McManus, S. E. (2007). Methodological Fit in Management Field Research. Academy of Management Review, 32(4), 1246 sampai 1264.

Guest, G., Bunce, A., & Johnson, L. (2006). How Many Interviews Are Enough? Field Methods, 18(1), 59 sampai 82.

Kerr, N. L. (1998). HARKing: Hypothesizing After the Results Are Known. Personality and Social Psychology Review, 2(3), 196 sampai 217.

Kish, L. (1965). Survey Sampling. John Wiley & Sons.

Saunders, M., Lewis, P., & Thornhill, A. (2023). Research Methods for Business Students (edisi ke-9). Pearson.

Sekaran, U., & Bougie, R. (2020). Research Methods for Business: A Skill-Building Approach (edisi ke-8). John Wiley & Sons.

Shadish, W. R., Cook, T. D., & Campbell, D. T. (2002). Experimental and Quasi-Experimental Designs for Generalized Causal Inference. Houghton Mifflin.

Simmons, J. P., Nelson, L. D., & Simonsohn, U. (2011). False-Positive Psychology. Psychological Science, 22(11), 1359 sampai 1366.

Tejada, J. J., & Punzalan, J. R. B. (2012). On the Misuse of Slovin's Formula. The Philippine Statistician, 61(1), 129 sampai 136.

Wasserstein, R. L., & Lazar, N. A. (2016). The ASA Statement on p-Values: Context, Process, and Purpose. The American Statistician, 70(2), 129 sampai 133.

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications (edisi ke-6). Sage.

International Committee of Medical Journal Editors. Recommendations for the Conduct, Reporting, Editing, and Publication of Scholarly Work in Medical Journals, bagian tentang syarat kepengarangan.

Committee on Publication Ethics. Panduan dan bagan alur penanganan dugaan pelanggaran etika publikasi, tersedia di publicationethics.org.

Panduan belajar mandiri untuk mata kuliah Metodologi Penelitian. Disusun dari rumusan bahan kajian dan capaian pembelajaran pada silabus, dengan penjelasan yang bersandar pada literatur yang tercantum di bagian rujukan.

Kutipan rumusan bahan kajian diambil apa adanya dari dokumen silabus. Dua bagian terakhir, yaitu analisis dan publikasi, tidak memiliki bahan kajian yang sepadan pada silabus tetapi dituntut oleh capaian pembelajaran kelima dan keenam. Silabus tidak mencantumkan daftar bacaan wajib, sehingga rujukan di atas merupakan literatur baku bidang ini. Bila dosen memberikan daftar bacaan sendiri, dahulukan daftar tersebut.

Bagikan X f TG Tersalin!
Juniati

Suka tulisan ini?

Dapatkan jurnal & catatan belajar terbaru langsung ke email Anda.